Kejari PUL Data Pengadaan Pupuk di Disbun Tolitoli

H Mahdi Rumi (deadline-news.com)-Tolitoli- Proyek pengadaan pupuk untuk intensifikasi tanaman kakao tahun 2016 di Dinas Perkebunan Tolitoli mulai diselidiki pihak Kejaksaan Negeri Tolitoli.

Saat ini Kejari Tolitoli sedang melakukan pengumpulan (PUL) data terhadap proyek pengadaan pupuk tahun 2016 sebanyak 340 ribu kilogram untuk sejumlah kelompok tani di kabupaten Tolitoli.

Diduga pupuk tersebut tidak sesuai spesifikasi kandungan dalam kontrak. Pengadaan pupuk MERK OKA ini diproduksi oleh PT BUNG TANI LONGAN JAWA TIMUR. Pengadaan pupuk ini sendiri pelelangannya dinilai sarat denga rekayasa, sehingga memenangkan CV TRISAKTI JAYA MANDIRI yang beralamat di Kabupaten Sigi provinsi Sulteng.

Anggaran proyek pengadaan pupuk di Disbun Tolitoli itu sebesar Rp, 3.380.960.000,selain dugaan tidak sesuai komposisi dari pupuk ini, diawal-awalnya tahun lalu penyalurannya juga dinilai inprosudural. Karena tidak melalui tim pemeriksa dan penerima barang.

Pihak perusahaan (rekanan) langsung menyalurkannya kepada kelompok tani tanpa sepengetahuan tim pemeriksa barang sebagaimana yang pernah diungkapkan oleh Kisman sebaga ketua tim pemeriksa dan penerima barang.

Selain itu diduga harga satuan dari pupuk ini di mark up. Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tolitoli Hazairin, SH saat dikonfirmasi dikantornya mengakui pihaknya saat ini sedang melakukan penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan.  Ia menegaskan saat ini sejumlah barang bukti sudah ditangan pihak Kejari.

“Benar saat ini kami sedang lakukan penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan dan termasuk sejumlah orang sudah dimintai keterangan. Dan berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium di Makassar terdapat perbedaan komposisi pupuknya yang dalam kontrak dan hasil lab yang kami lakukan,”tandas Hazairin.

Sebelumnya direktur CV. TRISAKTI JAYA MANDIRI Troy yang dikonfirmasi mengaku bahwa pupuknya tidak ada masalah. Dan menyangkut penyalurannya sudah sesuai prosedur. Karena saat itu (tahun 2016), musim hujan, sehingga putus jalur Palu-Tolitoli, sehingga pupuk yang sudah ada digudang langsung saja disalurkan ke para kelompok tani penerima. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *