Jembatan Bentangan 100 Meter Tanggungjawab Pusat

foto peletakan batu pertama pembangunan jembatan V Palu. foto dok humas/deadline-news.com
0

“Rencana Pembangunan Jembatan V Mestinya Diberikan ke Pusat Biar APBD Palu Bisa Membiayai Kebutuhan Rakyat Korban Bencana”

Bang Doel (deadline-news.com)-Palusulteng-Pembangunan jembatan V Kota Palu terus menuai kriktik dari berbagai pihak. Sebut saja salah seorang pemerhati sosial dan pembangunan kota Palu Agus Salim, SH.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan jembatan dengan bentangan 100 meter ketas itu tanggungjawab pemerintah pusat melalui kementerian pekerjaan umum dan perumah rakyat (PUPR).

“Mulai dari perencanaan, gambar hingga pembangunan fisik itu dibiayai pusat. Sedangkan pemerintah daerah hanya bertangungjawab untuk pembebasan lahannya. Sehingga APBD Kota Palu dapat membantu membiayai kebutuhan masyarakat korban bencana. Apalagi jika nilainya miliyaran rupiah,”ujar Agus.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palu Ir.H.Iskandar Arsyad, M.Si yang dikonfirmasi deadline-news.com Sabtu (27/7-2019), mengatakan bahwa bangunan bawah pembangunan jembatan V dibiayai pusat (APBN) melalui DAK. Sedangkan bangunan atasnya dibiayai APBD kota Palu.

“Jadi ada shearing pembiayaan antara Pemkota Palu dengan Pusat melalui dana alokasi khusus (DAK),”kata mantan Satker balai jalan nasional Sulteng itu.

Menurutnya jembatan V bukan jalur logistik antar provinsi. Tapi mengatasi/mengurai kemacetan di jalan Emmy Saelan. Sebab jembatan Palu IV 2021 baru bisa dilewati dengan biaya kurang lebih Rp, 300 miliyar bantuan Pemerinta Jepang.

“Karena bukan jalur logistik antar provinsi, sehingga shearing pembiayaan daerah dan pusat. Jembatan Palu V mendesak untuk segera dibangun dengan konstruksi siple beam yang bisa dikerjakan lebih cepat, sebagai solusi jembata Palu IV yang baru bisa dimanfaatkan 2021. Shearing pembiaayan antara Pemkota dengan pusat sekitar 65% (DAK) & 35% (APBD) Kota Palu,”jelas Iskandar Arsyad yang juga disebut-sebut akan mendampingi Drs.Hidayat, M.Si maju Walikota Palu pada periode ke dua 2020 mendatang. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: