Jelang Natal Pemkab Matra Berikan Insentif Bagi Pastor, Pendeta dan Mangku

foto Bupati Matra Agus Ambo Djiwa beri sambutan saat penerimaan insentif bgai pegawai SARA Umat Kristen dan Hindu. foto Bang Doel/deadline-news.com
foto kapolres Matra I Made Ary beri sambutan atas penerimaan Insentif bagi pegawai SARA Umat Kristen dan Hindu. foto Bang Doel/deadline-news.com
Kajari Matra Imanuel Rudy Pailang, SH, MH memberikan sambutan pada acara penyerahan insentif bagi pegawai SARA umat Kristen dan Hindu. foto Bang Doel/deadline-news.com
foto Pastor, pendeta dan Mangku penerima insentif dari Pemkab Matra. foto Bang Doel/deadline-news.com

Bang Doel (deadline-news.com)-Pasangkayusulbar-Pagi itu Rabu (22/11-2017), ratusan masyarakat dari etnik Bali yang beragama Hindu dan Kristen memadati halaman kantor Bupati Mamuju Utara Provinsi Sulawesi Barat (Matra – Sulbar).

Mereka berkumpul bukan berunjuk rasa, tapi menerima insentif dari Pemerintah Daerah Kabupaten Matra. Pemuka agama dari kelompok Hindu dan Kristen itu mendapatkan insentif sebesar Rp, 1,300,000 perorang.

Adalah Pastor, Pendeta, dan Mangku yang menerima insentif (Rezeki) jelang natal dan tahun baru itu. Sekitar 354 orang pegawai rumah Ibadah baik Gereja maupun Pura yang menerima insentif dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2017 Kabupaten Matra.

Jika ditotal APBD untuk insentif Pegawai rumah Ibadah kurun waktu 2017, mencapai kurang lebih Rp, 2 miliyar, yang terbagi dalam Imam dan Bilal Masjid bagi Umat Islam. Kemudian khusus pastor, Pendeta dan Mangku sekitar Rp, 512.200.000 pertahun.

Bupati Matra Ir.H.Agus Ambo Djiwa, MP dihadapan masyarakat umat Kristiani dan Hindu menegaskan bahwa sekalipun insentif yang diberikan Pemda Matra masih tergolong kecil, namun itulah bentuk perhatian dan kepedulian pemerintahan Agus – Saal (Handal) jilid II.

“Jangan lihat nominalnya, tapi nilailah dari keikhlasan dan kepedulian kami, sebagai pemerintah daerah untuk semua agama, tanpa membeda-bedakan,”ujar Bupati Agus.

Sementara itu, Kapolres Matra AKBP H.I Made Ary mengaku salut dengan program Bupati Matra H.Agus Ambo Djiwa. Bahkan sempat mempertanyakannya apakah program pemberian insetif bagi tokoh agama (Imam, Bilal, Pastor, Pendeta dan Mangku) adalah program Nasional? Ternyata jawabannya bukan, tapi programa Bupati Matra sendiri selama 2 periode berturut-turut dan mengalami peningakatan dari Rp,300 ribu, Rp, 500 ribu hingga Rp, 1,300,000 pertahun.

“Walau insentif ini diterima sekaligus menjelang hari raya masing-masing Agama, namun sangat membantu. Inilsh bentuk kepedulian pemerintah daerah Matra. Saya selaku Kapolres mengapresiasi program ini, sehingga diharapkan para Imam, Bilal, Pastor, Pendeta dan Mangku dapat bekerjasama mengajak dan menghimbau umatnya masing-masing untuk menjaga persatuan dan kesatuan diantara umat beragama. Jangan memprovokasi umat untuk saling menjelek-jelekkan, menghina yang dapat menimbulkan konflik social,”tegas Kapolres I Made Ari.

Hal senada juga ditegaskan Kajari Matra Imanuel Rudy Pailang, SH, MH.

Ketua DPRD Matra H.Likman Said, S.PD, M.Si yang terlambat datang, namun masih berkesempatan memberikan sambutan yang cukup panjang, mengatakan program pemberian insentif bagia pegawai SARA baik Imam, Bilal, Pastor, Pendeta dan Mangku sudah berlangsung sangat lama.

Tapi itu lebih baik dari pada pemerintah membuat program pembangunan MCK yang tidak berfungsi. Bahkan terkesan mubazir.

“DPRD Matra selalu memberikan apresiasi dan kritikan bagi program pembangunan yang dilaksanakan Pemda Matra dibawah kepemimpinan Bupati Agus – Saal. Oleh kami selalu mengarahkan program-program pembangunan itu yang dapat bersentuhan langsung dengan masyarakat. Termasuk pemberian insetif bagi pemangku umat yakni Imam, Bilal, Pastor, Pendeta dan Mangku,”jelas mantan aktivis LSM itu. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top