Ismail Pangeran : Kekeluargaan Modal Pembangunan

foto Wawali Sigit bersamalaman Ustadz Ismail pangeran. foto humas/deadline-news.com
0

Ilong (deadline-news.com)-Palusulteng-Khatib Ustadz. Drs.H. Ismail Pangeran, M.Pd.I dalam khutbahnya pada pelaksanaan Idul Adha 1440 hijriah/11/8-2019) dihadapan Wakil Walikota Palu Sigit Purnomo Said dan ratusan jamaah salat Idul Adha menegaskan bahwa nilai-nilai kekeluargaan sudah mulai luntur di Kota Palu.

Padahal Nilai-nilai kekeluargaan itu merupakan modal dasar dalam mendorong pembangunan di Kota Palu.

Menurutnya ada 3 hal yang perlu dilakukan bersama-sama sebagai mana visi dan missi pemerintah kota Palu yang berbudaya, beradab, sesuai dengan nilai-nilai agama dan keripan lokal.

“Dikalangan masyarakat Kaili kita kenal dengan budaya Gotong Royong yang perlu ditingkatkan tingkatkan kwalitas dan kwantitas. Kemudian meningkatkan nilai-nila Kekeluargaan pada momentum Idul Adha ini yakni semangat Bequrban yang menjadi modal pembangunan dalam mendukung pemerintah Kota Palu,”ujar Ustadz Ismail.

Kata Ustadz Ismail ada istila Negaga (Mengharapkan kehadiran seluruh keluarga untuk hadir dalam suatu pesta didalam masyarakat To Kaili. Olehnya mari kita bangun kekeluargaan yang mulai rontok akibat perkembangan di era teknogi ini. Dan jadikan perbedaan dan keberagaman sebagai modal membangun kota Palu.

Budaya Kearipan Lokal yang sering kita dikalngan saudara-saudara kita Bugis- Makassar, yakni Abbulo Sibatang, Manyu Siparappe dan itu juga dikenal dalam budaya lokal To Kaili yakni kalau jatuh saudaramu bangunkan dia, kalau hanyut tolong diselamat.

“Qurban adalah amalan yang disyariatkan menyangkut harta benda, sedangkan Allah menjadikan harta benda sebagai sarang kehidupan manusia seluruhnya, maka ia harus diserahkan guna kepentingan bersama (Kekeluargaan),” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, pada hari raya Qurban kali ini, Pemerintah kota Palu bersama OPD se-kota Palu menyumbangkan 64 hewan Qurban yang terdiri dari 60 Sapi dan 4 Kambing untuk disalurkan di beberapa Hunian Sementara (Huntara) yang ada di kota Palu. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: