Hutan Mangorove dan Jembatan Kayu di Tambak Rakyat mengundang Pesona

0

 

“Pemerintah Sulawesi Tengah melalui Balai Wilayah Sungai Sulawesi III yang membawahi Sulawesi Tengah dan Barat telah sukses melaksanakan program pemerintah pusat pada kegiatan lanjutan Proyek peningkatan  tata air tambak rakyat tahun 2020

Ary (deadline-news.com)-Palusulteng-Hutan mangrove dan jembatan penyeberangan di lokasi proyek peningkatan tata air tambak rakyat di Kecamatan Banawa Selatan Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah mengundang pesona tersendiri.

Bagaimana tidak, hutan mangorove dan jembatan kayu dicat warna warni serta diatapi tampak menarik dan unik, bagia siapa saja yang melihatnya.

Letak lokasi proyek peningkatan tata air tambak rakyat Kecamatan Banawa Selatan di Kabupaten Donggala Provinsi Sulteng itu sangat mudah diakses.

Jarak tempuh perjalanan hanya  kurang lebih 1 jam  dari Kota Palu. Apabila  kita mau berkunjung kesana sangat mudah karena berada ruas jalan nasional transulawesi  yang menghubungkan provinsi Sulawesi Tengah dengan Provinsi Sulawesi Barat.

Tambak-tambak yang ada dikecamatan Banawa Selatan ini letaknya cukup strategis, sebeb berada tidak jauh dengan jalan transulawesi serta ditunjang dengan pemandangan yang indah membuat mata para pelaku perjalanan selalu menyempatkan diri untuk mengabadikan momen perjalanan dengan cara melakukan foto, melalui kamera ponsel miliknya.

Banyak pelaku perjalanan singgah bersua foto dijembatan kayu dilokasi sekitar tambak itu.

Mereka tinggal memilih mau foto dengan latar belakang Pemandangan tambak, pohon mangrove atau pohon kelapa dan pemandangan lainnya.

Bukan hanya itu, selain pemandangan yang indah, pelaku perjalanan juga bisa menikmati kuliner ikan bandeng segar, udang dan kepiting di warung-warung makan yang ada di kecamatan banawa selatan itu.

(Photo Saluran Suplai DesaTolongano)

Pada tahun 2019 lalu, pembangunan Tata Air Tambak Rakyat di Kabupaten Donggala berada di 2 (dua) lokasi yakni di Kecamatan Banawa Selatan dan Kecamatan Sojol. Perencanaan lanjutan di tahun 2020 masih berada di 2 (dua) lokasi tersebut.

Masyarakat pemilik dan penggarap  tambak di wilayah Kecamatan Banawa Selatan khusunya desa yang sekarang terkena lanjutan proyek peningkatan tata air tambak sangat bersyukur dan berterimakasi dengan lanjutan proyek  Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) BWSS III Sulteng.

Menurut salah seorang pemilik tambak yang ditemui dilokasi tambaknya mengatakan, meski keberadaan proyek ini membuat tambaknya lambat untuk menabur bibit ikan dan udang, tapi mereka bersyukur karena dibangunnya sarana pendukung yang lebih memadai.

“Kalau berharap dana pribadi atau dana APBD kemungkinan tidak akan terlaksana. Kalaupun terlaksana pasti membutuhkan waktu yang cukup lama,”tegasnya.

Paket lanjutan, Proyek Peningkatan Jaringan Tata Air Tambak di Banawa Selatan itu, tahun anggaran 2020 sudah selesai dan telah rampung secara keseluruhan, hal ini dikatakan Satuan Kerja (Satket) Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) BWSS III Sulteng, R Zulfikar.

“Paket lanjutan pekerjaan kegiatan tata air tambak yang ada di Kecamatan Banawa Selatan sudah  selesai keseluruhannya, per bulan September 2020 lalu dan Alhamdulillah tidak ada masalah signifikan, kerena pengawasan dari pihak kami sangat ketat dan disiplin,”ungkapnya.

Ia juga berharap, warga masyarakat sekitar, pemilik atau kelompok tani tambak dapat menjaga dan memelihara fasilitas-fasilitas yang ada.

( Photo: Jembatan penghubung yang ada di Desa Tolongano)

Hal senada juga dijelaskan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi dan Rawa II, Rangga saat ditemui Ary dari deadline-news.com Rabu (21/10-2020) di kantornya, bahwa paket proyek peningkatan tata air tambak di Kecamatan Banawa Selatan Kabupaten Donggala sudah terealisasi.

Lebih jauh Rangga menjelaskan bahwa Proyek peningkatan tata air tambak rakyat Banawa Selatan tahun 2020 ini, beberapa sarana penunjang dibangun seperti pembuatan,  perluasan dan pendalaman saluran suplai, saluran aliran air (tersiar) menuju tambak-tambak milik masyarakat dan pembuatan jembatan kayu yang menghubungkan tambak yang satu dengan tambak lain serta pembangunan jalan kantong produksi.

Semuanya pada rampung tepat pada waktunya sesuai risalah dokumen kontrak yang disepakati antara pihak kami dengan kontraktor pemenang tender.

“Saat ini, tinggal masa pemeliharaannya saja selama 6 (enam) bulan kedepan,”Jelasnya.

Ia mengatakan bantuan ini, diharapkan dapat  bermanfaat dan membantu  petani tambak dalam meningkatkan hasil produksi tambaknya, sehingga perokonomian warga Banawa meningkat.

Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) III Sulteng/Barat, perlu diberikan apresiasi. Karena sangat peka dengan kondisi tambak yang ada diwilayah kerjanya.

Terbukti, hampir setiap tahun anggaran selalu memprioritaskan program proyek peningkatan jaringan tata air tambak rakyat, di seluruh wilayah Sulawesi Tengah pada umumnya, dengan tujuan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus menjadikan warga sebagai petani tambak yang produktif dan profesional.

Paket proyek peningkatan jaringan tata air tambak lanjutan di Kecamatan Banawa Selatan dan  Sojol, terealisasi melalui mata Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2020 senilai Rp.12.244.303.000 yang dikerjakan oleh PT. Pinar Jaya Perkasa.***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: