Hasil Swab Negatif, Keluarga Minta Jenazah Almarhum Digali Kembali

 

Syamsul Bahri M. Kasim (deadline-news.com)-Tounasulteng – Pandemi corona mengundang tandatanya bagi seluruh rakyat Indonesia. Termasuk rakyat di Kabupaten Tojo Una-Una provinsi Sulawesi Tengah.

Tanda tanya itu muncul dikarenakan, proses pemakaman warga yang meninggal dunia dilakukan secara protap covid-19. Padahal hasil swabnya negatif. Oleh sebab itu keluarga minta jenazah almahrum digali kembali.

Hal ini diungkap oleh Rian Rainaldy menjawab deadline-news.com di kediamannya Jum’at (19/6-2020) di Ampana Touna. Rian dikuasakan oleh warga dalam kasus kematian seorang warga yang jenazahnya dimakamkan secara protokol covid19 beberapa waktu lalu.

Rian mengatakan dirinya diundang oleh keluarga korban terkait kaaus pemakaman yang menurut keluarga tidak mesti seauai protap covid19. Pasalnya menurut Rian Rainaldy, pada proses pemakaman itu banyak yang menyimpang.

“Misalnya, almarhum saat masuk rumah sakit sore hari, tepatnya pada pukul 17.00 Wita. Dan almarhum meninggal esok hari. Pihak rumah sakit memvonis almarhum meninggal dalam keadaan reaktif covid-19 sesuai hasil rapid testnya. Kemudian pihak keluarga meminta kepastian apakah almarhum tersebut benar-benar reaktif,”tegas Rian.

Kata Rian karena sesuai keterangan pihak keluarga, almarhum memiliki penyakit bawaan yakni gula dan sering sesak napas. Namun kata rian, pihak rumah sakit tetap memaksa almarhum dimakamkan sesuai protap covid-19.

Rian mengatakan, sebelum almarhum dimakamkan, pihak keluarga memberi garansi segala fasilitas agar almarhum sebelum dimakamkan diperlakukan layaknya pemakaman islam, yakni mulai dari memandikan, mengkafani, dan disembahyangkan, hingga pada pemakaman di tempat pekuburan umum.

“Sayangnya garansi yang diberikan oleh pihak keluarga tak diindahkan oleh pihak Tim gugus tugas covid19 kabupaten Touna. Akibatnya, diduga ada penyimpangan yang dilakukan oleh Tim Gugus covid19 tersebut,”tutur Rian.

Kata Ria fakta dilapangan, proses salat jenazah bagi almarhum, hanya dilakukan pihak paman almarhum, dan tak seorangpun tim covid19 yang ikut dalam proses salat jrnazah itu. Padahal sesungguhnya, jika memgikuti protap covid19, mestinya tim gugus tugas covid19 menyediakan itu.

Hal lain kata ketua komite nasional pemuda Indonesia (KNPI) ini, bahwa hasil Swabnya negatif, kenapa almarhum dimakamkan sesuai protap covid19. Akibat dari itu, pihak keluarga almarhum meminta kuburan almarhum digali kembali, dan dipindahkan ke pemakan umum.

Sementara itu juru Bicara gugus tugas covid-19 Kabupaten Tojo Una-Una Alfian Matajeng saat di hubungi melalui tepon selukernya, tidak memberikan jawaban. Telepon selulernya aktif dan berdering namun tak diangkat.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top