Gula Pasir Bersubsidi Diduga Dijual Diatas HET di Tolitoli

foto Kadis Perdagangan Tolitoli Yustianto Bantilan. foto Mahdi Rumi/deadline-news.com
0

 

Mahdi Rumi (deadline-news.com)-Tolitolisulteng-Kementrian perdagaan pada bulan April 2020 lalu atau menjelang masuknya bulan suci ramadhan telah menurunkan gula pasir subsidi yang dikenal dengan istilah gula penugasan sebanyak 80 ton melalui dinas perdagangan provinsi Sulteng.

Gula pasir penugasan sebanyak 80 ton itu ditunjuk distributor PT. SINAR LESTARI JAYA PRIMA Palu, untuk menyalurkannya kepada 5 toko di kabupaten tolitoli yakni Hakuna Matata sebanyak 24 ton, toko Asia Raya 18 ton ,Gerai mandiri 21 ton, toko Santika 8 ton dan toko Sederhana Soni 9 ton.

Sesuai ketentuan gula penugasan subsidi ini akan di jual kepada masyarakat dengan harga yang sudah ditentukan yakni Rp.12.500/kg, sebagai mana dikataka Komisioner KPPU Guntur Saragih seperti dikutip di detikfinance.

Menurutnya harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan pemerintah yakni Rp 12.500/kg di tingkat konsumen sudah cukup menguntungkan para pengusaha dan juga importir yang memasok komoditas tersebut ke pasar-pasar.

Dan fakta dilapangan toko yang memperoleh gula penugasan bersubsisi menjualnya kepad pengecer dengan harga diatas harga HET Rp,12,500 / kg. Karena faktanya di toko toko yang ada di tolitoli menjualnya hingga Rp,20 ribu/kg.

Tingginya harga jual gula disemua toko ini diduga ada permainan, sehingga perlu dilakukan pengusutan oleh pihak berwajib. Karena diduga mencari keuntungan disaat pandemi covid19 dan ramadhan.

Bisa dibayangkan bila harga gula penugasan bersubsidi itu harusnya sesuai HET yang hanya Rp,12.500. Namun faktanya di lapangan harga gula pasir bersubsidi itu dijual sampai dengan Rp,20 ribu/kg, demikian dikatakan sumber yang layak di percaya di Tolitoli kepada deadline-news.com Selasa (19/5-2020).

Menurutnya pemerintah mengatur khusus gula penugasan bersubsidi hanya bisa dijual sesuai HET Rp, 12.500/kg.

Bila ada gula penugasan bersubsidi sebanyak 80 ton setara dengan 80.000 kg dikalikan dengan harga HET Rp,12.500× 80.000 kg akan mendapatkan total harga sebesar Rp, 1.000.000.000, ini harga yang diatur dalam HET.

Namun bila gula penugasan bersubsidi ini dijual dengan harga Rp, 20 ribu/kg X 80.000 kg, maka total harganya mencapai Rp, 1.600.000.000 yang berarti ada keuntungan berlipat ganda sekitar Rp, 600.000.000.

“Dan ini lah yang perlu diusut mengambil keuntungan dari gula penugasan bersubsidi. Apalagi ditengah pandemic covid19 ini,”tegas sumber itu.

Kepala dinas perdagangan Tolitoli Yustianto Bantilan saat ditemui di kantornya membenarkan adanya gula penugasan bersubsidi yang disalurkan oleh kementrian melalui dinas perdagangan provinsi sulteng.

“Betul ada pak, kita kenal dengan gula penugasan bersubsidi melalui dinas perdagangan provinsi dan disalurkan kepada 5 distributor gula di Tolitoli, itupun saya ketahui nanti sepekan ini dan kita lakukan sidak ternyata gula penugasan bersubsidi sebanyak 80 ton itu sudah habis terjual semua,”kata kadis perdagangan Tolitoli Yustianto Bantilan.

Ia mengatakan dirinya sebagai kadis perdagangan tidak tau menahu adanya gula penugasan bersubsidi dari pemerintah pusat yang dikirim ke Tolitoli melalui Dinas perdagangan Sulteng.

Toko Asia Raya yang mendapatkan jatah dari distributor PT. Sinar Lestari jaya prima dari Palu mengakui pihaknya tidak tahu kalau gula yg dibelinya dari distributor Palu itu adalah gula penugasan dengan harga Rp, 700 ribu perkarung isi 50kg.

“Kita beli gula itu Rp,700 ribu/50kg dari distributor palu sesuai bukti pengiriman, nanti pada pengiriman ke dua barulah kita tau kalau gula itu termasuk gula bersubsidi seperti tertulis pada karung dan itu harganya sudah diturunkan menjadi Rp,615 ribu/perkarung 50kg”kata Gun pemilik toko Asia Raya menjawab konfirmasi deadline-news.com Rabu (20/5-2020) di Tolitoli.

Menurut Gun selisih harga yang pernah dibayarkan Rp,700 rbu/karung (berat netto 50kg) dan tahap ke dua ini harganya sudah turun menjadi Rp,615 ribu itu, sehingga ada selisih pembayaran Rp,85 ribu dan pihak distributor menyanggupi untuk mengembalikan tapi sampe sekarang tidak ada.

PT.Sinar Lestari Jayaprima yang coba dikonfirmasi melalui telepon 0451 48290X tidak diperoleh jawabannya, nada telepone masuk tapi tidak diangkat-angkat. PT.Sinar Lestari Jayaprima ini beralamat di jalan Gusti Ngurah Rai Tavanjuka Palu Selatan Sulteng. ***

 

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: