Etiskah Foto Rektor Prof Amar Disejajarkan Foto Presiden Jokowi di Baliho?

 

 

Dua foto baliho yang berbeda. Foto Presiden RI Jokowi lebih tinggi satu digit dari foto Gubernur Rusdy Mastura dan Foto Ketua Presidium KMHBI I Putu Yoga Saputra. Dan foto Baliho Rektor Untad Prof Amar sejajar dengan foto Presiden RI Jokowi. Foto tangkapan layar di medsos/deadline-news.com

 

 

Kongres Nasional Kesatuan Mahasiswa Hindu Budha Indonesia (KMHBI) XIII yang akan digelar di Palu 30 Agustus 2023 mendatang akan meminjam salah satu fasilitas Gedung yang ada di Universitas Tadulako (untad), yakni Auditorium.

Sebagai kegiatan yang berskala nasional yang direncanakan dibuka oleh Presiden RI, Ir. H.Joko Widodo (Jokowi), disambut baik masyatakat Palu dan Sulteng pada umumnya bahkan sangat bersyukur sebab Panitia Nasional Kongres KMHBI memilih Palu sebagai lokasi kongres.

Mungkin sebagai bentuk luapan kebahagiaan dan kegembiraan, sehingga Rektor Universitas Tadulako (Untad) Prof Dr Ir Amar, MT membuat foto baliho yang disejajarkan foto Presiden RI Jokowi.

Mungkin memang tidak salah foto Prof Amar di Baliho dan pamflet disejajarkan dengan foto Presiden RI Jokowi. Bahkan mungkin Presiden Jokowi tidak keberatan.

Namun secara estetika tidaklah tepat. Karena dalam urutan ketata negaraan foto presiden hanya dapat disejajarkan dengan foto wakil presiden.

Sedangkan menteri saja tidak berani mensejajarkan fotonya dimanapun dipajang dengan foto presiden. Paling tidak turun satu atau dua digit.

Artinya foto presiden mestinya diatas dan foto rektor mestinya dibawah foto presiden bersama foto pejabat untad lainnya seperti para wakil rektor misalnya.

Dengan pemasangan foto Rektor Untad, Prof Dr Ir Amar, MT, sejajar dengan foto presiden RI Jokowi terkesan memanfaatkan momen ini seolah sebagai kegiatan Untad. Padahal bukan sama sekali.

“Ini sangat tidak etis, apalagi Kegiatan Kongres ini sama sekali bukan hajatan Universitas Tadulako melainkan hajatan Pengurus Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Budha Indonesia (PP KMHDI). Seharusnya foto diri Prof Amar berada di posisi lebih rendah dibandingkan posisi foto Presiden Jokowi”.

Bandingkan baliho yang dibuat Panitia Pusat Kongres XIII KMHBI yang memuat Foto Presiden Joko Widodo, Foto Gubernur Rusdy Mastura dan Foto Ketua Presidium PP KMHBI, I Putu Yoga Saputra.

Foto Presiden lebih tinggi dibandingkan posisi foto Gubernur Rusdy Mastura dan foto I Putu Yoga Saputra. “Ini yang benar dan etis”, kata salah seorang warga yang ikut mengomentari.

Rencana kedatangan Presiden Jokowi tersebut  setelah presiden menerima kunjungan Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia di Istana Merdeka, yang didampingi Kapolri Jenderal Sigit Prabowo, pada Selasa, 8 Agustus 2023.

Dalam kesempatan tersebut,  PP KMHBI menyampaikan undangan kepada Presiden untuk dapat hadir dalam Kongres Nasional yang akan dilaksanakan pada 30 Agustus 2023 mendatang di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, sebagaimana dikuitip dari laman www.presiden.go.id.

“Tadi Bapak presiden menyampaikan sangat berkenan untuk hadir, nanti tinggal dicocokkan saja jadwal teknisnya seperti apa ke Setneg atau Seskab,” ujar I Putu Yoga Saputra selaku Ketua Presidium PP KMHBI dalam keterangannya usai pertemuan.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut, lanjut Putu Yoga, PP KMHBI juga menyampaikan sejumlah ide dan gagasan terkait pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Salah satunya adalah Terusan Khatulistiwa yang dinilai sebagai pintu gerbang penghubung kawasan Indonesia Timur menuju IKN.

“Jadi titik khatulistiwa itu, garis khatulistiwa itu kebetulan terlintas di Kabupaten Sigi dan itu menjadi pintu gerbang untuk kawasan Indonesia Timur menuju IKN. Jadi integrasi antara IKN dan Indonesia Timur itu, titiknya ada di situ,” ungkap I Putu Yoga.

“Tadi Pak Jokowi senang, adik-adik ternyata selain mengkritik tapi juga memberi solusi sebagai problem solving terkait beberapa masalah yang dialami oleh pemerintah. Itulah tugas kita sebagai kaum akademisi, kaum intelektual maka kita menyampaikan gagasan tersebut,” ucap I Putu Yoga.

Dari catatan yang dimiliki dealine-news.com group, gagasan Terusan Khatulistiwa pertama kali digagas oleh mantan Gubernur Sulteng, H.B. Paliudju di saat masih menjabat sebagai Gubernur Sulteng.

Rektor Untad Prof Amar yang coba dikonfirmasi via chat di whatsAppnya sampai tulisan ini naik tayang, pesan konfirmasi belum ditanggapinya. ***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top