Enam Wilayah di SIGI Diterjan g Banjir Bandang dan Tanah Longsor

foto material kayu bulat (glondongan) bersama lumpur menghantam rumah penduduk saat banjir bandang Sigi 28 April 2019). foto Mad/deadline-news.com
0

Mad (deadline-news.com)-Sigisulteng-Sebanyak enam wilayah di kabupaten sigi, sulawesi Tengah, di terjang banjir bandang dan tanah longsor sajak Minggu (28/4-2019). Akibatnya, ratusan rumah rusak berat dan ribuan warga lainnya mengungsi.

Ke Enam wilayah yang terdampak banjir dan tanah longsor itu yakni 3 desa di kecamatan Dolo selatan, 2 desa di kecamatan Gumbasa dan 1 desa di kecamatan Kulawi, dan ruas jalan poros Palu – Kulawi tertimbun material longsor.

Hingga Rabu pagi (1/5-2019), ribuan warga yang terkena banjir bandang di kecamatan Dolo Selatan masih mengungsi di 4 titik yang dianggap aman.

Sementara itu korban bencana banjir bandang yang mengungsi saat ini mencapai ribuan jiwa, yang tersebar di 5 desa di kabupaten Sigi. Ke 5 wilyah yang mengalami kerusakan akibat banjir tersebut, yakni desa Bangga, desa Balongga dan desa Walatana di kecamatan Dolo Selatan, desa Omu, desa Tuva di kecamatan Gumbasa Kabupaten sigi.

Banjir bandang menerjang 5 wilayah itu dengan membawa material lumpur dan material Kayu gelondongan. Banjir kali ini adalah yang terparah. Hingga melumpuhkan jalur transportasi antar kecamatan.

Terkait dengan material kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang, yang diduga akibat pembalakan liar, Kepala Dinas Kehutanan Sulteng Ir.H.Nahardi, M.Si yang dikonfirmasi via pesan singkat kamis (2/5-2019) mengatakan saat ini tim KPH Sigi sedang berada dilapangan, untuk melihat kondisi eksisting lapangan, karena wilayah itu tidak ada perizinan pengolahan kayu, meskipun faktanya ada sisa kayu bulat yang terbawa banjir.

“Hal ini, diduga adanya aktifitas perladangan masyarkat untuk kegiatan budidaya,”tulis Nahardi menjawab deadline-news.com via pesan singkatnya.

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: