Dugaan Mark Up Proyek Landmark Tulisan Donggala Kota Wisata

Bang Doel (deadline-news.com)-Donggala-Dulu Donggala Kota Antik, kini berubah menjadi Donggala Kota Wisata. Donggala Kota antik adalah maha karya almahrum H.Nabi Bidja. Tagline kota antik itu tetap dimasa pemerintahan Bupati Ardjad Lamarauna sampai Drs.H.Habir Ponulele, MM yang tulisannya terbuat dari besi yang dicor semen berbentuk huruf-huruf dengan tulisan Donggala Kota Antik yang terletak diatas gunung.Sehingga tulisan itu sangat menonjol, apalagi ukurannya cukup besar.

Memasuki 4 tahun pemerintahan Drs.Kanjeng Ario Kasman Lassa, SH, tagline Donggala kota Antik itu dirubah menjadi Donggala Kota Wisata. Tulisan Donggala Kota Wisata ini huruf-hurufnya terbuat dari aluminium dengan ukuran besar.   Ironisnya Landmark Donggala Kota Wisata itu diduga berbau mark up. Bagaimana tidak, setiap hurufnya nilainya mencapai Rp. 50 juta rupiah.
Sedangkan huruf Donggala kota Wisata berjumlah 18. Jadi kalau 18 huruf dikalikan Rp, 50 juta, maka total anggarannya mencapai Rp, 900 juta.

Proyek landmark huruf tulisan Donggala Kota Wisata itu ditenderkan semasa Ir.Heppy menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Dongga Provinsi Sulawesi Tengah. Demikian informasi yang dihimpun deadline-news.com di Donggala pekan lalu.

Menurut sumber itu LAND MARK yang bertuliskan DONGGALA Kota Wisata itu dikerjakan oleh rekanan dari Sidoarjo Jawa Timur bernama HEPPY ANTO.

Mantan Kepala Dinas PU Donggala Ir.Heppy yang dikonfirmasi via pesan singkat di handponenya membantah dugaan markup proyek landmark tulisan Donggala Kota Wisata itu.

“OOo tidak pak. Tidak ada mark up. Semua diperhitungkan dg baik. Pertanyaan bapak sudah berulang ulang media lain tanyakan. Semua sesuai prosedur lelang,”tulis Heppy menjawab pertanyaan deadline-news.com via pesan singkat. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *