Diduga Material Nikel Ilegal Dijual ke Perusahaan di Sultra

 

Bang Doel (deadline-news.com)-Morowalisulteng-Diduga material nikel di eks lokasi PT.Vale Indonesia Tbk di jual ke salah satu perusahan di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Pasalnya eks lokasi tambang nikel PT.Vale Indonesia Tbk di desa Siumbatu Dampala Kecamatan bahodopi Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah, materialnya diambil secara illegal oleh salah satu join perusahan lokal di daerah itu.

Salah satu perusahaan lokal Morowali dengan beberapa perusahaan joinnya, memanfaatkan material bercampur nikel di eks lokasi PT.Vale Tbk itu. Padahal perusahaan itu diduga memiliki IUP di lokasi lain yang jaraknya kurang lebih 15 kilometer ke eks lokasi PT.Vale.

Penjualan material nikel ke salah satu perusahaan tambang di wilayah Sultra itu, karena pihak PT.IMIP Morowali tidak mau menerima material nikel yang diduga illegal diambil dari eks lokasi PT.Vale.

“Ada beberapa join perusahaan di Morowali diduga memanfaatkan eks lahan PT.Vale untuk mengambil material lalu dijual ke salah satu perusahaan di wilayah Sultra. Sebab PT.IMIP tidak mau membeli material yang bercampur nikel dari eks PT.Vale, karena dianggap illegal,”kata sumber deadline-news.com di Bungku Morowali Jum’at (19/60-2020).

Sebelumnya mantan Bupati Morowali dua periode Drs.Anwar Hafid, M.Si menjawab konfirmasi deadline-news.com via chat di whatsappnya Kamis (11/6-2020), membenarkan jika ijin di bekas lokasi PT.Vale Indonesia Tbk telah dicabut atas perintah dan rekomendasi KPK saat itu.

“Benar dinda, saya sudah cabut ijinnya yang di bekas lokasi PT.Vale Indonesia Tbk. Pencabutan ijin eks lokasi PT.Vale itu atas rekomendasi KPK saat saya masih menjabat Bupati Morowali,”tutur anggota DPR RI Faksi Partai Demokrat itu.

Kepala Cabang Dinas Energi sumber daya mineral (ESDM) Sulteng di Morowali Iskandar mengaku timnya sudah ke lapangan, hanya saja karena hujan dan banjir pihaknya tidak menemukan aktivis di eks lokasi PT.Vale.

“Tim kami sudah turun ke lokasi yang dimaksud, tapi mereka tidak menemuka aktivitas disana, mungkin karena hujan dan bajir saat itu jadi tidak ada aktivitas. Tapi kami terus memantaunya,”aku Iskandar.

Pada hari Rabu (18/6-2020), pihak DPRD Sulteng telah menghearing Dinas ESDM dan Jajarannya bersama Kapolda Sulteng terkait dugaan praktek Pertambangan tanpa Izin (Peti) yang marak di wilayah Sulteng, yakni di Dongi-Dongi, Parimo, Morowali dan Morowali Utara.

Sampai berita ini naik tayang tim deadline-news.com masih melakukan investigasi di lapangan. Dan ditemukan dua alat berat yang terparkir di ruas jalan menuju lokasi tambang Eks PT.Vale yang jaraknya kurang lebih 1 kilometer dari perkampungan warga. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top