Diduga Anggaran Tak Mencukupi, Proyek Kolam Renang Tersendat

foto lantai kolam renang Dinas Pemuda dan Olahraga. foto dok Ist/deadline-news.com
0

“Dikhawatirkan Air Tinja dari Septic Tank BNN Merembes ke Kolam Renang”

foto pekerja kolem renang sedang merakit rangka atap. foto dok Ist/deadline-news.com

Bang Doel (deadline-news.com)-Palusulteng-Pekerjaan proyek kolam renang senilai Rp,19.363.930.400, diduga tersendat-sendat, sehingga tidak dapat selesai tepat waktu yakni 16 Januari 2020.

foto rangka atap yang sudah sebagian dirakkit. foto dok Ist/deadline-news.com

Proyek yang dibiayai anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2019 itu diduga anggarannya sudah tidak mencukupi. Makanya lambat diselesaikan.

“Biasanya kalau proyek APBD itu sering mengalami keterlambatan. Sebab anggarannya terbatas, sehingga rekanan yang mengerjakannya tidak bisa menyelesaikannya tepat waktu. Dari mana mereka mau ambil biaya kalau anggaran terbatas, harus menunggu lagi di anggaran perubahan tahun berikutnya,”jelas salah seorang kontraktor yang minta namanya tidak disebutkan dalam berita ini.

Pejabat pembuat komitmen (PPK) pada proyek kolam renang itu Lesly menjawab deadline-news.com via chat whatsappnya Kamis pekan lalu (23/1-2020), menuliskan anggaran pembangunan kolam renang tersedia tahun anggaran (apbd) 2019 dan telah dibayarkan berdasarkan progres, karena pekerjaannya menyebrang tahun, maka sisa pekerjaannya rencananya akan dibayarkan pada anggaran perubahan tahun 2020.

Sementara itu Budi yang menggunakan PT.Mandava Putra Utama untuk mengerjakan kolam renang dibelakang kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) bukit Jabal Nur itu yang dikonfirmasi mengatakan kalau tersendat tidak mungkin dikerja terus. Dan itu setiap minggu progresnya terus bartambah.

Menurutnya keterlambatan pemasangan kerangka bajanya, Itu hanya karena menunggu umur beton, dan dirakit dulu, makanya belum naik rangkanya. Sebab maksimal umur beton 30 hari dari tanggal pengecoran. Dan itu sudah kena denda kan dari pemda, olehnya harus digenjot terus.

Disinggu soal Septic Tank kantor dan penjara BNN yang dikhawatirkan merembes air tinjanya atau kotoran manusia lainnya, Budi menjelaskan nanti disitu ada dinding dan akan ada tribun dibangun. Sehingga apa yang dikhawatirkan tidak terjadi.

Terkait keterbatasan anggaran Pemda Sulteng yang melekat di Dinas Psemuda dan Olahraga, untuk pembiayaan pembangunan kolam renang itu, Budi membenarkan jika saat ini dirinya menggunakan anggaran sendiri.

“Oh iya jadi sekarang itu kita bekerja memang sudah pake modal sendiri. Karena pembayaran itu akan dilakukan lagi setelah bagunan selesai,”jelas Budi.

Sampai berita ini naik tayang, diperkirakan progres pekerjaan kolam renang itu baru mencapai 50 persen. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: