Diberi Waktu 50 Hari, Pekerjaan PT.KPR Belum Tuntas, Diberlakukan Denda

Foto bagian hulu Sungai Paneki yang belum tuntas digarap oleh PT.KPR pada proyek penanggulan dan pengerukan sungai akibat sedimentasi. Foto Nelwan/deadline-news.com
0

 

Foto proyek sediment yang belum rampung dikerjakan PT.Karya Pembangunan Rezeki di Sigi. Foto Nelwan/deadline-news.com

Bang Doel/Nelwan (deadline-news.com)-Sigisylteng-Walau sudah diberikan waktu 50 hari pada Januari hingga akhir Februari 2022, namun pekerjaan PT.Karya Pembangunan Rezeki (KPR), belum juga tuntas di sungai Paneki, akhiranya pihak satuan kerja (Satker) PJPA memberlakukan denda dan tambahan perpanjangan waktu sampai pertengahan April 2022.

Proyek perbaikan sungai dan pengendalian sediment kontrasi sungai Paneki yang digarap oleh PT. Karya Pembangunan Rizki itu masa kontrak perpanjangannya berakhir 28 Februari 2022 lalu, ternyata belum rampung 100% (persen) juga.

Kelapa satua kerja (Kasatker) PJPA Zulfikar menjawab konfirmasi deadline-news.com via telepepone di whatsappnya Jumat (25/3-2022), mengatakan Rekanan proyek Sediment di Sungai paneki Sigi itu dikenan denda dan perpanjangan waktu masa kerja.

“Benar pak, ada penambahan waktu sampai April 2022 dan sanksi denda sesuai ketentuan yang berlaku,”jelas Zulfikar.

Menurutnya pihaknya belum dapat melakukan PHO, sebab masih ada team konsultan dari JICA melakukan inspeksi.

“Nanti kalau pihak konsultan dari JICA sudah melakukan Inspeksi dan melaporkan volume pekerjaan sudah tuntas baru kami melakukan PHO,”ujar Zulfikar.

Sementara itu team PT.KPR Hendra via chat di whatsappnya Kamis (24/3-2022), mengatakan akibat dari adanya penambahan Siklop, perubahan desain dan penambahan pekerjaan jembatan sehingga terjadi keterlambatan pekerja, makanya belum rampung 100 % (persen).

“Kami kerjakan sudah sesuai pak,
Karena ada penambahan Siklop ada penambahan pekerjaan jembatan desa untuk fasilitas akses desa ada perubahan desain ke parapet yang harus butuh desain khusus untuk area sediment,”jelas Hendara.

Menurut Hendra, sekarang ini karena jalur sungai bergerak terus, arus SEDIMENT dengan cuaca yang ada, jadi sepanjang akses harus ada bukaan untuk pintu masuk alat berat untuk angkat SEDIMENT DAN PENGURUAN DARI HULU KE HILIR sepanjang jalur dalam sungai.

Kemudian Non teknis ada yang tidak mau timbunan SEDIMENT dibuang dibelakang rumah warga.

“Ini pak JOINT INSPECTION BUTUH WAKTU DARI BWS & JICA JEPANG TEAM turun cek per item dan butuh waktu pak,
Ada yang di ceklist semua,”terang Hendra.

Hendra menjelaksan bahwa untuk struktur sudah terpenuhi.

“KALO untuk STRUKTUR SDH TERPENUHI”terang Hendra.

Pantauan deadline-news.com di lapangan Kamis (24/3-2022), masih ada beberapa item yang belum tuntas pada proyek sediment dan penanggulan sungai paneki itu.

Terlihat dibagian hulu sungai Paneki belum digarap. Bahkan masih terlihat banyak material pasir bercampur tanah lumpur (sedimentasi) dibagian hulu itu.

Kemudian masih terlihat mobilisasi material bekas sediment diangkut dan ditumpuk di dinding tanggul. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: