Covid19 Pengaruhi Pendapatan Pedagang Pasar Modern Sansarino

 

Syamsul Bahri M. Kasim (deadline-news.com) – Tounasulteng – Jelang berahirnya bulan suci Ramadhan, dimana virus pandemi covid19 masih terus menghantui warga masyarakat belahan dunia termasuk di Kabupaten Tojo Una-Una Sulawesi Tengah.

Akibat mewabahnya virus itu, mempengaruhi ekonomi Masyarakat khususnya di Kabupaten Touna. Hal ini dibuktikan dengan sepinya pembeli di pasar moderen Sansarino Ampana.

Asis M. Canu warga masyarakat Kecamatan Ampana Tete pedagang ayam potong di pasar moderen Sansarino, kedapada deadline-news.com Sabtu (9/5-2020), mengatakan hari ini ia cape menunggu pembeli.

Dikatakannya, sebelum pasar dipindah ke Sansarino, pendapatan yang ia dapatkan sangat memuaskan. Bahkan bisa menyekolahkan anak, dan menyicil mobil, sekarang susah.

“Saat ini anaknya sudah diberhentikan, sebab pendapatannya sangat menurun drastia,”ujar Asis.

Menurut Asis, situasi dan kondisi ini dialaminya sejak dibukanya pasar moderen Sansarino, belum lagi covid19 yang belum di tau kapan berakhirnya.

Mince Anteko, warga masyarakat Kecamatan Ratolindo pedagang barang campuran mengakui, pendapatannya sangat menurun sejak dipindahnya pasar ini, apalagi dengan mewabahnya virus corona ini.

Mince menuturkan, sebelum dipindahnya pasar ini, walaupun ia hanya menjual jagung hingga tiga jam pendapatan mencapai 5 ratusan ribu rupiah perhari. Namun setelah dipindahnya pasar ini ditambah lagi dengan mewabahnya virus corona pendapatannya menurun.

Mince juga menjelaskan, bahwa selama corona ini ia pernah mengalami penghasilan dari jualannya hanya Rp,10.500. Sementara, Owan pedagang daging, warga kelurahan Dondo Barat Kecamatan Ratolindo, menuturkan

harga daging saat ini mencapai Rp,120.000/kg, ikan mentah 50 ribu, ikan kering Rp, 45 ribu/kg, menurutnya tak ada kenaikan.

Hanya saja kata Owan, pasar saat ini sangat sepi, virus corona sangat mempengaruhi daya beli masyarakat.

Bisa dibayangkan, sebelumnya setiap pedagang daging bisa memotong sapi hingga 4 ekor/hari, namun saat ini satu ekor saja tak habis. Mala ia kembali membawa pulang daging miliknya untuk di beri es, menunggu untuk didagangkan esok harinya.

“Syukur alhamdulillah kalo esoknya itu bisa habis, kalo tidak terpaksa dimakan dan dibagikan ketetangga,” kata Owan.

Owan juga menuturkan, sepinya pembeli selain di pasar moderen ini belum stabil ditambah lagi dengan mewabahnya corona yang mengancam kita.

Lengkaplah penderitaan ini.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top