Ribuan Umat Pawai Ta’ruf Sambut Tahun Baru Islam 1441 H

Nanang (deadline-news.com)-Pinrangsulsel- Ribuan Umat Islam dari berbagai kalangan, Desa dan Kecamatan seKabupaten Pinrang turun kejalan.

Mereka ikut ambil bagian pawai Ta’ruf menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1441 Hijriah. Peserta Pawai Ta’ruf berkumpul di Lasinrang Park, Ahad (1/9-2019), lalu berjalan kaki menuju rumah jabatan Bupati.

Di rujab Bupati Pinrang Irwan Hamid dengan bendera star melepas peserta Pawai Ta’ruf. Nampak mendampingi Bupati, Ketua DPRD Pinrang yang baru H. Muhtadin, Jajaran Muspida dan Sekda H. Islamuddin.

Peserta Pawai Ta’ruf akan berjalan dibeberapa ruas jalan di dalam Kota Pinrang. Ketua DPD, Badan Koordinasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulaeman Anshar selaku panitia, mengatakan sekitar 10 ribuan umat Islam mengikuti Pawai Ta’ruf dengan 200 kafilah.

Para Kafilah itu datang dari 12 kecamatan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Para Iman Masjid dan Pegawai Syara, Sekolah dan Pesantren, Kelompok Pengajian serta remaja masjid.(rilis Herman Chandra/humas pinrang). ***

Akhirnya Niat Tim SHL Bagi Takjil di Selter Pengungsian Terwujud

Bang Doel (deadline-news.com)-Palusulteng-Jum’at petak (31/5-2019), akhirnya niat baik puluhan Tim Sahabat Hidayat Lamakarate (SHL) untuk membagi-bagikan Takjil di Selter-selter pengungsian korban bencana alam 28 September 2018, terwujud sudah.

Sebanyak 2760 paket Takjil yang disiapkan panitia untuk dibagikan di selter-selter pengungsian seperti Balaroa, Lere, Mpanau Taweli, Pengungsian STQ Jabal Nur dan Jalur Bangga. Demikian dikatakan Rahmat Aco Juru Bicara SHL kepada deadline-news.com Jum’at malam (31/5-2019), usai buka puasa via chat whatsapp.

Menurutnya hadir dalam pembagian Takjil itu Lurah Lere, Babinsa Lere dan para tokoh Agama, Pemuda, dan masyarakat se Kelurahan Lere.

“Kegiatan ini hanya semata-mata sebagai bentuk kepedulian dibulan yang penuh berkah ini, mumpung masih ada waktu dan rezeki,”ujar lelaki yang akrab disapa Aco itu. ***

Walikota Hidayat Pimpin Silaturahim Ramadhan di Masjid Al-Furqan

Ilong (deadline-news.com)-Palusulteng-Wali kota Palu, Drs. Hidayat, M.Si memimpin silaturahim ramadhan di Masjid Al-Furqan kelurahan Petobo Jum’at (31/5-2019).

Walikota Hidayat didampingi beberapa pejabat Pemkot Palu yakni Sekretaris Daerah kota Palu, Asri L. Sawayah, SH, Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesra, Rifani Pakamundi, para pimpinan OPD lingkup Pemerintah kota Palu seperti Kadis Kominfo Ichsan Hamzah, Kaban Kesbangpol Zainal Abidin, Kepala Bappeda Arfan, dan pejabat lainnya.

Dalam sambutannya, Wali kota Hidayat mengatakan Silaturahim Ramadhan yang dilaksanakan ini, merupakan kegiatan tambahan dan khusus digelar bersama beberapa Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam di kota Palu.

Wali kota Hidayat menyebutkan berdasarkan keputusan rapat bersama Kemenag Palu, MUI kota Palu, Camat, Lurah, tokoh masyarakat, dan para tokoh agama yang lalu, Sholat Idul Fitri Pemkot Palu akan dilaksanakan di dua lokasi, yaitu Lapangan Vatulemo dan Lapangan Sepak Bola Mini Petobo.

“InsyaAllah kita sudah perintahkan para kepala OPD dan para guru se-kota Palu untuk bersama-sama melaksanakan Sholat Idul Fitri di Lapangan Petobo, kecuali Wakil Wali kota dan Kadisdikbud Palu di Lapangan Vatulemo,” ujar Wali kota.

Sehubungan dengan pelaksanaan Sholat Ied di Petobo, Wali kota Hidayat meminta agar hasil celengan nantinya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan keagamaan bagi masyarakat kelurahan Petobo. ***

Berbagi Makanan di Masjid-Masjid Ala LTA

M.Sunandar (deadline-news.com)-Pasca bencana alam Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala), berbagai organisasi sosial kemasyarakat berempati.

Adalah LEMBAGA TABUNGAN AKHIRAT ( LTA ) PALU berbagi makanan di setiap hari Jum’at di Masjid-masjid di Palu. Mereka menyiapkan dan membagi-magikan nasi dos.

Adalah masjid raya Lolu salah satunya yang menjadi sasaran berbagi nasi dos itu. Masjid Raya Lolu Palu ini memang tidak pernah sepi dari Jamaah setiap waktu salat. Apalagi letaknya strategis ditengah-tengah kota, sehingga muda dijangkau.

Slogan SUKSES (Solidaritas Untuk Kegiatan Sosial Sesama) LTA yang bernafaskan islam ini. LTA didirikan di kota Palu sulawesi pada Tanggal 15 Mei 2014 oleh Rekha Al Idrus pertama kalinya. LTA ini sekaligus menjadi tekanan untuk kegiatan keummatan dan sosial masyarakat.

Seiring berjalannya waktu terjadi pergantian dari Rekha Al Idrus ke Nunung Rismayani. Sedangkan dewan penasehat menempatkan Rusdi Mastura. Induk organisasi ini berada di Batam semenjak pasca gempa, tsunami dan likuifaksi.

“Sejak bencana Pasigala LTA banyak melakukan kegiatan sosial dalam bentuk bersih – bersih masjid yang kena gempa, tsunami dan likuifaksi, termasuk mengevakuasi korban dan membuka taman baca dan lain-lain kegiatan yang berbau social dan keagamaan,”kata Nunung Rismayani menjawab deadline-news.com Jum’at (21/12-2018) di Masjid Raya Lolu Palu.

Menurutnya sebanyak 1.280 dos, nasi siap makan yang mereka siapkan dan dibagi-bagikan ke Jamaah Masjid.

“Semua jamaah yang hadir kami persilakan untuk mengambil secara gratis dan teratur. Hal ini adalah sebuah gerakan sosial membantu masyarakat yang tujuannya sebagai tabungan akhirat. Dan kami memebri dengan ke iklasan dan mengharapkan semata-mata ridho dari Allah SWT,”kata Nunung.

Nunung mengatakan tabungan akhiraat hanya mengetuk hati pengurus maupun donatur tetap, ataupun donatur siapa saja, agar bisa membantu dan mengeluarkan sedikit kelebihan rezekinya dalam bentuk pengadaan nasi dos, dan bisa langsung diantar ditempat kegiatan dan dibagikan bisa diambil oleh pengurus tabungan akhirat yang semua akan dibuka secara transparan bantuan tersebu.

Bagi dermawan yang mau ikut berpartisi[asi, dapat menghubungi kontak di nomor handpone ini 082293502635 dan 08114500345. ***

Proyek Revitalisasi Asrama Haji Palu Tak Dapat Digunakan Tahun ini

foto proyek revitalisasi asrama haji Palu masih “terbelangkalai” . foto Bang Doel/deadline-news.com jumat (14/7-2018).

Bang Doel (deadline-news.com)-Palusulteng-Walaupun telah diberikan tambahan waktu selama 90 hari (3) bulan, terhadap pengerjaan proyek revitalisasi asrama Haji Palu yang telah berakhir per tanggal 30 Maret 2018 lalu. Namun proyek revitalisasi asrama haji Palu itu tak dapat digunakan pada musim haji tahun 2018 ini.

Pasalnya proyek yang dikerjakan sejak tahun 2017 itu, dan mestinya berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 lalu, belum juga menunjukkan akan penyelesaiannya. Celakanya rekanan proyek tersebut diduga telah diputus kontraknya dan diberlakukan black list.

Tapi pantauan deadline-news.com Sabtu (14/7-2018), di lokasi proyek jalan WR.Supratman itu terlihat masih terdapat papa proyek bertulisakan PT.TIRTA DHEA ADDONNICS PRATAMA. Padahal perusahaan tersebut telah diputus kontraknya karena tidak mampu menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu. Bahkan telah diberi kebijakan penambahan waktu selama 3 bulan.

Sebelumnya Arifin salah seorang pejabat di Kanwil Kementrian Agama Sulteng yang dikonfirmasi via handpone membenarkan jika pengerjaan lanjutan proyek revitalisasi asrama Haji Palu sementara dihentikan, sambil menunggu hasil audit dari badan pemeriksa keuangan (BPK) RI.

“Pihak Kakanwil Kemenag Sulteng telah meminta BPK RI perwakilan Sulteng di Palu untuk melakukan audit terhadap proyek Revitalisasi asrama Haji itu. Pihak rekanan belum diperbolehkan melanjutkan pekerjaannya jika belum ada rekomendasi BPK,”jelas Arifin.
Disinggung soal masih adanya aktivitas di lokasi Proyek senilai Rp, 43 miliyar lebih itu, Arifin mengaku tidak tahu menahu.

“Saya belum tahu, karena saya beberapa hari ini belum jalan ke lokasi proyek revitalisasi asrama haji,”aku Arifin.

Sementara itu pejabat pembuat komitmen (PPK) Proyek revitalisasi asrama Haji Palu ibu Nur yang dikonfirmasi via whatsapp terkait belum rampungnya pekerjaan proyek tersebut, dan masih adanya aktivitas di lokasi proyek, padahal rekanannya sudah diberhentikan, tidak memberikan jawaban. ***

Proyek Revitalisasi Asrama Haji Berakhir Desember, Progres Baru 10%

foto tiang penyangga dan pembesian lantai 1 terbalut papan, untuk persiapan pengecoran. foto Bang Doel/deadline-news.com.

Bang Doel (deadline-news.com)-Palusulteng-Proyek revitalisasi pembangunan asrama Haji transit Palu berakhir bulan Desember 2017. Namun progres pekerjaannya baru mencapai 10 % (persen). Padahal proyek itu harusnya selesai pada bulan Desember 2017, sesuai kontrak.

Proyek revitalisasi pembangunan asrama haji itu, dibiayai anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun 2017 senilai Rp, 43,651,000,000. Adalah PT.Tirta Dhea Addonnich Pratama yang mengerjakan proyek gedung asrama Haji Palu yang direncanakan 4 lantai itu. Kemudian konsultan pengawasnya adalah PT.Multi Karsa Madatama.

Pantauan deadline-news.com Sabtu sore (11/11-2017), di lokasi proyek, terlihat masih pemasangan tiang penyangga untuk lantai satu (1) yang dibalut dengan papan persiapan pengecoran. Nampak beberapa pekerja yang sedang beraktivitas pada proyek pembangunan revitalisasi asrama haji transit Palu itu.

Kepala bidang urusan Haji, H.Arifin yang dikonfirmasi via handpon membenarkan jika progres pembangunan asrama Haji yang dikerjakan PT.Tirta Dhea Addonnich Pratama itu baru mencapai 10 persen.
“Kalau rekanan hanya mampu menyelesaikan proyek itu 10 persen, maka hanya 10 persen yang kami bayarkan,”aku Arifin.

Menurut Arifin Dirjen dari Kementerian Agama telah turun beberapa waktu lalu meninjau proyek pembangunan revitalisasi asrama haji transit Palu. Dan pihak Dirjen telah mengultimatum rekanan yang mengerjakan proyek itu, agar segera diselesaikan sebelum tanggal jatuh tempo sesuai kontrak.

“Pak Dirjen telah turun meninjau proyek itu. Dan pihak rekanan telah dipanggil oleh Dirjen dan ditanya berapa persen mampu diselesaikan. Pengakuan pihak Rekanan ke Dirjen 90 persen. Tapi jika tidak mampu makan kontrak akan diputuskan dan dibayarkan sesuai volumenya,”jelas Arifin.

Sementara itu pejabt pembuat komitmen (PPK) Hj.Nuranggraini yang dikonfirmasi via whatsapp tidak memberikan jawabannya.

Bagian lapangan proyek revitalisasi asrama haji transit Palu yang coba dihubungi di lokasi, tidak ada yang mau mengaku. salah seorang diantaranya mengaku hanya sebagai pekerja biasa saja, bukan penanggungjawab lapangan. ***

Pernah Vakum, Pemuda Katolik Komcab Palu Eksis Lagi

Bang Doel (deadline-news.com)-Palusulteng – Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah (KOMDA) Sulteng melantik pengurus Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Palu periode 2017-2020 pada Minggu, (29/10-2017) di Aula Gereja Katolik Paroki Santa Maria Palu.

Hadir pada kesempatan itu Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Palu mewakili Wali Kota Palu, Drs. Hidayat, M.Si, Pastor Paroki Santa Maria Palu, Johanis Salaki, MSC, Pengurus PMKRI Cabang Palu, KMK, KMHDI serta elemen Pemuda lainnya.

Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang (KOMCAB) Palu, Dyonisius Toberliyanto mengatakan, Pemuda Katolik Palu sudah pernah ada tetapi vakum. Tugas kita saat adalah membenahi organisasi agar aktif kembali dengan melakukan kaderisasi berjenjang sesuai dengan tata kerja organisasi.

Ketua Pemuda Katolik KOMDA Sulteng, Agustinus Salut, S.IKom dalam sambutannya mengatakan, pengurus Pemuda Katolik Komcab Palu yang baru saja dilantik diharapkan agar segera melaksanakan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) untuk merumuskan program kerja.

Sehingga, nantinya bisa melaksanakan kegiatan yang sistematis dan terukur. Selain itu, Pengurus juga harus segera melakukan konsolidasi organisasi, membangun komunikasi dengan para stakeholder termasuk dengan OKP-OKP yang ada di Kota Palu.

Ia mengatakan, pelantikan ini dilaksanakan sehari setelah merayakan hari Sumpah Pemuda yang dilaksanakan setiap 28 Oktober. Kiranya Sumpah Pemuda menjadi spirit kita (pemuda) untuk berani bersatu. Berani bersatu melawan ketidak adilan, berani bersatu melawan penindasan, berani bersatu menjaga keutuhan NKRI.

“Bersama elemen pemuda Indonesia lainnya khususnya pemuda Kota Palu kita harus berani bersatu,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Palu, Drs. Hidayat, M.Si dalam sambutan yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Palu, Drs. Sumardi mengatakan, kita ketahui bahwa organisasi pemuda adalah tempat berhimpunnya kader-kader muda yang memfokuskan programnya pada pembentukan jati diri sosok pemimpin bangsa ke depan.

Tentunya tugas yang di emban sangat berat, sehingga menuntut kesiapan optimal para pengurusnya. Kesiapan yang dilandasi dengan jiwa dan semangat pengabdian yang tinggi kepada kepeningan bangsa dan negara utamanya di bidang pendidikan dan nilai-nilai spiritual, serta di bangun dengan moral dan etika yang dapat dijadikan publik figur di tengah-tengah masyarakat.

Pemerintah Kota Palu mengharapkan, Pengurus Pemuda Katolik Kota Palu yang baru saja dilantik mampu menerjemahkan berbagai aspirasi yang berkembang, serta dapat memberikan jalan keluar dari berbagai kendala dan permasalahan khususnya di bidang pendidikan spiritual yang dihadapi masyarakat.

Demikian halnya rumusan program kerjanya, sedapat mungkin bersinergi dengan program Pemerintah Kota Palu agar terbangun hubungan kerja yang saling mendukung. Sehingga kekuatan untuk merealisasikan program tersebut bisa lebih maksimal.

Hidayat yang juga mantan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sigi itu menyampaikan rasa hormat dan bangga serta berimakasih kepada adik-adik Pemuda Katolik yang telah berupaya dan berinisiatif melakukan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk membina, menggembleng dan memberdayakan para mahasiswa dan pemuda Katolik dalam rangka membentuk kepribadian dan moral yang dilandasi iman dan taqwa sebagaimana visi-misi Pemerintah Kota Palu periode 2016-2021 “Palu kota jasa, berbudaya, dan beradat yang dilandasi iman dan taqwa”.

“Mari kita sinergikan program kerja dengan program Pemerintah Kota Palu agar terjalin hubungan kerja dan saling mendukung,” ujarnya.

Pada tempat yang sama, Pastor Paroki Gereja Katolik Santa Maria Palu, Johanis Salaki, MSC mengatakan, dirinya sangat mendukung terbentuknya organisasi Pemuda Katolik Kota Palu. Organisasi Pemuda Katolik adalah salah satu dari sekian banyak organisasi Pemuda yang terdaftar dan diakui oleh negara.

“Saya sangat mendukung Pemuda Katolik untuk menjadi garam dan terang di tengah masyarakat,” ujarnya.***

 

 

Pemprov Sulteng Apresiasi Pembangunan Gereja Katolik di Wuasa

Bang Doel (deadline-news.com)-Pososulteng – Gubernur Sulteng Drs.H. Longky Djanggola, M.Si melalui Asisten I Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Sulteng, Faisal Mang meresmikan Gereja Katolik Kristus Raja Damai Wuasa, Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso Rabu (20/9-2017).

 

Gubernur Sulteng dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten I Pemprov Sulteng mengatakan, bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Sulteng memberikan apresiasi terhadap umat Katolik yang telah membangun Gereja Katolik Kristus Raja Damai sebagai upaya meningkatkan pelayanan umat.

 

Selain sebagaian rumah doa, bangunan gereja ini dapat di gunakan atau dimanfaatkan dengan kegiatan rohani lainnya agar umat senantuasa taat kepada Tuhan Yang Maha Esa (TYME). Melalui Gereja ini juga diharapkan kehidupan rohani umat semakin baik.

 

Sehingga dengan demikian dapat meningkatkan persaudaraan, kebersamaan dan kerukunan antar umat beragama yang kemudian tercermin dalam hidup toleransi dan kepedulian kita terhadap sesama.

 

“Kerukunan antar umat beragama itu sangat penting dijaga dan dirawat terus menerus oleh semua umat beragama,” ujarnya.

 

Ia juga mengatakan, umat Katolik diharapkan berperan dan partisipasi dalam pembangunan Sulteng agar bisa maju dan berdaya saing. Semoga dengan nama Geeja ini senantiasa damai bagi seluruh warga Napu, Kabupaten Poso CERDAS (Ceriah, Elok, Damai, Adil dan Sejahtera).

 

“Mari terus jaga persaudaraan dan kebersamaan, agar tidak terpengaruh dengan ajaran-ajaran sesat. Manfaatkan gereja ini sebaik-baiknya melalui pelayanan yang paripurna,” imbuhnya.

 

Ketua Panitia, Endi Hermawan mengucapkan terimakasih kepada Uskup Manado bersama para Pastor yang sudah hadir pada acara ini. Panitia juga mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Sulteng, Bupati Poso, Camat Lore Utara dan seluruh masyarakat Lore Utara yang mendukung dan mensukseskan acara ini. ***

 

Pesan Damai Pertemuan Keuskupan Manado Dengan Gubernur

Bang Doel (deadline-news.com)-Palusulteng – Uskup Keuskupan Manado Monsinyur (Mgr) Benedictus Estefanus Rolly Untu, MSC silaturahmi dengan Gubernur Sulteng, Longky Djanggola di Rumah Jabatan (Rujab) Jalan Moh. Hatta, Kota Palu, Selasa (19/9-2017).

Uskup Manado bersilaturahmi dengan Gubernur Sulteng didampingi oleh Pastor Vikaris Episkopal (Vikep) Palu, Laurentius Karamoy, Pastor Paroki Santa Maria Palu, Superior Daerah MSC Wilayah Kalimantan dan Sulawesi, Pastor Berti Tijow, MSC, Pemuda Katolik Komisariat Daerah (KOMDA) Sulteng, Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santa Maria dan DPP Santo Paulus Palu, serta Kaum Bapak Katolik (KBK).

 

Mgr. Benedictus Estefanus Rolly Untu, MSC tiba di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu pada pukul 08.23 Wita, dan disambut oleh Pastor Vikep Palu, Pastor Paroki Santa Maria, dan sejumlah tokoh umat Katolik Palu.

Setelah tiba di Bandara Palu, Uskup langsung menuju Gereja Katolik Paroki Santa Maria Palu, dan pada pukul 10.00 Wita, Uskup bersama rombongan diterima oleh Gubernur Sulteng di Rujabnya.

 

Gubernur Sulteng, Drs. H. Longky Djanggola, MSi dalam pertemuan itu mengatakan apresiasi yang sangat tinggi kepada Uskup Manado atas kunjungannya. Silaturahmi seperti ini sangat penting dalam rangka meningkatkan persaudaraan. Jangan tunggu terjadi apa-apa baru kita silaturahmi.

 

“Sepanjang saya ada di tempat, pasti saya terima kunjungannya siapa saja. Jangan tunggu ada terjadi masalah baru silaturahmi. Meskipun terkadang saya tidak terima karena jadwal padat, jadi harap maklum saja,” kata Longky sembari menambahkan Gereja Katolik paling banyak kedamaian. Misi perdamaiannya sangat bagus.

 

Sementara itu, Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Benedictus Estefanus Rolly Untu, MSC dalam pertemuan itu mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Sulteng yang telah menerima kami di tengah-tengah kesibukannya. Mgr. Rolly Untu menjelaskan, bahwa dirinya membawahi tiga Provinsi di Sulawesi yakni Gorontalo, Sulteng dan Sulawesi Utara.

 

Di Sulteng terbagi dua wilayah Kevikepan, yakni Kevikepan Palu terdiri dari Kota Palu, Sigi, Donggala, Poso, Morowali, Morowali Utara, Tolitoli, dan Buol. Sedangkan Kevikepan Luwuk terdiri dari, Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan, Tojo Una-Una dan Banggai Laut.

 

Uskup Manado kemudian memperkenalkan kepada Gubernur Pastor Paroki Santa Maria Palu, Johanis Salaki, MSC dan Pastor Paroki Santo Paulus Palu yang juga sebagai Pastor Vikep atau Wakil Uskup Palu, RD Laurentius Karamoy.

 

“Ini kunjungan pertama saya di Palu untuk memberikan semangat kepada umat Katolik disini sekaligus menyampaikan kepada umat bahwa kita harus saling bekerja sama dengan umat lain yang ada di wilayah ini,” katanya.

 

Uskup Keuskupan Manado yang ditahbiskan pada Sabtu, 8 Juli 2017 di Stadion Maesa Tondano, Sulawesi Utara itu menegaskan kembali motohnya Mgr. Albertus Soegijapranata, SJ (Uskup prbumi pertama/Pahlawan Nasional) yakni 100 persen Katolik, 100 persen Indonesia.

 

Artinya, kita 100 persen warga Gereja, 100 persen juga sebagai warga Negara Indonesia. Sehingga kita harus bekerja sama dengan semua pihak. Kita harus saling bersilaturahmi untuk mewujudkan keterbukaan kita kepada umat lain.

 

Setelah melakukan kunjungan di Palu, Uskup bersama rombongan menuju Wuasa, Kabupaten Poso dalam rangka peresmian Gereja Katolik Kristus Raja Damai Wuasa pada Rabu, 20 September.

 

Uskup adalah pimpinan Gereja setempat yang bernama Keuskupan dan merupakan bagian dari hierarki Gereja Katolik Roma setelah Sri Paus (Uskup Agung Roma) dan Kardinal. Provinsi Sulteng merupakan bagian dari wilayah Keuskupan Manado.***