Pejabat Matra Diduga Terima Suap 1 M Dari PT. Mamuang

Demo Petani dikantor Bupati Matra
PASANGKAYU (koranpedoman)-Ratusan petani yang mengatasnamankan Kelompok Pemberdayaan Masyarakat (KPM) melakukan aksi unjukrasa di kantor bupati Mamuju Utara (Matra) Sulawesi Barat (Sulbar) menuntut pengembalian lahan perkebunan kelapa sawit yang dikuasai PT. Mamuang, selain itu juga menutut kepada pihak kepolisian untuk melakukan pengusutan dugaan suap yang dilakukan pihak PT. Mamuang senilai 1 milyar kesejumlah oknum pejabat.
Kordinator aksi Agung menyerahkan surat pernyataan sikap kepada asisten 1 Pemerintah Kabupaten Mamuju Utara dan mengancam akan meduduki kantor bupati dan rumah jabatan bupati senin depan apabila tuntutan mereka tidak terpenuhi.

Petani juga meminta tim fasilitasi yang dibentuk Pemda Mamuju Utara segera mengusut dugaan pemalsuan sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) dan pemalsuan tanda tangan dirjen kehutanan dan menteri kehutanan yang dilakukan pihak perusahan PT. Mamuang.

“Kami sudah menemukan bukti bahwa selama ini pihak BPN tidak mau merekontruksi dengan alasan harus ada permintaan dari PT. Mamuang, kenyataannya sejak dari tahun 2007 hingga saat ini tidak mau merekontruksi HGU PT. Mamuang, kenyataannya kemarin malam ada yang memberikan ke saya fotocopy sertifikat HGU PT. Mamuang yang telah dirubah dari Desa Martajaya menjadi Desa Martasari dan untuk merubah sertifikat tersebut pihak PT. Mamuang melakukan suap kepada oknum pejabat untuk merubah sertifikat itu, dan saya tidak berani mengatakan ini kalau ini tidak benar, dan kalau tim fasilitasi tidak bisa mendapatkan solusi kami akan menduduki kantor Bupati dan Rujab Bupati kalau tidak ada kejelasan dari tim fasilitasi, dan ini tidak main-main dan bukan cuma 5 item kejahatan yang dilakukan pihak PT. Mamuang tapi ada 14 item kejahatan Yang dilakukan pihak PT. Mamuang,” terang M.A.Agung T,B.Sc ketua KPM.

Usai unjukrasa petani membubarkan diri dan mengancam kembali dan akan menduduki kantor bupati serta lokasi perkebunan PT. Mamuang apabila tuntutan mereka tak terpenuhi. (MS).***

MENPORA RESMI BUKA PORPROV SULBAR II

Polman (koranpedoman)-Sulbar-Perhelatan Pekan Olah Raga Provinsi Sulawesi Barat ke II yang dipusatkan di Kabupaten Polewali Mandar, akhirnya resmi di buka oleh Meteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi ( Senin, 11 mei 2015 ), kegiatan pembukaan yang juga di hadiri oleh Gubernur Sulawesi Barat Anwar adnan Saleh serta sejumlah Kepala Daerah tersebut di laksanakan di Stadion H.S Mengga sekira pukul 11.00.

Sebelumnya, ribuan atlet dan official dari 23 cabang olah raga yang dipertandingkan terlebih dahulu melakukan parade di hadapan menteri dan para undangan yang menandai kesiapan mereka mengikuti kompetisi olah raga terbesar daerah tersebut, selain itu sejumlah pertunjukan juga disiapkan panitia termasuk pertunjukan kuda menari ( Sayyang Pattuduq) yang juga merupan Icon Porprov II Sulbar.

Menpora Imam Nahrawi mengatakan, sangat mengapresiasi perhelatan Porprov Sulbar dan sangat optimis di Provinsi kedua termuda ini banyak menyimpan potensi olah raga yang dapat dikembangkan hingga ketingkat nasional “ saat ini kita sedang berkonsentrasi menyiapkan atlet untuk berlaga di Seagames 28 di singapura, juga mempersiapkan atlet untuk mengikuti Olimpiade Brazil 2016 serta Asian Games di Indonesia, Saya yakin atlet sulbar tidak hanya akan tampil gemilang di Pon tapi akan mampu tampil diajang internasional, dan ajang inilah nanti yang akan membuktikan Sulbar tidak boleh lagi dipandang sebelah mata, Kita semua sedang menggerakkan niat dan ketulusan untuk berlatih, guna mengembalikan kejayaan olah raga indonesia, itu semua bisa diraih salah satunya dengan adanya even seperti ini” sebut Menpora.

Terkait kebijakan anggaran negara untuk olah raga , Imam mengatakan saat ini hal tersebut tengah Menjadi perhatian serius Kemenpora untuk dapat meningkatkan alokasi APBN terhadap pengembangan olah raga, karena diyakini dengan kemajuan dunia olah raga, seluruh sektor lain juga akan bergerak maju seperti, ekonomi, wisata dan yang lainnya “ 2-4 persen anggaran itu keinginan kita” jelasnya.

Jangan pernah kecil hati sekarang katanya jadi atlet tidak berharga, Saya nyatakan hal itu keliru karena menjadi seorang atlet tentu akan menjadi kebanggaan daerah, kebanggaan bangsa dan nama kita akan selalu disebut, tambah Imam Nahrawi. untuk mendukung peningkatan pendanaan terhadap atlet, Menpora menyebutkan telah menyiapkan organisasi baru guna mendukung pendanaan atlet di seluruh daerah.( HMS- Abdul Gani )

Kejari Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Bendungan Bambaira

Kasi Pidsus Kejari Matra Hidjas Yunus, SH, MH
Kasi Pidsus Kejari Matra Hidjas Yunus, SH, MH

DOEL (koranpedoman)-PASANGKAYU-Sulbar-Kurang lebih dua tahun penyelidikan dan penyidikan dugaan korupsi Proyek bendungan dan saluran irigasi Kaluku Nangka Kecamatan Bambaira Kabupaten Mamuju Utara (Matra), akhirnya Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Mamuju Utara di Pasangkayu telah menetapkan tiga orang tersangka. Adalah Kartolo yang lebih dulu ditetapkan sebagai tersangkan setelah beberapa kali menjelani pemeriksaan. Kemudian konsultan pengawas bernama Syafri dan mantan kepala Dinas pekerjaan umum (PU) Pemprov Sulbar Idham Asib.

Continue reading “Kejari Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Bendungan Bambaira”

Agus A Djiwa Bebaskan Matra Dari Ketertinggalan

Ketua DPD PDI Perjuangan Sulbar Ir H Agus Ambo Djiwa MP yang sekaran adalah Bupati Matra Priode 2010-2015.
Ketua DPD PDI Perjuangan Sulbar Ir H Agus Ambo Djiwa MP yang sekaran adalah Bupati Matra Priode 2010-2015.

Doel (koranpedoman)-PASANGKAYU-Sulbar-Memasuki tahun kelima pemerintahan Ir.H.Agus Ambo Djiwa, MP-Drs.H.Muhammad Saal nampak terasa kemajuan pembangunan di kabupaten Mamuju Utara (Matra). Adalah program Desa Smart andalan kepemimpinan Bupati Agus-Saal. Desa Smart ini, setiap minggu jajaran pemerintah Kabupaten Matra melakukan kemah pembangunan di Desa-desa se kabupaten Matra. Mereka berada di Desa selama 3 hari 3 malam.

Continue reading “Agus A Djiwa Bebaskan Matra Dari Ketertinggalan”

Kabid Pertanian Akui “Ada Setoran Keatas”

Sawah Baru di Matra (Ft/Dok/Antasena).
Sawah Baru di Matra (Ft/Dok/Antasena).

DOEL-koranpedoman-PASANGKAYU-Sulbar-Proyek percetakan Sawah baru tahun anggaran 2012 di kabupaten Mamuju Utara (Matra) mulai diendus jaksa. Pasalnya ada rekaman suara yang mirip kepala Bidang Pertanian di Dinas Pertanian dan Peternakan Andi Sugirah. Isi rekaman pembicaraan Andi Sugirah dengan suara seorang laki-laki berlangsung agak tegang. Dan si laki-laki itu mencerca Andi Sugira dengan pertanyaan tegas, sehingga sontak saja Andi Sugirah sedikit emosi. Saat emosi itulah Andi Sugirah mulai buka suara secara jujur. Continue reading “Kabid Pertanian Akui “Ada Setoran Keatas””

Bendungan Paku, Sorga di Polman, Bencana Bagi Pinrang

Ilustrasi
Ilustrasi

Bang Doel (deadline-news.com)-Pinrangsulel-Sungai Binanga Karaeng merupakan sungai perbatasan antara wilayah Kabupaten Polewali Mandar (Polman) yang dulu dikenal Polmas sebelum memisahkan diri dengan provinsi Sulawesi Selatan.

Sekarang telah terjadi pemekaran wilayah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), sehingga sungai itu merupakan tapal batas antara Kabupaten Polman dengan Kabupaten Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan Sulbar. Continue reading “Bendungan Paku, Sorga di Polman, Bencana Bagi Pinrang”

Petani Keluhkan Proyek Irigasi Percetakan Sawah Baru Dimatra

Inilah jaringan irigasi percetakan Sawah Baru di Desa Ako yang dikeluhkan petani. Foto: Antara
Inilah jaringan irigasi percetakan Sawah Baru di Desa Ako yang dikeluhkan petani. Foto: Antara

DOEL-PASANGKAYU-Sulbar (koranpedoman)-Pemerintaha kabupaten Mamuju Utara (Matra), telah membuka lahan pertanian Sawah Baru dibeberapa Desa. Hanya saja ada yang tidak produktif, karena jaringan irigasinya tidak memadai. Sebut saja proyek percetakan sawah di Desa Pangian, Bambaira, dan Rondomayang Kecamatan Bambaira. Tapi yang paling tidak menghasilkan adalah di Desa Bambairan, demikian dikatakan salah seorang tokoh masyarakat Bambaira Azis.

Continue reading “Petani Keluhkan Proyek Irigasi Percetakan Sawah Baru Dimatra”

Proyek Jembatan Putih Mata Diduga Tak Sesuai Bestek

Ilustrasi
Ilustrasi

Doel (koranpedoman)- PASANGKAYU- Sulbar- Proyek Jembatan di Dusun Putih Mata Desa Pakava Kecamatan Pasangkayu kabupaten Mamuju Utara (Matra) senilai kurang lebih Rp, 350 juta, dikeluhkan masyarakat setempat. Pasalnya jembatan tersebut baru sebatas pondasi sebelah menyebelah (ABUTMENT) dan pengecoran landasan tiang tengah. Lebar Sungai itu sekitar 25-30 meter. Continue reading “Proyek Jembatan Putih Mata Diduga Tak Sesuai Bestek”

Usut PT.Unggul, DPRD Matra Bentuk Pansus

SawitDOEL (koranpedoman)-PASANGKAYU-Sulbar- Sengketa lahan perkebunan Sawit antara masyarakat Desa To Oni, Buluh Parigi, dan Sipakainga Kecamatan Baras dan Doripoku Kabupaten Mamuju Utara (Matra) provinsi Sulbar dengan manajemen PT.Unggul, mendapat atensi serius dari pihak DPRD Matra. Menyikapi persoalan masyarakat dengan PT.Unggul itu, ketua DPRD Matra H.Lukman Said, S.Pd, M.Si, menegaskan bahwa pihaknya segera membentuk panitia khusus (Pansus). Namun tentunya setelah rapat pembahasan dan pengesahan RAPBD tahun 2015. Sehingga bisa fokus melaksanakan tugas-tugas kemasyarakatan demi kemajuan daerah. Continue reading “Usut PT.Unggul, DPRD Matra Bentuk Pansus”