Hasil Reses Anggota DPRD Pasangkayu di Paripurnakan

foto Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa saat memberikan sambutan dihadapan peserta rapat paripurna. foto dok deadline-news.com
foto ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Pasangkayu Aksan Yambu saat menyampaikan pandangan fraksinya terkait hasil reses di dapil masing-masing. foto dok deadline-news.com
foto Forkompida saat menghadiri rapat paripurna di DPRD Pasangkayu. foto dok deadline-news.com
foto Kadis Infokom bersama stafsus Bupati saat mengikuti rapat paripurna di DPRD Pasangkayu. foto dok deadline-news.com
foto anggota DPRD Pasangkayu yang menempati kursi bagian belakang saat paripurna. foto dok deadline-news.com

Bang Doel (deadline-news.com)-Pasangkayusulbar-Setelah melakukan penyerapan aspirasi ke daerah pemilihan masing-masing (Reses), anggota DPRD Pasangkayu rapat paripurna Rabu (24/1-2018).

Rapat paripurna itu dipimpin langsung ketua DPRD Pasangkayu H.Lukman Said, yang dihadiri semua unsur fraksi di DPRD Pasangkayu. Selain itu hadir Bupati Pasangkayu Ir.H.Agus Ambo Djiwa, MP, para kepala oraganisasi pemerintah daerah (OPD) dan Forkompinda Pasangkayu, diantaranya Kapolres dan Kajari.

Pada rapat paripurna itu, semua fraksi menyampaikan masukan kepada Eksekutif (Bupati), terkait masukan aspirasi masyarakat di daerah pemilihan masing-masing, untuk dapat diakomodir dalam pembiayaan pembangunan kemasyarakatan, utamanya terkait pembangunan fisik, jalan dan jembatan ke kantong-kantong produksi yang dibutuhkan masyarakat.

Sementara itu Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa dihadapan sidang paripurna DPRD Pasangkayu, memberikan apresiasi yang positif atas masukan dan kritikan para anggota DPRD Pasangkayu, untuk kepentingan kemajuan daerah.

“Fungsi DPRD adalah memberikan pengawasan, anggaran (Bugjedting) dan Legislasi (membuat peraturan daerah) bersama-sama Eksekutif. Olehnya saya ucapkan banyak-banyak terima kasih atas kemitraan yang solid untuk membangun Kabupaten Pasangkayu yang kita sama-sama cintai ini,”ujar Bupati 2 periode itu.

Ketua DPRD Pasangkayu Lukman Said dalam kata pengantarnya meminta kepada seluruh kepala OPD dan Badan untuk senantiasa mengakomodasi aspirasi masyarakat yang telah disampaikan lewat fraksi-fraksi di DPRD yang menjadi rekomendasi DPRD demi kemajuan daerah ini. ***

Ketua DPRD Pasangkayu Fasilitasi Aspirasi Guru Honorer

foto guru honorer sampaikan aspirasi di DPRD Pasangkayu. foto Bang Doel/deadline-news.com
foto guru honorer berdiskusi sebelum menyampaikan aspirasinya ke pimpinan DPRD Pasangkayu. foto Bang Doel/deadline-news.com
foto ketua DPRD Pasangkayu H.Lukman Said memimpin rombongan guru Honorer meneui Sekda Kab.Pasangkayu Drs.H.HM.Natsir, MM. foto Bang Doel/deadline-news.com

Bang Doel (deadline-news.com)-Pasangkayusulbar-Pagi itu rabu (24/1-2018), sekitar pukul 10:00 wita, puluhan guru honorer dari berbagai tingkatan sekolah, yakni guru TK, SD, SMP, SMA dan yang sederajat mendatangi kantor DPRD Pasangkayu.

Mereka mengadukan nasibnya ke DPRD Pasangkayu. Pasalnya sebagian besar sudah mengabdi bertahun-tahun, tapi tak kunjung diangkat menjadi PNS.

Adalah ketua DPRD Pasangkayu H.Lukman Said, S.Pdi,M.Si menerima para guru honerer itu di salah satu ruangan rapat. Dalam pertemuan itu, para guru honorer mempertanyakan nasib mereka. Apakah masih dapat diakomodir pada data best untuk diangkat menjadi PNS atau tidak?

Guru honorer yang mempertanyakan nasibnya ke DPRD Pasangkayu itu, ada yang tergolong K2 dan ada pula yang tidak. Kedatangan mereka ke DPRD Pasangkayu itu, bertepatan sedang berlangsung rapat di DPR-RI terkait perubahan undang-undang apatura sipil Negara (ASN), yang termasuk didalamnya menyangkut nasib para guru honorer.

Ketua DPRD Pasangkayu H.Lukman Said dalam penjelasannya dihadapan puluhan guru honorer mengatakan sebenarnya pengangkatan guru honorer adalah urusan Negara. Sebab terkait regulasi yakni undang-undang No. 5 tahun 2014 tentang aparatur sipil Negara (ASN).

“Kalau hari ini Rabu (24/1-2018), Badan Legislasi (Banleg) DPR RI berhasil melakukan revisi undang-undang No.5 tentang ASN, maka nasib kalian akan berubah, dari honorer menjadi PNS. Tapi jika tidak ada revisi maka nasib kalian tetap honorer dan digaji oleh daerah. Bagi TK, SD dan SMP itu tanggungjawab kabupaten. Sedangkan SMA dan yang sederajat itu domain Provinsi. Namun demikian Bupati kita dorong untuk membuat SK kolektif untuk tenaga honorer,”jelas Politisi PDIP itu.

Lukman mengarahkan para guru honorer itu untuk membuat forum komunikasi, sehingga dapat mengakses dan berbagi informasi terkait perkembangan penerimaan PNS.

“Sebaiknya kalian membuat forum atau aliansi di group whatsapp, biar selalu berbagi informasi terkait penerimaan PNS,”ujar ketua DPD PDIP Pasangkayu itu.

Sebelum ditutup pertemuan guru honorer dengan pimpinan DPRD Pasangkayu, telah dibentuk forum aliansi guru hinorer yang dikoordinatori Fahruddin, kemudian sekretaris Firman dan bendahara Nurul.

Selain itu ketua DPRD Pasangkayu Lukman Said meminta data akurat terkait para guru honor, yang direkomendasikan oleh para kepala sekolah masing-masing, dan diketahui Diknas Kabupaten Pasangkayu lalu disampaikan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

“Saya harap melalui koordinator mendata kembali guru honorer yang benar-benar melaksanakan tugasnya. Jangan sampai nanti ada penerimaan baru mengaku juga guru honorer, padahal sudah meninggalkan tugasnya sekian lama. Olehnya perlu data yang akurat,”kata ketua DPRD Pasangkayu dengan nada menyarankan.

Guru honorer SMA Karya Bangsa Pasangkayu Hajar, mengaku kecewa dengan pemerintah daerah Pasangkayu. Pasalnya pada tahun 2015, disuruh kerja 2 minggu baru dapat diberikan SK honorer. Tapi sampai sekarang SK itu tidak ada. ***

NA : Kita Bangun Indonesia Dari Sulsel

 

foto kelurga PattinjoNA di Lombo menyambut kehadiran Prof Nurdin Abdullah saat melakukan siarah ke makam pamannya dan silaturahmi dengan kerabatnya. foto Andi Hartono/deadline-news.com

Andi Hartono (deadline-news.com)-Lombosulsel-Dihadapan keluarga Pattinjo Lombo Professor Nurdin Abdullah (NA) menegaskan jika dirinya nanti dipilih rakyat untuk memimpin Sulawesi Selatan pada pemilihan gubernur Sulsel 27 Juni 2018 mendatang, Insha Allah Indonesia kita bangun dari Sulsel.

“Dari Sulsel kita Bangun Indoneia,” ujar NA saat bersilaturahmi dan bersiarah ke makam kerabatnya di Dusun Lombo Desa Benteng Paremba Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang Provinsi Sulsel Ahad pagi (14/1-2018).

Menurut NA, dirinya tidak perlu janji-janji politik yang muluk-muluk, karena sudah membuktikannya di Kabupaten Bantaeng. Apa yang kami lakukan di Bantaeng itu juga akan kami lakukan di Sulsel secara umum yang tentunya bekerjasama dengan para bupati dan walikotanya.

“Kurun waktu hampir 10 tahun memimpin Kabupaten Bantaeng, Alhamdulillah banyak hal yang berhasil kita bangun. Mulai dari infrastruktur pertanian, jalan, peningkatan pendapatan masyarakat baik di Kota maupun di Desa. Selain itu, peningkatan pelayanan kesehatan, dan meningkatkan kwalitas pelayanan pendididkan. Tegasnya tidak perlu saya berbicara banyak, tapi lihatlah di Bantaeng,”tandas Prof Andalan akronim pasangan cagub dan cawagub Sulsel 2018 Professor Dr.Ir.HM.Nurdin Abdullah, M.Agr – Andi Sudirman Sulaiman, ST itu saat mengunjungi kerbatnya yang berada diperbatasan Sulsel – Sulbar itu, dengan menggunakan pesawat helikopter.

Helikopter yang dutampangi Prof Andalan bersama rombongan itu, start dari kota Bantaeng pada pukul 8:4 wita. Dan Tiba di Lombo tepatnya di lapangan Sepak Bola Desa Benteng Paremba pada pukul 9:4 wita.

Kata NA Bantaeng dulunya adalah daerah tertinggal, dan penduduknya banyak yang miskin, karena sumber pendapatan mereka tidak menentu. Bahkan ada yang menjadi perantau. Lebih miris lagi, tingkat pendidikan sebagian masyarakatnya rendah.

“Tapi Alhamdulillah selama hampir 10 tahun ini, Bantaeng salah satu daerah Kabupaten yang cukup maju, membanggakan, dan diperhitungkan baik nasional maupun internasional, karena perkembangannya. Dan salah satu modalnya adalah kejujuran, kerja keras dan kebersamaan dengan masyarakat dan semua pihak,”tutur Bupati dua periode di Bantaeng itu. ***

“Sejarah Baru, Prof Nurdin Abdullah Daratkan Helikompter di Lombo”

Kerabat Prof Nurdin Abdullah salam 5 jari sebagai bentuk dukungan untuk maju di Pilgub Sulsel 2018. foto Andi Hartono/deadline.com

foto bersama warga Lombo sesaat setelah Prof Nurdin Abdullah mendarat di Lampangan Desa Benteng Paremba. foto Andi Hartono/deadline-news.com

Andi Hartono  (deadline-news.com)-Lombosulsel-Sejak merdeka Indonesia 1945 – 2018 (73) tahun, baru pertama kalinya kampung Lombo Desa Benteng Paremba Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang didarati pesawat Helikopter.

“Ini sejarah baru yang ditorehkan Professor Dr.Ir.HM.Nurdin Abdullah, M.Agr (NA), terkhusus bagi warga dusun Lombo Desa Benteng Paremba Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang, karena mendaratkan pesawat helikompter yang ditumpanginya di Lombo. Sebelumnya kami tidak pernah membayangkannya kalau Lombo akan didarati pesawat Helikompter,”tutur Syafri alias Papa Usu menjawab deadline-news.com di sela-sela kongkongkow di salah satu rumah pengantin atas kungjungan silaturahmi dan siarah ke makam kerabat Professor Dr.Ir.HM.Nurdin Abdullah yakni makam almahrum orang tua kita Karaeng Malik Ahad (14/1-2018),”ujar Papa Usu.

Kata Papa Usu yang membanggakan lagi karena yang datang menggunakan helikopter adalah seorang calon pemimpin daerah ini (Calon Gubernur Sulsel 2018).

“Selama ini belum seorangpun calon gubernur ataupun gubernur yang mengunjungi daerah ini (Lombo khususnya). Tapi Proffesor Nurdin Abdullah menyempatkan diri mengunjungi warga terpencil seperti di Lombo, sekalipun itu hanya bersilaturahmi dengan kerabatnya. Kita patut berbangga dan memberikan apresiasi positif. Paling tidak kita warga Pattinjo Lombo mendukung dan memilihnya nanti,”tandas Sulemana yang ikut memberikan tanggapanya dalam diskusi itu.

Kata Sulemana, jika kita mendukung dan memilihnya bukan karena Nurdin Abdullah-nya, tapi kita lihat kerabatnya di Lombo yang juga kerabat kita.

“Dengan demikian kerabat NA di Lombo juga kerabat kita. Sehingga secara tidak langsung NA adalah kerabat kita sebab di daerah Pattinjo ini, ada kerabatnya yang cukup kita kenal dan tokohkan,”jelas lelaki yang akrab disapa Nenek Ambo itu. ***

Gunakan Helikopter, Prof Nurdin Abdullah Siarahi Makam Pamannya

foto Prof Nurdin Abdullah bersama keluarga almahrum Karaeng Malik
prof Nurdin Abdullah menyalami warga lombo yang dilewatinya sepanjang jalan. foto Andi Hartono/deadline-news.com
foto bersama Prof Nurdin Abdullah dengan warga Lombo. foto Andi Hartono/deadline-news.com

H.Sere berikan sambutan dan ucapan selamat datang kepada Prof Nurdin Abdullah di Lombo. foto Andi Hartono/deadline-news.com
prof Nurdin Abdullah makan siang bersama keluarga Karaeng Malik yakni H.Sere, Imam Masjid Lombo Pua Tadu bersama warga lainnya. foto Andi Hartono/deadline-news.com
prof Nurdin Abdullah menyapa warga lombo. foto Andi Hartono/deadline-news.com

Andi Hartono (deadline-news.com)-Lembangsulsel-Ratusan masyarakat Dusun Lombo Desa Benteng Paremba Kecamatan Lembang kabupaten Pinrang sambut kehadiran Professor Dr.Ir.HM.Nurdin Abdullah,M.Agr yang melakukan siarah ke Makam salah seorang pamannya.

Prof Andalan akronomi dari pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel 2018 -2023, Prof Dr.Ir.HM.Nurdin Abdullah, M.Agr – Andi Sudirman Sulaiman, ST itu menggunakan helikopter saat melakukan siarah ke makam pamannya dan silaturahmi di kediaman kerabatnya di Dusun Lombo Ahad Pagi (14/1-2018).

Adalah kediaman keluarga almahrum Abdul Malik Pattaruppa yang akrab disapa Karaeng Malik oleh warga Lombo khususnya dan lembang umumnya yang menjadi tujuan kunjungan silaturahmi sekaligus menyiarahi makam almahrum Karaeng Malik di kampung Dindin, dusun Lombo, Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang.

Saat tiba di Lapangan Desa Benteng Paremba pesawat helikopter yang ditumpangi Prof Nurdin Abdullah bersama rombongan itu,yang start dari kota Bantaeng pada pukul 8:4 wita, dan mendarat mulus di lapangan Desa Benteng Paremba pada pukul 9:4 wita menjadi perhatian menarik dan dikerumuni warga dari lima desa yakni Desa Benteng Paremba, Desa Pangaparang, Desa Binanga Karaeng, Kelurahan Betteng, dan Desa Sabbang Paru Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang.

Tokoh masyarakat Lombo H.Sere yang mewakili keluarga almahrum Karaeng Malik dalam sambutannya, mengucapkan selamat datang di dusun Lombo, semoga kunjungan ke daerah ini menyenangkan.

Ia juga menitipkan beberapa pesan ke Prof Nurdin Abdullah sekiranya Allah SWT menjadikannya Gubernur Sulsel jika terpilih kelak. Pesan yang dititipkan H.Sere itu diantaranya pembangunan infrastruktur pertanian, perkebunan, termasuk Bndungan Irigasi, jalan lingkungan Tani, pembukaan lapangan kerja, peningkatan obyek wisata seperti obyek wisata Bambu Batu Papan di Salulue, dan peningkatan kesehatan masyarakat.

“Kami keluarga PattinjoNA Lombo sangat bersyukur atas kunjungan silaturahi dan siarah ke makam paman Prof Nurdin Abdullah yakni almahrum orang tua kita Karaeng Malik. Dan ini sejarah bagi kami keluarga pattinjoNA Lombo sebab baru kali ini ada pesawat Helikopter mendarat di kampung kami ini,”ujar Sere berapi-api. Hal senada juga ditegaskan Pallao, Turki, Sulemana dan Syafri.

Suleman alias Ambo Supardi menegaskan ini pemimpinta, karena mau mengunjungi masyaratnya yang berada di pelosok dusun dan desa terpencil.

“Ini baru pemimpin, rugi kita kalau tidak mendukung dan memilih beliau (Prof Nurdin Abdullah), sebab belum jadi gubernur saja, sudah meluangkan waktu untuk mengunjungi masyarakat di pelosok dusun seperti Lombo Desa Benteng Paremba ini, sekalipun itu hanya silaturahmi dan siarahi makam pamannya yakni almahrum Karaeng Malik,”tutur lelaki yang akrab dipanggil Nenek Ambo kepada warga yang tengah berdiskusi sesaat setelah Prof Nurdin Abdullah meninggalkan kampung Lombo itu.

Kembali H.Sere yang notabene tokoh masyarakat PattinjoNA Lombo menegaskan rumpun keluarganya memastikan mendukung penuh Prof Nurdin Abdullah dan berusaha keras memenangkannya di Lembang.

“Untuk dusun Lombo rumpun keluarga disini Insha Allah pasangan Prof Andalan 99 persen, karena takabbur kita kalau mengatakan 100 persen,”jelas Sere lagi.

Profil singkat dusun Lombo, Desa Benteng Paremba, Keamatan Lembang Kabupaten Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan ini adalah berbatasan langsung dengan Desa Paku Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat.

Desa Benteng Paremba dipimpin oleh seorang kepala Desa yang masih cukup muda bernama Muhammad Yusuf.

Sumber kehidupan masyarakat Lombo ini, dari hasil bercocok tanam seperti pertanian dan perkebunan, yakni padi, jagung, Kacang tanah, Kakao, Cengkeh, Pisang Agapi (Putti Barangang bahasa Pattinjo) dan Ubi.
Selain itu juga terdapat banyak hasil buah-buahan seperti Durian, Rambutan, dan Langsat.

Bahasa sehari-hari masyarakat desa Benteng Paremba ini adalah bahasa Pattinjo, dan Pattae yang ada kemiripan bahasa, Toraja, Enrekang, Mandar dan Palopo.

Desa Benteng Paremba dihuni kurang lebih 3000 kepala keluarga yang terbagi empat dusun, yakni Dusun Lombo, Kandoka, Indoapping dan Rajang Balla. Dan secara keseluruhan se kecamatan Lembang wajib pilihnya kurang lebih 20 ribuan.

Ikut hadir dalam silaturhami Prof Nurdin Abdullah itu, yakni Hj.Hajra (Korwil Pemenang Prof Andalan wilayah Pinrang), Puang Undu (Ketua Pemenangan Prof Andalan Kabupaten Pinrang), Abdurahman dan puluhan tim pemenangan Prof Andalan wilayah Kabupaten Pinrang lainnya, termasuk korcam dan kordes. ***

Bupati Agus : Porseni dan Kemah Bhakti Tingkatkan Silaturahmi

foto Bupati Agus Ambo Djiwa lepaskan balon gas ke udara pertanda dimulainya Porseni dan Kemah Bhakti hari bhakti kemenag ke 72 tahun. foto Bang Doel/deadline-news.com

Bang Doel (deadline-news.com)-Matrasulbar-“Melalui Porseni dan Kemah Bhakti dalam rangkan memperingati hari Bhakati Kementerian Agama RI, kita tingkatkan silaturahmi dan ukhuwa Islamian sesama warga Kabupaten Mamuju Utara.”

Hal itu ditegaskan Bupati Kabupaten Mamuju Utara Provinsi Sulawesi Barat (Matra-Sulbar) Ir.H.Agus Ambo Djiwa , MP di Pasangkayu Rabu (20/12-2017 saat memberikan sambutan pada pembukaan hari Bhakti Kemenag RI ke 72 tahun yang diperingati secara nasional diseluruh Kabupaten dan Kota.

“Porseni dan kemah bhakti lingkup kemenag Matra merupakan bagian dari silaturahmi untuk meningkatkan ukuwah islamia,”ujar Bupati.

Menurutnya porseni dan kemah bhakti Kemenag itu untuk membangun kebersamaan antara tim. Olehnya bagi kontingen yg bertanding harus menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.

“Jangan ada kecurangan, apalagi konflik. Mari bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa untuk NKRI yang kita cinta ini, melalui keberagaman yang ada,”ajak Bupati Agus saat memberikan sambutan tanpa teks itu. ***

Di HUT Bantaeng ke 763 Tahun, BPJS Kesehatan Masyarakat di APBDkan

foto Bupati Bantaeng Prof Nurdin Abdullah bersama Nyonya, didampingi para pejabat saat berjalan kaki mengelilingi stand-stand pameran di sepanjang pantai Seruni. foto Hms Bantaeng/deadline-news.com
foto Ketua DPRD Bantaeng (PKS) bersjabat tangan dengan Bupati Prof Nurdin Abdullah. foto Hms Bantaeng/deadline-news.com
foto tokoh-tokoh masyarakat Bantaeng bersalama dengan Bupati Prof Nurdin Abdullah. foto Hms Bantaeng/deadline-news.com
foto kota Bantaeng di malam hari/ foto dok Ist/deadline-news.com
foto Prof Nurdin Abdullah bersama Istri. foto Ist/deadline-news.com

Bang Doel (deadline-news.com)-Bantaengsulsel- Hari ini, Kamis 7 Desember 2017, Kabupaten Bantaeng merayakan Hari Ulang Tahunnya yang ke-763. Diusianya yang makin matang itu, kurun waktu 10 tahun belakangan ini, Bantaeng mengalami kemajuan yang begitu signifikan

Bukan hanya wajah kotanya yang berubah, tapi hampir semua sektor mengalami perubahan, perkembangan dan kemajuan. Bahkan yang paling menonjok adalah tingkat kebersihan dan hijau kotanya.

Perubahan itu bukan karena semata-mata program pemimpinnya, tapi dimana adanya kebersamaan, antara pemerintah dan jajarannya bersama masyarakatnya yang penuh kesadaran bahu membahu membangun dan merubah Bantaeng dari daerah tertinggal menjadi berkembang, maju dan jaya.

Bupati Bantaeng Prof Dr.Ir.HM.Nurdin Abdullah, M.Agr merayakan hari ulang tahun daerah Bantaeng yang dipusatkan sepanjang Pantai Seruni, bersama organisasi pemerintah daerah (OPD) yang melaksanakan karnaval dan disaksikan ribuan warga masyarakat, baik warga Bantaeng itu sendiri maupun warga dari luar Bantaeng.

Selain itu, ada juga pemberian penghargaan kepada tokoh-tokoh yang telah memberikan kontribusi kepada Bantaeng. Bukan itu saja, namun ada juga kabar gembira di bidang kesehatan, dimana seluruh warga Bantaeng kini dijamin asuransi kesehatannya dalam bentuk BPJS yang ditanggung APBD Bantaeng.

Menurut informasi yang diperoleh, Bantaeng adalah kabupaten pertama yang melaksanakan kebijakan tersebut se-Sulawesi. Tidak terasa, sudah 10 tahun kebersamaan Bupati Nurdin Abdullah dan masyarakatnya merayakan HUT Bantaeng.

Hut Bantaeng ke 763 ini, terlihat sangat meriah, dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Karena acara HUT Bantaeng selalu dilaksanakan secara sederhana.

“Kita mau mengingat bersama semua pencapaian yang berhasil kita laksanakan. Karena pembangunan, keberhasilan dan perubahan Bantaeng, bukanlah kerja seorang Bupati sendiri, tapi hasil kerja seluruh masyarakat Bantaeng. Kontribusi dan partisipasi seluruh warga yang mampu mengembalikan kejayaan Bantaeng,”tulis Bupati Bantaeng Prof Nurdin Abdullah di akun Face Booknya.

Bupati Bantaeng 2 periode itu mengajan seluruh warga Sulawesi Selatan khususnya dan rakyat Indonesia umumnya untuk berkunjung ke Bantaeng untuk melihat kekurangan dan kelebihannya.

“Jangan lupa berkunjung ke Bantaeng minggu ini, kita sudah siapkan berbagai hiburan sampai akhir pekan. Ayo nikmati Bantaeng dalam suasana HUT Bantaeng!,”tulis balon Gubernur Sulsel 2018 – 2023 yang bertagline Prof Andalan (Professor Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman) itu.

Prof Andalan mendapat dukungan dan usungan dari Partai Gerindra (11 kursi), PAN (9 kursi), PKS (6 kursi) dan PDIP (5 kursi), sehingga merolehan kursi dukungannya sudah lebih dari cukup yakni 31 kursi. ***

Pemkab Matra Bahas Pemilu 2019

 

foto ketua KPU Ishak Ibrahim dan Wakapolres Matra Kompol Mihardi. dok Humas Pemkab Matra/deadline-news.com
foto suasana Rakor Pemilu 2019 oleh Pemkab Matra. foto dok humas Pemkab Matra/deadline-news.con
foto stafsus Bup.Sudirman Sudi pada suasana rakor pemilu 2019. foto dok Humas Pemkab Matra/deadline-news.com

Bang Doel (deadline-news.com)-Pasangkayusulbar-Pemerintah daerah kabupaten Mamuju Utara (Matra) melakukan rapat koordinasi (Rakor) membahas tentang pemilihan umum (Pemilu) yang akan berlangsung 2019 nanti.

‬Rakor pemilu 2019 itu, dipimpin Bupati Matra Ir.H.Agus Ambo Djiwa, MP, didampingi Ketua DPRD H.Lukman Said, S.Pdi, M.Si Selasa pagi (5/12-2017) sekitar pukul 10.20 wita, di ruang rapat kantor Bupati Matra, jalan Ir. Soekarno, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, Kab Mamuju Utara, provinsi Sulbar.

Adalah bagian tata pemerintahan umum penyelenggaran rakor terkait penyelenggaraan Pemilu Tahun 2019 itu. Hadir dalam rakor itu diantaranya Wakapolres Matra Kompol Mihardi, Ketua KPU Ishak Ibrahim, dan sejumlah pejabat organisasi pemerintah daerah (OPD), para pengurus Partai Politik peserta Pemilu 2019, dan panwas.

Dalam rakor itu terungkap KPU Matra akan berencana melakukan rapat koordinasi dengan stakeholder terkait penyusunan Dapil dan alokasi kursi DPRD Mamuju Utara pada bulan Januari 2018 mendatang.

Ketua Ishak Ibrahim pada rakoor itu menegaskan bahwa KPU Mamuju Utara akan tetap memperhatikan kondisi wilayah dan politik dalam menetapkan Dapil dan alokasi kursi.

Ia juga mengharapkan kepada partai politik calon peserta pemilu dan stakeholder lainnya, agar tetap memberikan masukan terkait penetapan Dapil dan alokasi kursi nanti.

Menurutnya berdasarkan jadwal yang ditetapkan oleh KPU RI, pada bulan Januari – Februari 2018 mendatang, akan dilakukan sosialisasi dan uji public, setelah itu akan diserahkan kepada Parpol peserta pemilu terkait penetapan Dapil dan alokasi kursi.

Pada kesempatan itu ketua DPRD Matra Lukman Said memberikan apresiasi positif dan ucapan terima kasih i kepada Bupati Matra dan jajarannya terkait rakor itu. Karena rakor itu sangat bermanfaat bagi parpol peserta pemilu.

Dia mengharapkan kepada Parpol peserta pemilu agar lebih memahami apa yang menjadi amanah UU No. 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Lukman juga meminta agar Bupati Matra lebih intens berkoordinasi dengan pihak Kadus dan Kades se-Kab Mamuju Utara tentang pertumbuhan penduduk yang akurat terkait pemilu 2019.

“Hal ini untuk menghindari terjadinya konflik horizontal pada saat pendataan atau pemutakhiran data pemilih,”ujar Lukman.

Ketua DPD PDIP Matra itu mengharapkan kepada seluruh stakeholder yg berkaitan dengan Pemilu agar tetap berkoordinasi dan bekerja sama sesuai dengan tupoksi masing-masing.

Sementara itu Kepala Dinas (Kadis) Dukcapil Mamuju Utara Drs.Irfan Sandek, M.Si menjelaskan tentang Data jumlah penduduk terkini Kab. Mamuju Utara versi Disdukcapil Mamuju Utara.

Kata dia data jumlah penduduk versi Dirjen Kependudukan, Kemendagri RI terkini adalah 208.463 jiwa. Namun demikian uraian data lengkap tidak terkirim.

“Semoga jumlah penduduk tersebut tidak mengalami penurunan, sehingga akan berakibat pada berkurangnya jumlah kursi DPRD Mamuju Utara,”harap Irfan.

Mantan Kabag Humas Pemkab Matra itu menjelaskan bahwa dari data yang ada dan tertera dalam lampiran kolom Wajib KTP sejumlah 165.359 jiwa, bahwa +/- 30℅ belum melakukan perekaman KTP-elektronik.

Bupati Matra Agus Ambo Djiwa dalam arahan singkatnya mengharapkan kepada seluruh elemen yang berhubungan dengan penyelenggaraan Pemilu Tahun 2019 agar tetap berkoordinasi dengan baik, terutama menyangkut sarana pendukung pemilu dan hal-hal yang dapat mengganggu kelancaran penyelenggaraan pemilu.

Bupati Agus juga menyinggung setiap data penduduk harus berbasis dusun sesuai dengan layout yang ada di Disdukcapil. Dan data penduduk yang disampaikan oleh Disdukcapil harus tetap diawasi.

“Kepada pihak kepolisian agar tetap berkoordinasi dengan seluruh stakeholder terkait dalam pengantisipasi gangguan keamanan dalam penyelenggaraan pemilu 2019,”ujar Bupati.

Bupati Agus mengharapkan kepada pihak KPU Matra agar kiranya kondisi Dapil dan alokasi kursi DPRD Mamuju Utara yang sudah ada dapat dipertahankan. Karena kalau tidak maka akan berdampak pada kondisi sosial dan politik di pihak partai politik. ***

Jelang Natal Pemkab Matra Berikan Insentif Bagi Pastor, Pendeta dan Mangku

foto Bupati Matra Agus Ambo Djiwa beri sambutan saat penerimaan insentif bgai pegawai SARA Umat Kristen dan Hindu. foto Bang Doel/deadline-news.com
foto kapolres Matra I Made Ary beri sambutan atas penerimaan Insentif bagi pegawai SARA Umat Kristen dan Hindu. foto Bang Doel/deadline-news.com
Kajari Matra Imanuel Rudy Pailang, SH, MH memberikan sambutan pada acara penyerahan insentif bagi pegawai SARA umat Kristen dan Hindu. foto Bang Doel/deadline-news.com
foto Pastor, pendeta dan Mangku penerima insentif dari Pemkab Matra. foto Bang Doel/deadline-news.com

Bang Doel (deadline-news.com)-Pasangkayusulbar-Pagi itu Rabu (22/11-2017), ratusan masyarakat dari etnik Bali yang beragama Hindu dan Kristen memadati halaman kantor Bupati Mamuju Utara Provinsi Sulawesi Barat (Matra – Sulbar).

Mereka berkumpul bukan berunjuk rasa, tapi menerima insentif dari Pemerintah Daerah Kabupaten Matra. Pemuka agama dari kelompok Hindu dan Kristen itu mendapatkan insentif sebesar Rp, 1,300,000 perorang.

Adalah Pastor, Pendeta, dan Mangku yang menerima insentif (Rezeki) jelang natal dan tahun baru itu. Sekitar 354 orang pegawai rumah Ibadah baik Gereja maupun Pura yang menerima insentif dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2017 Kabupaten Matra.

Jika ditotal APBD untuk insentif Pegawai rumah Ibadah kurun waktu 2017, mencapai kurang lebih Rp, 2 miliyar, yang terbagi dalam Imam dan Bilal Masjid bagi Umat Islam. Kemudian khusus pastor, Pendeta dan Mangku sekitar Rp, 512.200.000 pertahun.

Bupati Matra Ir.H.Agus Ambo Djiwa, MP dihadapan masyarakat umat Kristiani dan Hindu menegaskan bahwa sekalipun insentif yang diberikan Pemda Matra masih tergolong kecil, namun itulah bentuk perhatian dan kepedulian pemerintahan Agus – Saal (Handal) jilid II.

“Jangan lihat nominalnya, tapi nilailah dari keikhlasan dan kepedulian kami, sebagai pemerintah daerah untuk semua agama, tanpa membeda-bedakan,”ujar Bupati Agus.

Sementara itu, Kapolres Matra AKBP H.I Made Ary mengaku salut dengan program Bupati Matra H.Agus Ambo Djiwa. Bahkan sempat mempertanyakannya apakah program pemberian insetif bagi tokoh agama (Imam, Bilal, Pastor, Pendeta dan Mangku) adalah program Nasional? Ternyata jawabannya bukan, tapi programa Bupati Matra sendiri selama 2 periode berturut-turut dan mengalami peningakatan dari Rp,300 ribu, Rp, 500 ribu hingga Rp, 1,300,000 pertahun.

“Walau insentif ini diterima sekaligus menjelang hari raya masing-masing Agama, namun sangat membantu. Inilsh bentuk kepedulian pemerintah daerah Matra. Saya selaku Kapolres mengapresiasi program ini, sehingga diharapkan para Imam, Bilal, Pastor, Pendeta dan Mangku dapat bekerjasama mengajak dan menghimbau umatnya masing-masing untuk menjaga persatuan dan kesatuan diantara umat beragama. Jangan memprovokasi umat untuk saling menjelek-jelekkan, menghina yang dapat menimbulkan konflik social,”tegas Kapolres I Made Ari.

Hal senada juga ditegaskan Kajari Matra Imanuel Rudy Pailang, SH, MH.

Ketua DPRD Matra H.Likman Said, S.PD, M.Si yang terlambat datang, namun masih berkesempatan memberikan sambutan yang cukup panjang, mengatakan program pemberian insentif bagia pegawai SARA baik Imam, Bilal, Pastor, Pendeta dan Mangku sudah berlangsung sangat lama.

Tapi itu lebih baik dari pada pemerintah membuat program pembangunan MCK yang tidak berfungsi. Bahkan terkesan mubazir.

“DPRD Matra selalu memberikan apresiasi dan kritikan bagi program pembangunan yang dilaksanakan Pemda Matra dibawah kepemimpinan Bupati Agus – Saal. Oleh kami selalu mengarahkan program-program pembangunan itu yang dapat bersentuhan langsung dengan masyarakat. Termasuk pemberian insetif bagi pemangku umat yakni Imam, Bilal, Pastor, Pendeta dan Mangku,”jelas mantan aktivis LSM itu. ***

Ribuan Massa Hadiri Peresmian Posko Prof Andalan di Pinrang

foto Prof Dr.Ir.HM.Nurdin Abdullah, M.Agr mengayu sepeda ontel bersama rombongan menuju peresmian Posko pemenangan Prof Andalan di kota Pinrang. foto Ist Rayaberita/deadline-news.com
foto massa wanita pendukungnya Prof Andalan di Pinrang. foto Ist Rayaberita/deadline-news.com

Bang Doel (deadline-news.com)-Pinrangsulsel – Ribuan massa dari berbagai kecamatan dan desa se Kabupaten Pinrang menghadiri peresmian Posko pemenangan pasangan calon Gubernur Sulsel 2018 – 20123, Professor Dr.Ir.HM.Nurdin Abdullah, M.Agr – Andi Sudirman Sulaiman, ST Ahad (12/11-2017).

Menariknya dan berbeda dari peresmian posko pemenangan sebelumnya dibeberapa tempat, bakal calon Gubernur Sulsel 2018 – 2023 Nurdin Abdullah ini, justru mengendarai sepeda tua (Ontel) saat menuju lokasi peresmian posko pemenangan di Jalan Sudirman No. 88, Kelurahan Maccorawalie, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang.

Nurdin Abdullah menggunakan seragam sederhana berwarna biru gelap dengan garis putih dibagian tengah dan celana jeans biru muda dan dibelakangnya diiringi puluhan komunitas sepeda tua (Ontel) bergerak dari M hotel yang berjarak 500 meter dari lokasi posko pemenangan yang bertagline Profesor Andalan itu.

Bupati Bantaeng 2 periode tersebut tampak sumringah selama perjalanan ke posko pemenangan sembari menyapa masyarakat Kabupaten Pinrang yang dilewatinya sepanjang jalan. Masyarakat juga balik menyapa sembari meneriakkan hidup Prof NA.

Diketahui panitia peresmian posko pemenangan dan pengukuhan tim pemenangan Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman (Prof. Andalan) memang menghadirkan beberapa elemen pemuda dan komunitas kreatif kabupaten Pinrang, salah satunya komunitas ontel.

Perwakilan masyarakat yang hadiri itu mulai dari Kecamatan Lembang (Relawan PattinjoNA), Kecamatan Duampanua, Batu Lappa, (Pinrang Utara) dengan jumlah pemilih sekitar 175 ribu. Sedangkan sisanya berada di 9 kecamatan yakni Kecamatan Watang Sawitto, Kecamatan Cempa, Kecamatan Patampanua, Kecamatan Tiroang, Kecamatan Suppa, Kecamatan Paleteang, kecamatan Mattiro Sompe, kecamatan Mattiro Bulu, dan Kecamatan Lanrisang. Total wajib pilih se Kabupaten Pinrang pada pilpres 2014 mencapai 276.782 (723 TPS). (dikutip di Rayaberita.wordpress.com).***