Berikan Sambutan, Cudy: Kedatangan Guru Tua, Rahmat Bagi Sulawesi Tengah, Misi Pencerahan dan Semangat Melanjutkan Perjuangan

Saya Mendukung Penuh Guru Tua Untuk Dijadikan Pahlawan Nasional Dari Sulteng

 

Fahril (detaknews.id) – Palu – Haul Guru Tua, Habib Idrus bin Salim Al Jufri, di Sulawesi Tengah menjadi momen istimewa untuk mengenang jasa beliau dan meneguhkan komitmen melanjutkan misinya. Gubernur Rusdy Mastura dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kedatangan Guru Tua yang membawa rahmat bagi masyarakat Sulawesi Tengah.

 

“Kedatangan Guru Tua merupakan rahmat bagi kita, karena beliau membawa pendidikan, keagamaan, dan sosial bagi masyarakat,” ujar Rusdy.

Beliau pun menyampaikan terima kasih kepada Guru Tua atas segala dedikasinya dalam mencerdaskan dan membimbing umat.

“Kepada seluruh jemaah haul yang saya hormati, saya ingin mengucapkan selamat datang di Sulawesi Tengah. Tanah ini dipilih oleh Habib Idrus Bin Salim Al Jufri sebagai tempat pusat perkembangan misi dakwah beliau, misi mulia yang membebaskan umat dari keterbelakangan dan menuju pencerahan kecerdasan,” jelas Rusdy.

Di momen spesial ini, Rusdy atas nama pribadi dan seluruh rakyat Sulawesi Tengah menyampaikan permohonan maaf lahir batin dan ucapan selamat Idul Fitri.

“Kaum muslimin dan muslimat jemaah haul yang diberkati, Sayid Idrus bin Salim Al Jufri bagi saya bukan sekedar ulama biasa, tetapi beliau adalah sang pencerah, bukan hanya bagi Alkhairaat, tapi bangsa dan negara ini,” tutur Rusdy.

Lebih lanjut, Rusdy menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh usulan Guru Tua sebagai pahlawan nasional dari Sulawesi Tengah.

“Jasa-jasa Guru Tua tidak terhitung jumlahnya bagi daerah, bangsa dan negara. Berkat misi dakwah pencerahannya, kini lembaga pendidikan Alkhairaat terus berkembang pesat di seluruh Indonesia,” kata Rusdy.

Rusdy kagum dengan kegigihan Guru Tua dalam membangun Alkhairaat. Di tahun 1969, Guru Tua telah membangun 420 cabang lembaga pendidikan.

“Kini Alkhairaat sudah memiliki lebih dari 1.550 sekolah madrasah, puluhan pesantren, perguruan tinggi, rumah sakit, lembaga usaha, dan universitas,” jelas Rusdy.

Rusdy mengajak seluruh Abnaul Alkhairaat untuk melanjutkan misi perjuangan Guru Tua menjadi pencerah bangsa.

“Guru kita telah menunjukkan bagaimana Sulawesi Tengah bisa menjadi pemimpin peradaban. Buktinya perkembangan Alkhairaat dari Sulawesi Tengah untuk Indonesia,” ujar Rusdy.

Ia pun memiliki impian untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dan universitas Alkhairaat.

“Tugas kita bukan hanya menambah jumlah sekolah dan universitas, tapi mengisi sekolah-sekolah dan universitas kita menjadi lebih berkualitas dan mampu menyelesaikan dengan konsep sesama,” pungkas Rusdy.

Haul Guru Tua menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus meneladani nilai-nilai perjuangan Guru Tua dan berkontribusi dalam membangun Sulawesi Tengah yang lebih sejahtera dan bermartabat.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top