Bangga Padamu Generasiku

0

 

Orang-orang muda (millenial), banyak yang mencapnya sebagai generasi yang kurang baik, tak beretika, kurang adab, miskin penghormatan kepada yang tua, dan banyak lagi stempel negatif yang disematkan ke mereka.

Mungkin memang ada sebagian begitu, misalnya terlibat dalam kelompok pembegalan, narkoba dan perbuatan tercela lainnya.

Namun itu hanya sebagian kecil. Dan tugas kitalah sebagai generasi senior untuk membantu mereka keluar dari perilaku-perilaku negatif itu.

Karena tidak semuanya mereka begitu. Justru mereka punya kepekaan sosial, kepedulian kepada sesama manusia.

Lihat saja saban hari, hampir kita liat mereka berdiri di prampatan jalan, dilampu-lampu merah, meminta sumbangan untuk orang membutuhkannya.

Mereka tidak malu, mereka dengan ikhlas bersama kawan-kawan mereka, bekerja mengumpulkan uang recehan dari setiap orang yang lalu lalang di jalanan untuk membantu orang lain.

Mereka peduli masyarakat yang korban bencana, keluarga yang kesulitan biaya berobat dan kesusahan lainnya, mereka peka terhadap ketidak berdayaan orang lain.

Kami sangat bangga padamu generasiku, generasi bangsaku yang kelak akan menjadi pemimpin di negeri ini. Memang mereka punya semangat perubahan. Mereka kuat melawan ketidak adilan dan tekanan.

Mereka tidak setuju dengan aturan-aturan yang merugikan masyarakat. Makanya tidak heran jika mereka turun ke jalan berdemostrasi, menuntut keadilan. Hanya saja terkadang respon kita terlalu berlebihan kepada mereka.

Kita terkadang refresif memperlakukan mereka. Padahal mereka berjuang untuk rakyat dan melatih diri melihat dan memprotes kebijakan negara yang menurut pendapat dan pemahaman mereka hal itu keliru serta tidak pas diberlakukan untuk rakyat di negeri ini.

Ya merekalah generasi kita yang tengah menimbah ilmu di ruang-ruang lembaga pendidikan. Merekalah para mahasiswa yang punya kepedulian dan kepekaan sosial. Merekalah agen perubahan di negeri ini yang sebenarnya.

Tanpa mereka turun ke jalan, maka reformasi di negeri ini dapat dipastikan tidak ada. Sekalipun dalam praktek kebijakan pemerintah sudah sebagian besar meninggalkan agenda reformasi yang sesungguhnya.

Dimana Dwi fungsi ABRI telah dicabut dan pemisahan antara TNI – Polri yang dulu disebut ABRI itu. Tegasnya Polri lah yang banyak mendapat faedah dari Gerakan Reformasi Mahasiswa 98 itu.

Tapi justru Polri juga yang terlihat dimata publik yang sangat refresif terhadap mahasiswa saat berdemo memprotes kebijakan pemerintah, sekalipun itu hanya tindakan sekelompok anggota Polri.

Seperti baru-baru ini, saat mahasiswa berdemo menolak kebijakan pemerintah yang telah melahirkan undang-undang Omnibuslaw – ciptaker.

Undang-undang itu dianggap merugikan rakyat dan menguntungkan investor dan pengusaha. Sehingga mahasiswa tergerak hatinya turun kejalan memprotes lahirnya undang-undang itu.

Ironisnya saat berdemo untuk rakyat, ada dari mereka yang dikeroyok, dipukuli hingga babak belur. Ada pulah yang ditangkapi. Padahal mereka generasi kita, yang patut dibimbing, dibina dan diarahkan agar berbuat yang lebih baik lagi.

Terima kasih generasiku, kalianlah pemegang tongkat estapet kepemimpinan bangsa ini kedepan, teruslah berbuat baik, berjuang untuk perubahan. Selamat memperingati hari sumpah pemuda 28 Oktober 2020. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: