Wawali Sigit : Jangan Sombong Dihadapan Guru

foto Wawali Sigit Purnomo Said bersalaman dengan mantan kepala UPD Pendidikan palu Utara/Tawaeli Agussalim L. foto humas/deadline-news.com
0

Ilong (deadline-news.com)-Palusulteng-Wakil Wali kota Palu, Sigit Purnomo Said menghadiri Pisah Sambut Kepala UPT Pendidikan Wilayah 1 Palu Utara/Tawaeli, Agussalim L, S.Pd di Restoran Marannu, jalan Setia Budi Palu Selasa (1/10-2019).

Turut mendampingi dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah kota Palu H. Asri L. Sawayah, SH serta dihadiri para Kepala Sekolah dan Guru se-kecamatan Palu Utara dan Tawaeli.

Dalam sambutannya, Wawali Sigit Purnomo menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih sebesar-besarnya atas nama Pemerintah dan seluruh insan pendidikan di kota Palu kepada Agussalim yang telah mendedikasikan dirinya selama kurang lebih 12 tahun untuk keberlangsungan pendidikan di kota Palu khususnya kecamatan Palu Utara dan Tawaeli.

“Kemeriahan acara pisah sambut kali ini menjadi bukti bahwa kepala UPT kita Agussalim begitu dicintai. Beliau adalah salah satu sosok yang begitu hebat yang dilepas dengan do’a oleh para insan pendidikan di kota Palu,” ujar Wawali.

Menurut Wawali Sigit, untuk menjadi Indonesia unggul dan maju dari segi SDM, kuncinya terletak pada pendidikan khususnya para Guru. Siapapun kita yang memiliki kedudukan, jabatan sosial yang baik dan luar biasa, jangan pernah sombong dihadapan para guru.

“Baik itu seluruh pejabat struktural Pemerintahan termasuk saya sebagai Wakil Wali kota, jangan sombong dengan para guru kita. Namun saat ini, peran guru kita seakan dilemahkan dengan berbagai regulasi yang ada. Ba cubit sedikit, guru kita langsung dilaporkan ke Polisi, apalagi baru-baru ini ada orang tua sampai ba cakar guru anaknya,”tuturnya.

Wawali Sigit mengatakan dirinya memiliki mimpi untuk menciptakan suasana dunia pendidikan yang nyaman, ramah, sehingga tercipta generasi yang handal demi pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Salah satu yang dapat dilakukan, katanya dengan menyediakan sarana prasarana yang memadai di sekolah. Karena bagaimana mungkin kita ingin mencerdaskan para generasi untuk unggul di semua bidang dan lebih aktif serta produktif, sementara itu semua bersumber dari pendidikan.

“Itu semua tidak cukup dengan kesejahteraan para guru. Olehnya ada 40% anggaran yang kita siapkan untuk pendidikan. Ini lebih tinggi dari standar nasional. Kenapa lebih tinggi? Karena kita ingin menciptakan kenyamanan bagi para peserta didik dan guru-guru kita,”tandas bakan calon Gubernur Sulteng itu. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: