Warga Akan Soal Proyek Tanggul Sungai Lariang ke DPR

inilah tanggul sungai lariang yang disoal warga (foto Ardy J/DN-koranpedoman.com)
0

Ardi Jafar (Deadline News/koranpedoman.com)-Matra-Proyek pekerjaan tanggul Sungai Lariang di Desa Lariang, Kecamatan Tikkeraya, Kabupaten Mamuju Utara (Matra) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) yang menelan anggaran muliaran rupiah akan disoal warga ke DPRD setempat.

Proyek penaggulangan benca banjir ini dinilai tidak efektif dan tidak bertahan lama dari hantaman arus Sungai Lariang yang deras sebab materialnya hanya memakai batu yang berukuran kecil, bukan batu gajah sebagamana lazimnya yang dipakai pada proyek sebelumnya.

Seperti disampaikan warga sebelumnya, tanggul Sungai Lariang yang memakai batu gajah dengan ukuran besar di Dusun Lose pada proyek tahun 2014 lalu bisa rubuh dari hantaman arus sungai, apalagi dengan batu yang berukuran kecil.

Warga setempat Malik, kepada wartawan mengatakan, ia dan warga lainnya akan mengadukan proyek tersebut ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Matra. Pasalnya, batu yang berukuran kecil tersebut akan mudah hanyut yang menurutnya, ini bisa sangat merugikan masyarakat.

“ Kami akan mengadukan proyek tanggul Sungai Lariang yang memakai batu kecil itu ke DPRD Matra, soalnya ini bisa merugikan kami. Yakin saja proyek ini tidak akan bertahan lama oleh hantaman arus Sungai Lariang,” katanya di Pasangakayu Selasa (13/9).

Malik berharap setelah disampaikan, DPRD Matra selaku perwakilan masyarakat bisa melakukan hearing terhadap pihak terkait. Proyek ini kata dia, menggunakan miliaran uang Negara sementara hanya akan sia-sia jika tidak bisa bermanfaat bagi masyarakat.

“ kalau tidak bisa bermanfaat lama dimasyarakat untuk menanggulangi banjir, maka uang Negara yang miliran rupiah itu ibaratnya “ membuang garam di lautan” kan sia-sia dan merugikan Negara,” tuturnya.

Malik menambahkan, volume pekerjaan proyek perkuatan tebing Sungai Lariang di Dusun Kurondo tersebut informasinya panjang 3 km yang dikerjakan oleh perusahaan yang berbeda. ” Dari 3 km, 1 km itu yang memakai batu berukuran kecil,” tandasnya.***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: