Walikota : Tidak Ada Anggaran Ganti Rugi di Lere

foto Walikota Palu Drs.Hidayat, M.Si saat menjelaskan terkait penanganan Covid 19 di Pemkot Palu. foto humas/deadline-news.com
0

 

Bang Doel (deadline-news.com)-Palusulteng-Walikota Palu Drs.Hidayat, M.Si menjawab deadline-news.com di ruang kerjanya Selasa (14/4-2020), menegaskan tidak ada biaya ganti rugi lahan warga di Kampung Lere Kecamatan Palu Barat.

foto reruntuhan jembatan Palu IV saat diangkat oleh alat berat di muara Sungai Palu Sulteng. foto dikutip dok, Dea Alvi Soraya/Republika/deadline-news.com

Pasalnya kawasan itu masuk Zona Merah, sehingga warganya harus direlokasi dan bekas lahan warga yang dilalui proyek pembangunan kembali jembatan Palu IV, tidak diberikan biaya ganti rugi.

“Tapi warga yang terdampak bencana di Kampung Lere yang tanahnya dilalui proyek jembatan Palu IV kita relokasi ke Hunian Tetap (Huntap), di Tondo, Talise atau di Perbatasan Tondo-Talise, tinggal mereka memilih. Atau direlokasi secara mandiri tinggal tunjukkan dimana lokasinya, yang penting bukan yang di kawasan zona merah sesuai ketentuan pemerintah pusat,”jelas Walikota Hidayat.

Disinggung soal protes masyarakat Nelayan kampong Lere terkait pembangunan tanggul pantai taman Ria dan Talise, Walikota Hidayat menjelaskan bahwa pihaknya telah koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) III dan Kementerian PUPR agar aspirasi masyarakat nelayan diakomodir yakni disipkan tambatan perahu.

“Tadi barusan kami rapat membicarakan itu, dan kami meminta dua ke BWSS III dan Kementerian PUPR ternyata disahuti malah dikasi 4 lokasi tambatan perahu yang akan dibangun di pantai taman rian. Hanya saja lokasinya dicari dulu, karena yang disiapkan sekarang tidak cocok dan kedalamnya 60-80 meter, sehingga masih dicari lokasi yang tepat,”kata Walikota Hidayat.

Sebelumnya masyarakat nelayan di pesisir teluk Palu melayangkan surat protes ke Gubernur Sulteng dan Pimpinan DPRD Sulteng terkait tidak diakomodirnya tambatan perahu mereka pada proyek penanggulan pantai teluk Palu sepanjang kurang lebih 5 kilomter yang memanjang dari pantai Taman Ria sampai ke Pantai Talise.

Sebelumnya Kepala Satuan kerja (satker) PJN I Irfan Rifai mengatakan proyek pembangunan Palu IV dengan anggaran kurang lebih Rp,320 miliyar masih terkendalan dengan lahan. Sebab warga di Kampung Lere meminta biaya ganti rugi yang tanahnya terdampak atas pembangunan kembali jembatan Palu IV yang digeser sekitar 50 meter dari muarah ke hulu.

Menurut Kasatker Irfan Pekerjaan proyek jembatan Palu IV itu mestinya sudah dimulai sejak februari 2020 ini, namun karena masih terkendalan dengan lahan yang dikomplain masyarakat dan minta biaya ganti rugi, sehingga sampai saat ini belum ada kegiatan. Namun demikian program pekerjaan jembatan Palu IV akan terus berjalan. ***

 

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: