Walikota Hidayat : Nilai Kerusakan Akibat Bencana Rp,6,9 Triliun

foto Asisten III Pemkot Palu Muchlis Umar saat membuka acara ngobrol bareng PMI. foto dok Humas Pemkot Palu/deadline-news.com
0

Ilong (deadline-news.com)-Palusulteng- Berdasarkan hasil hitung Kajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitupasna), menunjukkan total nilai kerusakan dan kerugian di kota Palu sebesar Rp. 6,9 Triliun dari sektor pemukiman, infrastruktur, sosial, ekonomi, dan lintas sektor.

Hal itu dikatakan Wali Kota Palu Drs. Hidayat, M.Si dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten III bidang Administrasi dan Umum, Muchlis Umar saat menghadiri sekaligus membuka acara “Ngobrol Bareng PMI tentang layanan Water, Sanitation, and Hygiene (WASH)” Minggu, (3/3-2019) di Baruga Lapangan Vatulemo.

Dalam kesempatan tersebut, Asisten III yang membacakan sambutan tertulis Wali Kota Palu menyatakan bahwa bencana Gempa, Tsunami, dan Likuifaksi yang terjadi pada 28 September 2018 silam telah berdampak pada rusaknya fasilitas umum dan fasilitas sosial.

Menurutnya, mobilisasi atau bergesernya penduduk ke tempat pengungsian, memiliki konsekuensi terhadap kebutuhan akan air minum dan air untuk mandi, cuci, dan kakus.

“Olehnya, pemerintah bersama masyarakat dan civil society organizations berupaya memenuhi kebutuhan air. Teknik penyediaan air diupayakan melalui pengeboran di lokasi shelter pengungsian dan hunian sementara (Huntara), dengan cara pipanisasi dari sumber mata air serta water trucking,”kata Muclis Umar saat membacakan sambutan tertulis Walikota Palu Hidayat.

Asisten III mengatakan penanganan air hingga persampahan dan kebersihan diri yang dilakukan PMI tidak terlepas dari mandat PMI yaitu melakukan respon cepat, tepat, dan terkoordinasi untuk membantu masyarakat saat terjadi bencana.

Untuk melakukan penanggulangan bencana, katanya PMI didukung oleh relawan yang tersebar di seluruh Indonesia sebagai ujung tombak pelaku pelayanan kepalang merahan (PMI) di masyarakat.

Di akhir sambutan, Asisten III mengatakan sebagai Pemerintah kota Palu, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi PMI bersama kluster WASH. Ia berharap perbincangan yang dikemas ringan, santai, namun serius, mampu merumuskan solusi dan alternatif kegiatan sehingga persoalan persampahan, penyediaan air bersih, dan kebersihan diri pasca bencana dapat terselesaikan. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: