Walikota Hidayat : Adat, Agama dan Budaya Harus Dijaga

foto Walikota Palu Drs.Hidayat, M.Si bersama pemuda lintas agama diacara Kemah. foto humas/deadline-news.com
0

 


Ilong (deadline-news.com)-Palusulteng-Wali kota Palu Drs. Hidayat, M.Si didampingi Sekretaris Daerah kota Palu H. Asri, SH membuka secara resmi Kemah Pemuda Lintas Agama di Hutan Kota Palu Senin (4/11-2019).

Kegiatan yang diikuti para pemuda dari latar belakang agama yang berbeda tersebut mengangkat tema “Melalui Kemah Pemuda Lintas Agama Kita Jalin Silaturahmi, Persatuan, dan Kegotongroyongan dalam Mewujudkan Palu Kota Jasa Berbudaya dan Beradat Dilandasi Iman dan Taqwa.”

Dalam sambutannya, Wali kota menyampaikan bahwa Kemah Pemuda Lintas Agama ini sebenarnya direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2018 kemarin, hanya karena terjadi musibah pada 28 September 2018 silam, maka kegiatan ini baru terlaksana tahun ini.

“Kegiatan ini hulunya adalah Visi Misi pembangunan Pemerintah kota Palu yang dimana ada tiga nilai berbasis budaya yang ingin kita bangun yaitu nilai kekeluargaan, toleransi, dan kegotongroyongan,” ujar Wali kota.

Menurut Wali kota ketiga nilai tersebut harus dirawat dan dijaga karena bila tidak, kehidupan antar manusia akan kacau balau. Adapun yang menjaga dan merawat ketiga nilai ini, katanya yaitu adat dan agama.

“Untuk menjaga nilai-nilai tersebut ada dua yang harus kita dorong yaitu bagaimana adat dengan agama harus tegak, kalau tidak nilai-nilai tadi akan hilang,” lanjutnya.

Wali kota menjelaskan bahwa adat diartikan sebagai aturan yang mengatur tatanan kehidupan manusia baik dari segi perkataan, perilaku, dan perbuatan manusia. Hal tersebut, katanya aturan adat yang menjaga hubungan manusia dengan manusia dan ada lagi satu aturan yang menjaga hubungan manusia dengan alam.

“Adat itu bersendikan syariat dan syariat bersendikan kitab suci. Olehnya adat, agama maupun budaya harus kita jaga,” ungkap Wali kota.

Oleh karena itu, Wali kota menyatakan kegiatan Kemah Pemuda Lintas agama merupakan suatu bentuk kegiatan yang membangun nilai-nilai tersebut supaya para generasi muda walaupun berlainan agama, ras, suku, dan lainnya bergandengan tangan. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: