Tiga Pekerjaan PT.Fajar Raya Usaha Nusa Belum Kelar di Sigi

0

 

Nelwan (Deadliine news.com)-Sigi Sulteng-Tiga paket pekerjaan jembatan yang ditangani PT.Fajar Raya Usaha Nusa di Sigi Sulawesi Tengah belum kelar.

Adalah Jembatan yang menghubungkan ruas jalan Dolo dengan Jono (Langaleso) dengan anggaran Rp, 2.839.330.520.

Proyek Infrastruktur di Sigi itu mestinya kelar 31 Desember 2021 kemarin. Namun karena banyak kendala diantaranya harus rekontek dengan balai wilayah sungai sulawesi (BWSS) III, kemudian persoalan alam (Banjir) dan harus mengikuti proyek BWSS yang ada disekitarnya.

“Oleh sebab itu rekanan diberikan kesempatan sampai 50 hari untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan catatan ada jaminan dan diberlakukan denda. Karena anggaran proyek itu dana alokasi khusus (DAK) 2021, maka sayang kalau dikembalikan. Dan dampaknya proyek itu bisa mangkrak kalau tidak dilanjutkan dengan DAK yang ada,”kata seorang sumber yang mengaku tahu persoalan proyek jembatan itu.

Menurutnya persoalan semua proyek yang menyeberang tahun itu rekanan diberi kesempatan untuk menyelesaikannya dengan catatan ada jaminan dan perusahaan masih mampu menyelesaikannya, maka dapat diberi kesempatan dan itu dijamin oleh aturan sebagaimana Permen Kementerian keuangan.

“Aturan Kementerian keuangan RI No.184/PMK.05/2021 tentang pelaksanaan anggaran dalam rangka penyelesaian pekerjaan pada masa pandemi covid19 yang tidak terselesaika sampai dengan akhir tahun anggaran 2021 dan akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2022,”ujar sumber itu.

Kemudian lanjutan proyek jembatan ruas jalan Sibalaya – Poi dengan anggaran Rp, 9.979.854.599 juga masih dalam proses penyelesaian dengan bobot 85 persen.

Dan proyek pengadaan rangka baja jembatan Sibalaya – Poi dengan anggaran sebesar Rp, 10.341.917.041,94 juga belum kelar.

Dari tiga proyek jembatan yang dikerjakan oleh perusahaan milik Jhony Pongki yakni PT. Fajar Raya Usaha Nusa yang beralamat di jalan Sultan Hasanudin Tolitoli itu, total anggarannya mencapai Rp,23.161.102.160.

Sutio pelaksana proyek dari PT. Fajar Raya Usaha Nusa itu menjawab konfirmasi deadline-news.com selasa (18/1-2022), mengatakan pembangunan jembatan Sibalaya – Poi (posaba) pekerjaanya baru mencapai bobot 85% (persen).

Namun pemasangan abutment di tiga titik sudah selesai. Dan baru dua titik dioptimalkan yaitu sudah dilakukan pemasangan batu gajah (boulder) atau penangkal abrasi ketika air sungai pasang.

Yakni, disebelah utara tepatnya arah desa Sibalaya, titik ketiga sudah rampung 100% (persen) pemasangan boulder dan titik ke dua merupakan titik paling sensitif letaknya ditengah-tengah aliran sungai bouldernya juga sudah selesai 100% (persen).

Dan titik pertama arah desa Poi pemasangan batu gajah itu juga baru hampir selesai sekitar 99% (persen).

Sutio menbahkan, sedangkan pemasangan erektion atau rangka baja landasan jembatan itu dalam minggu-minggu ini akan segera dilakukan.

“Pemasangan sesuai aturan tekhknik arsitekturnya dan arahan tehknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kabupaten Sigi,” tuturnya.

Menurutnya pelaksanaan pekerjaaan proyek pembangunan jembatan Posaba sering terkendala oleh faktor alam yang mana saat ini curah hujan di daerah ini amat tinggi.

Sehingga selalu menerjang dan menghanyutkan kriep atau tanggul pengalihan aliran sungai kesisi poros yang lain yang juga terjadi berulang-ulang kali.

“Hal itulah membuat terhambatnya proses pekerjaan proyek jembatan Poi – Sibalaya (Posaba),”pungkasnya.***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: