Tempat Wisata Pantai Teluk Palu Mulai Ramai Dikunjungi

0

 

Pagi itu Rabu 28 Oktober 2020, bertepatan hari libur bersama, dalam rangka peringatan hari Sumpa Pemuda, saya berolahraga joging di sepanjang teluk Palu.

Saya start dari tanggul Pantai Talise berjalan kaki menelusuri pantai sampai ke bekas jembatan Palu IV di Besusu Palu Sulawesi Tengah.

Terlihat di teluk Palu tepatnya di tepi pantai Talise ramai dikunjungi orang. Mereka mandi – mandi, menyeburkan diri kedalam dasar laut.

Mereka riang gembira bersama kawan, sahabat, sanak keluarga anak dan istrinya. Selain itu beberapa pondok penyedia kuliner tampak di pantai itu.

Mereka menikmati sajian kuliner putu yang terbuat dari beras ketan hitam dan putih dipadu dabu-dabu ikan teri (penja) kering, nikmat dan lezat.

Tak tampak rasa takut ataupun trauma diwajah mereka. Mereka menikmati dinginnya air laut dan indahnya pantai teluk Palu.

Padahal tanggul penahan ombak itu hancur berantakan akibat gempa bumi 7,4 magnitudo yang disertai tsunami 28 Septembet 2018 2 tahun lalu itu.

Banyak korban jiwa kala itu, apalagi bertepatan ramai-ramainya pengunjung wisata kuliner teluk Palu petang itu. Karena bersamaan dengan perayaan hari jadi kota Palu.

Walau 99 persen tanggul penahan ombak di teluk Palu yang memanjang dari Talise, Besusu sampai ke Silae, namun masih ada sepotong tanggul yang tersisa, dengan ukuran panjang sekitar 50-100 meter yang kokoh dan tangguh.

Tanggul itu modelnya bertangga-tangga didepan teluk. Di depan tanggul itulah menjadi tempat warga Palu maupun dari daerah lain sering mandi-mandi sejak belasan tahun lalu sampai sekarang.

Bahkan sebulan pasca bencana sudah mulai ramai dikunjungi warga untuk mandi-mandi dilaut pada pagi hari.

“Baru satu bulan pasca tsunami so banyak yang datang mandi-mandi di pantai ini,”kata Zaitun penjual kiner di
Cave Sanuta to Ribulu itu menjawab deadline-news.com.

Warga Palu meyakini air laut teluk Palu berkasiat untuk penyembuhan penyakit stroke ringan dan sedang. Sehingga tidak heran jika setiap pagi ramai warga mandi-mandi dan berendam di pantai Talise itu.

Menurut Zaitun yang didampingi suami dan seorang anaknya, kehadiran proyek pembangunan tanggul penahan ombak teluk Palu yang memanjang dari Silai ke Besusu sampai Talise (Silabeta) ini, sangat bermanfaat. Khususnya bagi penjual kuliner (UMKM) Palu.

“Karena kami dapat kembali berjualan. Kami penjual makanan dan minuman di pantai Talise ini sangat senang dengan proyek penanggulan pantai itu. Sebab kami sudah dapat berjualan kembali seperti dulu dan pengunjungpun mulai ramai,”ujar Zaitun yang diamini suami dan anaknya.

Bukan hanya penjual tapi ada beberapa warga yang sedang memancing pagi itu, mengaku senang dengan kehadiran proyek penanggulan pantai teluk Palu itu.

“Kami merasa senang dengan hadirnya tanggul ini. Karena kami bisa duduk-duduk memancing lagi di atas tanggul ini sambil meniimati udara segar yang berhembus. Dan mendengarkan nyanyian ombak memecah di tanggul ini,”katanya dan minta jangan ditulis namanya.

Proyek tanggul yang didanani anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2019-2020 ini, merupakan program rehab dan rekon pasaca bencana Palu, Sigi, Donggala dan Parimo (Padagimo) oleh pemerintah pusat melakui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI.

Proyek penanggulan pantai teluk Palu Silabeta itu dikerjakan oleh group badan usaha milik negara (BUMN), PT.ADHI KARYA.

Proyek itu diperkirakan 31 Desember sudah rampung 100 persen. Bahkan bisa lebih awal selesai dari jadwal semula.

Betapa tidak proyek yang menggunakan batu gajah itu terlihat sudah rampung 88,9 persen walau waktunya masih 2 bulan kedepan.

Dan saat ini masih ada pekerjaan saluran air (drainase) yang menggunakan box culvert serta rencana pembuatan tambatan perahu untuk nelayan.

Pelaksana lapangan proyek penanggulan pantai teluk Palu Silabeta PT.Adhi Karya, Ady Sucipto mengakui bahwa pihaknya berupaya pekerjaannya bisa lebih awal selesai dari jadwal.

“Kita genjot pekerjaan ini, agar lebih cepat selesai, sehingga masyarakat kota Palu dapat merasakan manfaatnya,”jelas Ady. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: