TELUK PALU PERLU PENATAAN YANG RAMAH LINGKUNGAN

foto kopi pahi Bang Doel/deadline-news.com
0

Keperawanan Teluk Palu mulai terusik. Bagaimana tidak, proyek reklamasi mulai digalakkan Pemerintah Kota Palu, sejak 2013-2014 bersama investor, sehingga membuat Teluk Palu mulai tercemar.

Pencemaran kawasan laut Teluk Palu, bukan hanya akibat reklamasi, tapi juga terdapat tambang galian C di sepanjang gunung di wilayah barat Kota Palu, tepatnya jalur Palu-Donggala.

Teluk Palu ini berada di tengah-tengah kota Provinsi Sulawesi Tengah.
Menurut data BMKG di bagian timur Teluk Palu ini adalah daerah terkering di Indonesia, curah hujan hanya berkisar 500 mm hingga 600 mm per tahun .

Di ujung Teluk Palu terdapat Pantai Talise yang berada di Jalan Rajamoli, Jalan Cut Mutia dan Jalan Cumi-Cumi, Kota Palu. Pantai ini banyak dikunjungi wisatawan dan penduduk Palu sendiri baik di pagi hari maupun di sore hari. Teluk Palu memberi pesona keindahan alam laut.

Menjelang matahari terbenam, pantai ini diramaikan oleh jajanan kuliner dan minuman ringan. Pantai ini kurang cocok untuk dikunjungi pada siang hari, karena panas. Pantai Talise adalah salah satu tempat wisata utama di Kota Palu.

Namun sayangnya keperawanannya telah terenggut oleh laju pembangunan kota yang didalamnya terdapat investor dan mendapat lampu hijau dari Pemerintah Kota Palu.
Walau sudah tercemar, namun tidak mengurangi keindahannya. Oleh sebab itu, perlu penataan teluk yang ramah lingkungan. Penanaman pohon penghijauan sepanjang panti mulai dari utara sampai ke barat Pantai Teluk Palu (Talise-Taman Ria), sehingga nampak asri dan hijau.

Penataan para penjual jajanan kuliner juga tidak kalah pentingnya, sebab kelihatan semrawut dan kumuh. Padahal secara ekonomi, dapat memberikan income bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pungutan retribusi daerah dan pajak rumah makan dan restoran, yang saban malam dipungut pihak Dinas Pendapatan Kota Palu. Semoga saja hal ini menjadi perhatian pemerintah Kota Palu.***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: