Tambak Milik Kapolres Pasangkayu Diduga Berbau Barter Kasus di Diskanlut

foto Tambak/Empang milik Kapolres Pasangkayu AKBP I Made Ary Pradana. inzert Kapolres AKBP I Made Ary Pradana. foto Bang Doel/deadline-news.com/google.
0

Bang Doel (deadline-news.com)-Pasangkayusulbar-Walau baru beberapa bulan menjabat sebagai Kapolres Mamuju Utara sekarang Pasangkayu provinsi Sulawesi Barat AKBP I Made Ary Pradana, telah memiliki asset bernilai ratusan juta rupiah. Demikian dikatakan sumber deadline-news.com di Pasangkayu Selasa (21/8-2018).

Menurut sumber itu, adalah lokasi tambak udang/ikan di Kecamatan Pasangkayu seluas kurang lebih 2 hektar are. Lokasi tambak tersebut tepat berada di depan kantor Pengadilan Negeri Pasangkayu. Namun sayangnya asset tambak Kapolres Pasangkayu AKBP I Made Ary Pradana itu, diduga berasala dari barter kasus di Dinas Kelautan dan Perikanan Pasangkayu.

Pasalnya Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pasangkayu Ir Abbas bersama salah seorang pejabatnya bernama Andi Nasriadi diduga menyerahkan uang pembelian lahan tambak milik AKBP I Made Ary Pradana ke pemilik lokasi masing-masing sebesar Rp, 75 juta dan Rp, 25 juta.

Dengan demikian total biaya pembelian lokasi tambak untuk Kapolres AKBP I Made Ary Pradana itu sebesar Rp, 100 juta dengan luas 2 hektar are.

Kata sumber lagi, bukan hanya tambak, tapi juga ada gedung sarang burung Wallet di Pedanda Kecamatan Pedongga Kabupaten Pasangkayu.

Pemilik Tanah Andi Enong saat dikejar dengan pertanyaan, mengakui jika dirinya menerima uang sebagai pembayaran lokasi tambak untuk Kapolres itu berasal dari Kadis Kelautan dan Perikanan Ir Abbas Rp, 75 juta dan Andi Nasaruddin Rp, 25 juta.

“Benar pak saya menerima pembayaran penjualan lokasi empang/tambak untuk Kapolres Pasangkayu AKBP Imade Ary Pradana dari Kadis Kelautan dan Perikanan Ir.Abbas dan salah seorang pejabatnya bernama Andi Asriadi sebesar Rp, 25 juta,”ujar Andi Enong menjawab deadline-news.com Rabu (22/8-2018).

Sementara itu sumber lain menyebutkan, bahwa selain dugaan pembayaran lokasi tambak untuk Kapolres AKBP I Made Ary Pradana itu, dari pejabat di Dinas Kelautan dan Perikanan, juga pengerjaannya. Sehingga diduga keras pembelian dan pengerjaan lokasi tambak milik Kapolres Pasangkayu AKBP I Made Ary Pradana itu semuanya ditanggung oleh pejabat di Dinas kelautan dan Perikanan Pasangkayu itu.

“Mulai dari biaya pembelian lokasi tambak hingga pengerjaannya diduga ditanggung pihak dinas kelautan dan perikanan Pasangkayu. Sampai-sampai operator scavator yang tengah mengerjakan tambak tersebut mengeluh,”ujar sumber deadline-news.com di Pasangkayu.

Biaya pengerjaan tambak milik Kapolres itu, sampai jadi, mencapai ratusan juta rupiah. Biaya penggusuran, pembuatan pematang dan pemasangan kincir nilainya sudah ratusan juta. Tenaga escavator saja, biayanya Rp, 400 ribu perjam kali 500 jam sama dengan Rp, 200 juta. Belum lagi biaya kincirnya dan harga lahannya.

Kapolres Pasangkayu AKBP I Made Ary Pradana yang dikonfirmasi via chat whatsAppnya Rabu malam (22/8-2018), membantah keras dugaan tersebut.

“Alhamdulillah sampai saat ini semua biaya masih saya tanggung, Dan semua kegiatan tersebut saya biayai sendiri. [22/8 21:38] I Made Ary Kapolres Matra: Barangkli Abang bisa saya persilakan cross check barangkali nanti hanya sepihak dari saya kan tidak bagus… [22/8 21:42] I Made Ary Kapolres Matra: Alhamdu lillahi rabbil ‘alamin Abang sangat perduli dengan kondisi kami ut infestigasi dan klarifikasi. [22/8 21:42] I Made Ary Kapolres Matra: Sebuah kehormatan bagi saya. [22/8 21:59] I Made Ary Kapolres Matra: Insha allah hari Senin atau Selasa nanti saya hubungi Abang dan insha allah bisa klarifikasi ke Abang sepulang dari acara keluarga di Bandung. [22/8 22:00] I Made Ary Kapolres Matra: Mudah2an masih cukup waktu karena besok saya ada acara di Polda lanjut minggu saya acara pernikahan saudara di bandung. [22/8 22:01] I Made Ary Kapolres Matra: Terima kasih atas perhatian abang kepada saya di Polres Matra ut kebaikan kita bersama. [22/8 22:10] I Made Ary Kapolres Matra: Senin atau selasa saya dari bandung ak
an kontel abang apabila sampai di Palu,”tulis Kapolres Pasangkayu itu.

Disinggung soal gedung sarang burung Wallet, Kapolres Pasangkayu AKBP I Made Ary mengakuinya. Namun dipending lanjutan pengerjaannya karena alasan kekurangan dana biaya pembangunan gedung sarang burung Wallet di Pedanda Kecamatan Pedongga itu.

“Aamiin ya rabbal ‘alamin, Aamiin ya rabbal ‘alamin, Sampai dengan saat ini saya belum merasa pemilik sarang burung walet tersebut. Mudah2an dengan doa abang saya bisa punya sarang walet. Karena gedung tersebut awalnya memang saya mau bangun. Tetapi karena terkendala dengan biaya saya tidak lanjutkan. Karena sampai saat ini saya merasa belum mengoperasionalkan gedung tersebut. Karena pemiliki gedung lainnya adalah warga pasangkayu sulakan abang bisa komunikasi dengan yang bersangkutan. Disana kan banyak gedung. Pemiliknya semua afalah warga pasangkayu. Bisa abang konformasi. Sekali lagi terima kasih atas doanya mudah2an dalam waktu dengan dengan bantuan Abang saya punya gesung walet. Karena terus terang pada saat mau bangun walet waktu itu saya belum ada persiapan dan coba2 saja sehingga akhirnya putus di jalan,”tulis Kapolres AKBP I Made Ary Pradana. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: