Sopyan Basir: Recovery Listrik 3 Tahap

foto Dirut PLN Sopyan Basir saat di Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu usai mendampingi Presiden Jokowi meninjau tempat yang parah akibat gempa bumi, tsunami dan lumpur di Pasigala (Palu, Sigi dan Donggala. foto Bang Doel/deadline-news.com
0

Bang Doel (deadline-news.com)-Palusulteng- Enam hari pasca gempa bumi, tsunami dan lumpur yang melanda kota Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala), pelayanan dasar seperti Listrik belum terpenuhi.

Kota Palu dan sekitarnya masih terlihat gelap gulita. Akibat belum kondusifnya pelayanan listrik ini, mempengaruhi kondisi social dan kebutuhan pokok lainnya, seperti ketersediaan air terbatas, jaringan komunikasi cenderung terputus, pelayanan disemua SPBU terhambat, sehingga memaksa masyarakat harus rela antrian berjam-jam untuk mendapatkan pasukan bahan bakar minyak (BBM).

Oleh sebab itu pihak manajemen perusahaan Listrik Negara (PLN), segera melakukan 3 tahapan untuk pemulihan (Recovery) pelayanan listrik. Demikian ditegaskan Direktur Utama PT PLN Sopyan menjawab deadline-news.com di Bandara Mutiara Palu Rabu (3/10-2018), usai mendampingi Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan dibeberapa titik korban dampak gempa bumi, tsunami dan tanah berlumpur di Pasigala.

Menurutnya ke tiga tahapan itu yakni jangka pendek, menengah dan panjang. Untuk jangka pendek pihak PLN mendatangkan genzet dipusat-pusat pengungsian yang dapat memberikan penerangan dan penyedotan sumur bor, sehingga kebutughan dasar masyarakat seperti air bersih dapat dipenuhi.

Kemudian tahapan kedua perbaikan jaringan listrik dengan cara memotong yang telah rusak. Dan memberdayakan PLTD Silai milik PLN. Sehingga pusat-pusat pertokoan yang padat serta ramai dapat memperoleh penerangan yang memadai.

Dan ketiga adalah perbaikan jaringan secara menyeluruh, sehingga kebutuhan akan listrik bagi masyarakat Pasigala dapat terpenuhi. Namun demikian recovery secara menyeluruh dibidang kelistrikan ini membutuhkan waktu berbulan-bulan, bahkan menahun.

Menurutnya PLN telah melakukan recovery secara jangka pendek. Sehingga sudah tersedia 60 mega pembangkit listri di Palu. Namun baru 14 mega yang dapat dipergunakan, sebab jaringan sambungan ke rumah-rumah penduduk banyak yang putus. Tapi jaringannya sudah tersedia, tinggal disambungkan. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: