Sehat Warganya, Bersih Kotanya, Bangkit Ekonominya

foto fasilitas olahraga di lapangan walikota vatulemo Palu. foto bang Doel/deadline-news.com
0

foto petugas kebersihan sedang mengangkut sampah di jalan protokol M Yamin Palu. foto bang Doel/deadline-news.com
foto halaman depan lapangan walikota Vatulemo Palu. foto Bang Doel/deadline-news.com

 

Pemerintah kota Palu bersama masyarakatnya perlahan tapi pasti terus berbenah, berusaha bangkit dari keterpurukan. Warga kota Palu khususnya dapat disebut benar-benar “bandel” mau maju dan bangki dari keterpurukan.

Betapa tidak, baru 16 bulan pasca bencana gempa bumi, likuifaksi dan tsunami melanda, tepatnya 28 September 2018, kehidupan ekonomi masyarakat perlahan tapi pasti mulai bangkit. Masyarakat seakan-akan tidak “perduli” lagi dahsyatnya bencana alam yang meluluhlantakkan bumi, laut Palu dan sekitarnya.

Kota Palu mulai ramai. Interaksi sosial, ekonomi dan politik terlihat hangat dan penuh dinamika. Tempat-tempat umum mulai ditata dengan rapi dan apik. Puluhan kilometer ruas jalan dibenahi dalam kota Palu.

Sebut saja lapangan vatulemo (tempat umum) pagi dan sore ramai dikunjungi warga untuk berolahraga. Apalagi pemerintah telah menyiapkan fasilitas olahraga di sekitar lapangan vatulemo itu. Bukan itu saja, tapi lapangan yang terletak strategis ditengah-tengah kota itu terlihat hijau dan bersih.

Beberapa warga yang dimintai pendapatnya dengan kondisi lapangan vatulemo dengan sejumlah fasilitas olahraga yang ada disekitarnya, mengatakan ini yang benar warganya sehat karena rajin berolahraga, apalagi lapangan ini sudah dilengkapi fasilitas olahraga yang memadai. Disamping itu kebersihannya terjaga.

“Kita dapat menyebutnya warganya sehat, kotanya bersih,”kata Gustab menjawab deadline-news.com disela-sela berolahraga akhir pekan kemarin.

Hal senada juga dikatakan Ety yang juga sedang berolahraga akhir pekan bersama keluarganya.

Hanya saja di lapangan kebanggaan dan kesayangan warga kota Palu itu, perlu diperbaiki yang mengalami kerusakan. Karena terlihat beberapa bagiannya retak-retak dan patah, mungkin akibat gempa bumi atau bisa jadi faktor usianya. Kemudian perlu di cat se keliling temboknya, agar terlihat lebih bersih, terang, indah dan nampak baru.

Selain berolahraga jogging, juga terdapat kelompok olahraga gate ball. Disekeliling lapangan vatulemo itu juga terdapat penjual berbagai macama panganan, sehingga membuat makin lengkap apa yang dibutuhkan warga saat berkunjung di lapangan tersebut.

Walikota Hidayat sebagai tampuk pimpinan di Kota Palu ini, tak kenal lelah bekerja membangun kembali “puing-puing” kota akibat bencana, sekalipun terkadang caci maki harus dihadapinya dengan sabar dan lapang dada.

Karena memang seorang pemimpin itu harus mampu mengolah emosi dan kesabarannya. Termasuk ketika warganya memaki-makinya karena dianggap tidak becus mengurus kota ini. Apalagi pasca bencana masih banyak kebutuhan warga yang perlu dipenuhi sang pemimpin kota, sebagai bentuk tanggungjawab.

Mulai dari ketersedian sandang, pangan dan papan, pemimpin kota ini dituntut mampu menyediakannya, sekalipun itu tidak cukup. Dan sebagai bentuk tanggungjawab walikota Palu, menyediakan anggaran miliyaran rupiah untuk memenuhi jaminan hidup bagi warganya yang korban bencana, walaupun hanya beberapa bulan.

Selain itu walikota Hidayat membangun interaksi dengan sejumlah organisasi pemerhati dan peduli kemanusia dari berbagai wilayah di seantero negeri ini, baik dalam negeri maupun luar negeri.

Adalah Yayasan Buddha Tzu Chi salah satunya yang saat ini tengah membangun hunian tetap (Huntap) kurang lebih 2000 unit lengkap dengan prabotannya. Dan saat ini sudah lebih dari 500san unit yang telah terbangun serta siap dihuni sebelum bulan suci ramadhan mendatang.

Perbaikan dibidang infrastruktur jalan, jembatan dan drainase dalam kota Palu, Walikota Hidayat dibantu oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Ir.H.Iskandar Arsyad, M.Si.

Walau masih banyak yang belum rampung 100 persen, namun lebih banyak yang telah dibenahi, mungkin prosentasenya sudah diangkat 80 persen lebih.

Pertumbuhan ekonomi baru juga terbuka dan disediakan pemkot Palu. Salah satunya adalah lokasi kuliner hutan Kota dan Bukit Talise jalan Jabal Nur dan Soekarno Hatta. Para penjual jajanan eks pantai Talise dan taman ria itu direlokasi ke hutan kota jabal Nur dan bukit Talise, sehingga Nampak tertata rapi. Di lokasi itu telah dibangun fasilitas toilet umum. Sehingga memudahkan pengungjung jika hendak membuang tinja dan air kecil.

Semoga kota Palu tidak tertimpa musibah bencana alam lagi, dan rakyatnya sehat, bangkit dan maju dari keterpurukan amkibat bencana alam. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: