Rumah Makan Milik Wartawan Deadline News Terbakar

Ilustrasi
0

Ilustrasi
Ilustrasi

DOEL (koranpedoman)-TOLITOLI-Sulteng, Rumah Makan Fatimah yang terletak di jalan Samarang Panggesar Tanjung Batu Tolitoli ludes dilalap sijago merah Jumat malam i pekan lalu. Rumah makan yang letaknya di tepi pantai Tanjung Batu Kota Tolitoli itu adalah milih Mahdi Rumi wartawan biro Deadline News Tolitoli.

Mahdi selama ini memang tergolong keras pemberitaannya terkait dugaan Korupsi di Tolitoli, termasuk dugaan korupsi proyek Gernas Kakao di Dinas Perkebunan Tolitoli. Hanya saja, dugaan korupsi dana gernas sebesar Rp, 6 miliyard itu baru dua orang yang dinyatakan tersangka yakni Kepala Bidang Agribisnis Conny Katiandago dan pejabat pembuat komitmen (PPK) Eko Yuliantoro. Sedangkan Kepala Dinas Perkebunan Ir.Mansyur Lanta, MM belum juga dinyatakan tersangka. Begitu pula dengan rekanannya yakni Samsul Alam.

Dana proyek gernas kakao yang diduga dikorupsi ditangani Tipikor Polres Tolitoli. Namun sangat lamban penanganannya. Mahdi Rumi adalah wartawan Tolitoli yang tergolong keras pemberitaannya dan memblow up terus berita dugaan korupsi gernas itu. Lalu adakah hubungannya kebakaran yang menimpa rumah makan Mahdi itu dengan pemberitaan dugaan krupsi di Tolitoli? Entahlah, yang pastinya peritiwa serupa yakni rumah wartawan Udin Lamatta dibakar waktu itu terkait pemberitaan. Dan bisa jadi kebakaran rumah makan Mahdi Rumi ada kaitannya dengan pemberitaan. Oleh sebab itu diminta aparat Kepolisian mengusut tuntas kebaran yang menimpa rumah makan wartawan senior di Tolitoli itu.

Akibat musibah kebarakan bisnis rumah makan ikan bakar Mahdi Rumim itu, mengalami kerugian sekitar Rp, 150 juta. Mahdi sendiri ketika dimintai keterangannya mengaku tidak yakin kalau kebarakan yang menimpah rumah makannya itu karena human error, tapi dia mencurigai ada unsur kesengajaan dari oknum tertentu. Hanya saja, masih sangat sulit untuk menemukannya. Sebab belum ada yang mau memberikan kesaksian terkait kebarakan rumah makan milik Mahdi itu. “Saya belum yakin jika kebakaran yang menimpa rumah makan keluarga saya itu akibat human error. Tapi saya menduga ada sesuatu dibalik itu,”tandas Mahdi dengan nada curiga.

Atas kebarakan itu Mahdi telah melaporkannya kepihak yang berwajib. Dan dia bderharap aparat Kepolisian mampu mengungkap teka teki dibalik terbakarnya rumah makan milik Mahdi itu. “Kami berharap aparat kepolisian mampu mengungkap tabir dibalik terbakarnya rumah makan milik keluarga kami itu,”ucap Mahdi. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: