Revolusi Mental Ala Pemda Matra Tangkal Indisipliner Pegawai

Bupati Matra Agus Ambo Jiwa Saat Menjelaskan Penjabaran Agenda Nawajiwa. (Foto Arham Bustaman/deadline-news.com)
0

Arham Bustaman (deadline-news.com)-Pasangkayu-Revolusi mental yang dicanangkan pemerintah pusat dijabarkan pemerintah daerah Mamuju Utara dalam bentuk pengajian rutin tiap malam Jumat bagi masyarakat terutama ASN.
Pengajian tersebut hal wajib bagi seluruh ASN agar dapat memperbaiki mental spritual demi meningkatkan integritas dan etos kerja mereka, serta mampu memahami tugas pokok dan fungsinya selaku pelayan publik dengan cara mendekatkan diri pada Tuhan.
Setidaknya, melalui pengajian ini diharapkan dapat memperbaiki mental para pegawai khususnya agar lebih berkualitas dan memperkuat iman, juga bisa menangkal sifat malas para pegawai. Selain itu, dapat mempererat tali silaturahim antar sesama, khususnya bagi ASN di Matra.
Namun demikian, faktanya masih banyak pegawai yang tidak ikut. Padahal ini merupakan program tiap tahun dianggarkan secara rutin selama pasangan Agus-Saal memimpin kabupaten Mamuju Utara sejak periode pertama 2010-2015 hingga keduanya terpilih kembali sampai berakhirnya tahun 2021.
Hal itu disampaikan bupati Agus Ambo Jiwa saat rapat kordinasi dan evaluasi sekaligus pemaparan Nawajiwa (sembila agenda pokok) secara gamblang dengan seluruh kepala SKPD pada Senin, 13 Februari di aula kantor Bupati Mamuju Utara, Sulbar.
“Pengajian inikan agenda rutin yang kita sepakati bersama, agar bisa terjalin komunikasi dan silaturrahmi antara kita. Selain dapat mendekatkan diri pada Tuhan bukan pada bupati. Sebab bisa memperkokoh keimanan,” tegas Agus dengan nada sedikit meninggi.
Ia menambahkan selain pengajian, zikir akbar tiap tahun juga rutin dilakukan. Ini merupakan bagian dari reformasi mental agar menjadi pribadi baik dan berakhlak karimah (mulia) serta mampu menjalin ukhuwah islamiyah (keluarga dalam bingkai Islam) seperti yang diselenggarakan belum lama ini.
Lanjut bupati, untuk memotovasi pegawai lain, pihaknya akan memberikan reward (penghargaan) bagi pegawai teladan di lingkup pemda Matra bertepatan dengan HUT Matra tiap tahunnya. Namun, dia sendiri bingung mencari pegawai teladan di daerah ini.
Kedisiplinan pegawai di Matra selama ini memang sering mendapat sorotan publik. Bagaimana tidak, jumlah yang begitu besar sedang banyak di antaranya tidak memahami tupoksinya. Karena itu tidak heran jika ASN Mamuju Utara mendapat nilai C (kurang memuaskan).
Selain itu, indikasi lainnya malas masuk kantor dan sebagian lagi hanya menghabiskan waktu bermain (game) atau bersantai di warung kopi. Walaupun sanksi tegas berdasarkan aturan yang berlaku sudah diterapkan, namun faktanya masih banyak yang lalai.
Karena itu sebagai langkah, wakil bupati Matra M.Saal meminta agar dibuatkan regulasi dan pengawasan ketat, termasuk memberikan hukuman lebih berat lagi bagi siapa saja yang indisipliner agar lebih tertata, meski sudah tercantum dalam UU nomor 5 tahun 2014 mengenai hak dan kewajiban ASN.
Saat dikonfirmasi kepala BKDD Matra, Kasmuddin mengatakan tidak cukup memakai PP 53 untuk memperbaiki kinerja ASN. Perlu pendekatan rohani, dengan demikian diharapkan adanya pengajian dan zikir bisa merubah watak dan karàkter agar lebih tertib dan disiplin.
Hal itu juga diakui sekretaris daerah Matra M.Natsir saat mendampingi bupati pada rapat kerja dengan seluruh SKPD. Dia mengeluhkan sulitnya mengontrol para pegawai terlebih lagi bagi kepala dinas.
Pasalnya kata dia, tidak bisa dideteksi apalagi melakukan perjalanan dinas luar, sebab sistem perjalanan terpusat tergantung pada kebijakan bupati dan wakil. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: