PT.Bosowa Tambang Indonesia Diduga Menunggak Pajak Rp,500 Juta Lebih

foto Lokasi PT.Bosowa Tambang Indonesia di Desa Loli Saluran Kec.Banawa Kabupaten Donggala Prov.Sulteng. foto Ist dikutip di lam Profil PT.Bosowa Tambang Indonesia/deadline-news.com
0

Bang Doel (deadline-news.com)-Donggalasulteng-Salah satu group PT.Bosowa yang membidangi pertambangan galian C di Desa Loli Saluran Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala provinsi Sulawesi Tengah diduga menunggal pajak sebesar Rp,500 juta lebih.

Adalah PT.Bosowa Tambang Indonesia (BTI) yang beralamat di jalan Trans Sulawesi Palu – Donggala kilometer 17 di Desa Loli Saluran yang menunggak pajak tahun 2017 itu.

Umar dari Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Donggala yang dikonfirmasi membenarkan jika pihak PT.Bosowa Tambang Indonesia (BTI), belum menyelesaikan kewajibannya dalam bentuk pajak daerah ke Kas Daerah Kabupaten Donggala.

“Benar pihak PT.Bosowa Tambang Indonesia belum menyelesaikan tunggakan pajaknya kurang lebih Rp,500 juta (setengah miliyar) pada tahun 2017,”tulis Umar via whatsapp saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Menurut Umar tunggakan pajak retribusi tambang oleh PT.Bosowa Tambang Indonesia sudah masuk dalam laporan keuangan untuk diperiksa BPK.

“Sudah masuk dalam laporan keuangan mau diperiksa BPK,”kata Umar.

Bukan hanya menunggak pajak, tapi PT.Bosowa Tambang Indonesia diduga juga sudah kurang lebih 2 bulan belum membayar gaji karyawannya. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Desa Loli Saluran Rahmadi.

Akibat gaji karyawan terlambat dibayarkan kurang lebih 2 bulan, maka karyawanpun melakukan mogok kerja. Melihat kondisi itu, Kades Loli Saluran bersama Sekdesnya mendampingi masyarakat melakukan pertemuan dengan manajemen PT.Bosowa Tambang Indonesia.

“Dalam pertemuan mediasi dengan karyawan yang notabene sebagian masyarakat Desa Loli Saluran, pihak PT.Bosowa Tambang Indonesia berjanji akan menyelesaikan gaji karyawan. Tapi jika tidak, maka kami akan melaporkannya ke Gubernur agar perusahaan tambang tersebut ditutup.

“Saya kasih waktu sampai tanggal 10 April 2018, untuk menyelesaikan gaji karyawannya (PT.Bosowa Tambang Indonesia), kalau tidak terpaksa kami laporkan ke Gubernur agar perusahaan tambang tersebut ditutup saja,”tegas Rahmadi.

Sementara itu Pimpinan PT.Bosowa Tambang Indonesia Dwi Doso Setyawan yang dikonfirmasi via handpone di nomor 08219311622X mengaku belum menerima update informasi dari Pimpinan Area PT.Bosowa Tambang Indonesia di Donggala Sulteng.

“Maaf saya di Makassar, pimpinan areanya ada di Donggala, dan sampai saat ini saya belum menerima update informasi terkait yang anda pertanyakan,”kata Dwi Doso Setyawan dari balik handponennya. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: