Proyek Rehabilitasi Sistem Transmisi Air Baku Pasigala D.I Gumbasa Dimulakan

0

 

Sebesar Rp,1.187.612.977.307 anggaran digelontorkan Negara di Pasigala”

Nelwan/Bang Doel (deadline-news.com)-Sigi Sulteng-Proyek rehabilitasi sistem transmisi air baku Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala) dan rehabilitasi dan rekonstruksi Bendugan dan Irigasi Gumbasa Dimulakan.

Proyek sistem air bersih untuk tiga daerah itu, melintasi desa Saluki dan Sidera Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah dengan anggaran ratusan miliyar yang di gelontorkan Negara di Pasigala itu.

Kontrak kerja proyek rehabilitasi sistem transmisi air bersih Gumbasa Pasigala itu dimulai bulan Desember 2021 kemarin hingga akhir tahun 2022 ini.

Dan ada 4 perusahaan Nasional (BUMN) yang memenangkan tender proyek sistem air baku dan rehabilitasi irigasi Gumbasa itu yang melekat di Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) III Palu Kementerian Pekerjaan Umum RI yakni.

PT.Wijaya Karya TBK, Rehabilitasi Irigasi Gumbasa, dengan pagu anggaran sebesar Rp, 353.393.540.000 dan nilai kontrak sebesar Rp, 334.313.631.000.

Selain itu PT.Wijaya Karya juga mengerjakan sistem jaringan air baku Pasigala dengan anggaran sebesar Rp, 250.869.435.704.

“Jadi PT.Wijaya Karya mendapatkan 2 paket di Sigi dengan total anggaran sebesar Rp, 585.183.066.704. Dengan demikian PT.Wijaya Karya patut diduga monopoly pada proyek di Sigi itu,”tegas sumber deadline-news.com.

Pada proyek sistem transmisi air baku Pasigala ini PT.Adhi Karya juga dapat bagian pada paket 2 dengan nilai kontrak sebesar Rp, 300.702.020.503.

Saat ini PT.Adhi Karya dan beberapa perusahaan penyedia jasa lainnya masih dalam fase mobilisasi droping pipa.

Proyek pipa pasigala itu co dari kolaborasi dua perusahaan yang berbasis di Jakarta yakni, PT. Adhi Karya dan PT. Nindia Karya.

Progres kerja kolaborasi dari kedua perusahaan itu belum terlihat adanya aktifitas yang signifikan.

Pantauan deadline-news.com Minggu (9/1-2022), para karyawan dan pekerja lainya di area base cump dan kantor kepengurusan administrasi di lokasi proyek itu belum ada aktifitas yang berarti.

Kemudian ada PT.Pembangunan perumahan (TBK), yang mengerjakan rehabilitasi dan rekonstruksi sistem Irigasi Gumbasa dengan pagu anggaran sebesar Rp, 302.077.405.000 dan nilai kontrak sebesar Rp, 256.901.079.000.

Selain itu ada PT.Minarta Duta Hutama yang mendapatkan pake rehabilitasi bendung dan Irigasi (D.I) Gumbasa dan konstruksi groundsill dengan nilai kontrak sebesar Rp, 44.826.811.000.

PT.Minarta Duta Hutama melakukan kontrak kerja sejak 23 Juli 2021. Dan sebagian saluran irigasi telah dikerjakan.

Diperkirakan masa kontraknya PT.Minarta Duta Hutama telah selesai 24 Desember 2021 kemarin. Sementara pekerjaannya belum rampung 100 persen.

Audy rantung satker PJPA Rehabilitasi dan rekonstruksi Bendungan dan Irigasi Gumbasa yang dikonfirmasi via chat di whatsappnya dan telepon selulernya belum memberikan jawaban. Handponenya tidak aktif.

Sebesar Rp,1.187.612.977.307 anggaran negara yang kemungkinan besar pinjaman dari Bank Dunia atau JICA untuk membiayai rekonstruksi dan rehabilitasi sistem air baku dan bendungan Irigasi di Kapaten Sigi pasca gempa bumi, likuifaksi dan tsunami yang melanda Pasigala 28 September tahun 2018. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: