Prof Andalan Buktikan Kerja Nyatanya 100 Pemerintahannya

foto pelantikan Prof Andalan di Istana Negara Rabu 5 September 2018. foto Bang Doel/deadline-news.com
0

foto prof Andalan, saat masa kampanye dan setelah dilantik. masyarakat menaruh harapan di pundak kedua pemimpin Sulsel ini. foto Bang Doel/deadline-news.com

Nanang (deadline-news.com)-Makassarsulsel-Pemerintahan Prof Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan) telah membuktikan kinerjanya dalam waktu 100, setelah dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Rabu (5/9-2018) di Istana Negara oleh Presiden Joko Widodo.

Sabtu hari ini, (15/12-2018), pasangan yang bertagline Prof Andalan pada Pemilukada 7 Juli 2018 itu genap 100 hari memimpin di Sulsel.

Walau baru 100 hari, namun telah banyak yang dilakukan Prof Andalan itu, untuk Sulsel jaya. Mereka telah membuktikan kerja nyatanya.

Hal ini dapat dilihat dalam mewujudkan Sulawesi Selatan Bersih Melayani, Sehat, Cerdas, Terkoneksi, Mandiri, Sejahtera, dan Berkarakter.

Nurdin Abdullah menuturkan, untuk mewujudkan Sulsel Bersih Melayani, telah dibangun Baruga Lounge. Di tempat ini, melayani pelaporan via online, aplikasi Baruga Sulsel via Android, sosmed Baruga Sulsel Instagram,Twitter, Facebook atau SMS ke 1901.

Sejumlah kajian juga telah dirampungkan. Antara lain, kajian reformasi birokrasi dan perampingan struktur pemerintahan sesuai persyaratan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), masterplan digital governance, dan penerapan sistem e-Kinerja yang baru.

“Kami juga telah merampungkan kajian pemetaan pemasangan fiber optics dalam lingkungan Pemprov Sulsel dan membuat program Samsat Lorong untuk memudahkan publik membayar pajak kendaraannya,” kata Nurdin Abdullah, Jum’at (15/12-2018).

Dalam 100 hari kerjanya, mantan Bupati Bantaeng 2 periode ini juga fokus membangun sektor kesehatan. Melalui program Brigade Siaga Bencana (BSB), disiapkan ambulance laut sebanyak satu unit dan ambulance darat lima unit.

Dilakukan pula Feasibility Study (FS) peningkatan mutu layanan Rumah Sakit (RS) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov). Seperti Labuang Baji, RS Haji, RS Dadi, RS Sayang Rakyat, RS Fatimah dan RS Pertiwi.

“Kami juga melakukan feasibility study peningkatan status RS Labuang Baji sebagai RS Pendidikan, serta feasibility study RS Spesialis, hingga kajian mutu layanan RS Regional, dan layanan kesehatan di ruang publik,” terangnya.

Di sektor pendidikan, juga sementara dilaksanakan kajian pengukuran passing grade siswa secara berkala, pelaksanaan acara Gerakan 15 Menit Mengaji, workshop peminatan MIPA, dan penyediaan daftar kebutuhan Sarpras 2019. Disamping itu, telah ditandatangani MoU antara Dinas Pendidikan dan BNNP.

“Telah dijadwalkan dan dilaksanakan pula pelatihan guru di tingkat SMA/ SMU/ Sekolah Vokasional, dan pelatihan guru di tingkat SMA/ SMU/ Sekolah Vokasional,” ungkapnya.

Nurdin Abdullah juga melakukan upaya-upaya dalam mewujudkan Sulsel yang terkoneksi. Karenanya, dilakukan kajian FS jalan terisolir di Seko, kajian FS Rest Area yang dilengkapi sejumlah fasilitas.

“Kami juga fokus kepada penyelesaian program RTRW Kehutanan yang merupakan dasar pembangunan berkelanjutan yang peduli akan lingkungan, dan percepatan penyusunan rencana pengelolaan hutan jangka panjang 16 KPH,” paparnya.

Sulsel yang mandiri sejahtera, lanjut Nurdin Abdullah, diwujudkan melalui sejumlah kebijakan ekonomi. Diantaranya, direct call ekspor dan perencanaan pembangunan creative hub yang merupakan ruangan kerja bersama untuk pengembangan industri kreatif di Sulsel.

“Creative hub yang berlokasi di PLUT KMUKM SULSEL di Jalan Metro Tanjung Bunga, direncanakan dapat beroperasional di tahun 2019, dan akan menyediakan fasilitas – fasilitas yang dapat dimanfaatkan. Seperti: lecturing theater, creative store, workshop space, dan wirking space,” urainya.

Disiapkan pula Sertifikasi Halal untuk 16 UMKM dengan 96 jenis produk finalisasi Perda Pemberdayaan Koperasi dan UKM,

penciptaan wirausaha baru untuk 500 kelompok di 24 Kabupaten/Kota, dan penyelesaian inventarisasi dan verifikasi (Invert) Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) pada empat kabupaten di Sulsel.

Terkini.id — Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan) dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) pada 5 September 2018 lalu. Hari ini, Sabtu, 15 Desember 2018, merupakan 100 hari mereka memimpin di Sulsel.

Telah banyak yang dilakukan Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman dalam 100 hari kerja. Khususnya dalam mewujudkan Sulawesi Selatan Bersih Melayani, Sehat Cerdas, Terkoneksi, Mandiri Sejahtera, dan Berkarakter.

Nurdin Abdullah menuturkan, untuk mewujudkan Sulsel Bersih Melayani, telah dibangun Baruga Lounge. Di tempat ini, melayani pelaporan via online, aplikasi Baruga Sulsel via Android, sosmed Baruga Sulsel Instagram,Twitter, Facebook atau SMS ke 1901.

Sejumlah kajian juga telah dirampungkan. Antara lain, kajian reformasi birokrasi dan perampingan struktur pemerintahan sesuai persyaratan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), masterplan digital governance, dan penerapan sistem e-Kinerja yang baru.

“Kami juga telah merampungkan kajian pemetaan pemasangan fiber optics dalam lingkungan Pemprov Sulsel dan membuat program Samsat Lorong untuk memudahkan publik membayar pajak kendaraannya,” kata Nurdin Abdullah, Jum’at (15/12).

Dalam 100 hari kerjanya, mantan Bupati Bantaeng dua periode ini juga fokus membangun sektor kesehatan. Melalui program Brigade Siaga Bencana (BSB), disiapkan ambulance laut sebanyak satu unit dan ambulance darat lima unit.

Dilakukan pula Feasibility Study (FS) peningkatan mutu layanan Rumah Sakit (RS) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov). Seperti Labuang Baji, RS Haji, RS Dadi, RS Sayang Rakyat, RS Fatimah dan RS Pertiwi.

“Kami juga melakukan feasibility study peningkatan status RS Labuang Baji sebagai RS Pendidikan, serta feasibility study RS Spesialis, hingga kajian mutu layanan RS Regional, dan layanan kesehatan di ruang publik,” terangnya.

Di sektor pendidikan, juga sementara dilaksanakan kajian pengukuran passing grade siswa secara berkala, pelaksanaan acara Gerakan 15 Menit Mengaji, workshop peminatan MIPA, dan penyediaan daftar kebutuhan Sarpras 2019. Disamping itu, telah ditandatangani MoU antara Dinas Pendidikan dan BNNP.

“Telah dijadwalkan dan dilaksanakan pula pelatihan guru di tingkat SMA/ SMU/ Sekolah Vokasional, dan pelatihan guru di tingkat SMA/ SMU/ Sekolah Vokasional,” ungkapnya.

Nurdin Abdullah juga melakukan upaya-upaya dalam mewujudkan Sulsel yang terkoneksi. Karenanya, dilakukan kajian FS jalan terisolir di Seko, kajian FS Rest Area yang dilengkapi sejumlah fasilitas.

“Kami juga fokus kepada penyelesaian program RTRW Kehutanan yang merupakan dasar pembangunan berkelanjutan yang peduli akan lingkungan, dan percepatan penyusunan rencana pengelolaan hutan jangka panjang 16 KPH,” paparnya.

Sulsel yang mandiri sejahtera, lanjut Nurdin Abdullah, diwujudkan melalui sejumlah kebijakan ekonomi. Diantaranya, direct call ekspor dan perencanaan pembangunan creative hub yang merupakan ruangan kerja bersama untuk pengembangan industri kreatif di Sulsel.

“Creative hub yang berlokasi di PLUT KMUKM SULSEL di Jalan Metro Tanjung Bunga, direncanakan dapat beroperasional di tahun 2019, dan akan menyediakan fasilitas – fasilitas yang dapat dimanfaatkan. Seperti: lecturing theater, creative store, workshop space, dan wirking space,” urainya.

Disiapkan pula Sertifikasi Halal untuk 16 UMKM dengan 96 jenis produk finalisasi Perda Pemberdayaan Koperasi dan UKM,

penciptaan wirausaha baru untuk 500 kelompok di 24 Kabupaten/Kota, dan penyelesaian inventarisasi dan verifikasi (Invert) Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) pada empat kabupaten di Sulsel.

“Juga telah diselesaikan kajian terkait pemetaan kebutuhan dan pembangunan cekdam dan irigasi di seluruh Sulsel, potensi perkembangan kakao, potensi perkembangan kopi, sosialisasi pengembangan Talas Satoimo (CPCL), pengembangan kawasan kakao, kopi, dan rempah, kajian hilirisasi pertanian, dan Soft Launching Bali Magis,” urainya.

Sulsel berkarakter, tambah Nurdin Abdullah, diwujudkan dalam rencana revitalisasi Benteng Somba Opu, rebranding pariwisata (rebranding Logo, video pariwisata), penandatanganan MoU Kerja Sama Bank Indonesia dengan Pemprov Sulsel dan beberapa kabupaten untuk pariwisata yang terintegrasi.

Sekedar diketahui, sejumlah FS dan kajian yang telah rampung, pembangunan fisiknya akan dilaksanakan tahun 2019 mendatang. Anggarannya telah dialokasikan di APBD Sulsel 2019. Misalnya, pembangunan rumah sakit regional yang sementara dilakukan kajian untuk Palopo, Bone, dan Wajo. (dikutip di Terkini.id). ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: