Pemkab Donggala Defisit Rp,56 Miliyar

foto tiem anggaran pemerintah dfaerah (TAPD). foto Bang Doel/deadline-news.com
0

“Defisit itu biasa, Sedangkan APBN Juga Mengalami Defisit”

Bang Doel (deadline-news.com)-Donggalasulteng-Anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Donggala sampai September 2018 ini, mengalami defisit sebesar Rp,56 miliyar.

Hal itu diakui oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Donggala H.Aidil Noor, SH, M.Si menjawab deadline-news.com di ruang kerjanya Senin (24/9-2018).

Sekda Pekab Donggala Aidil Noor yang didampingi tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) menjelaskan, bahwa soal defisit anggaran itu biasa saja. Karena Negara juga terkadang mengalami defisit APBNnya.

“Kalau defisit itu biasa, sedangkan APBN juga mengalami defisit,’ujar Aidil Noor.

Menurutnya defisit itu bukan berarti ada korupsi. Tapi lebih pada tidak berimbangnya penerimaan dengan belanja. Sebab biasa ditargetkan penerimaan Rp, 1,2 triliun. Tapi realisasinya Rp,900 miliyar.

Sementara plafon belanja sesuai penganggaran seimbang dengan pendapatan. Namun realisasinya kurang, sehingga terjadi defisit.

Misalnya bagi hasil antara pusat dan daerah, diharapkan 100 persen masuk. Tapi karena kebijakan pusat, melakukan pemotongan misalnya 30 persen, sehingga yang didapat oleh daerah tinggal 70 persen.

Celakanya lagi, transferan dari pusat ke daerah terlambat, sehingga mengakibatkan defisit. Belum lagi masih ada tagihan pihak ke 3 belum terbayarkan, sehingga menjadi hutang pemda yang harus dibayarkan. Khususnya pekerjaan pihak ke 3 yang sudah selesai.

“Makanya proyeksi anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (APBDP) 2018 ini, kita menyesuaikan item yang prioritas. Misalnya anggaran kesehatan dan pendidikan,”jelas mantan Camat Banawa itu.

Aidil menambahkan anggaran pendapatan asli daerah (PAD) masih banyak yang belum tertagih, sehingga mengakibatkan pendapatan tidak berimbang dengan belanja.

“Mudah-mudahan transfer dari pusat ke daerah segera masuk, dan pajak-pajak daerah serta sumber-sumber pendapatan lain juga segera masuk, sehingga defisit tersebut dapat segera teratasi,”tutur mantan Kepala Inspektorat Kabupaten Donggala itu yang diamini 2 orang asistennya dan seorang bagian keuangan. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: