Pekerjaan Tak Beres, PT. Hafayed Perkasa Utama Wanprestasi

Inilah kondisi Proyek jalan dan drainase dalam kota Tentena (Foto Lius Opu Kapita/DN-koranpedoman.com)
0

Andi Attas Abdullah (koranpedoman.com/Deadline News)-Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Sulteng Ir.H.Syaifullah Djafar, M.Si menjawab koran Deadline News group koranpedoman.com via whatsaap menegaskan bahwa rekanan proyek pengerjaan jalan dan drainase dalam kota Tentena Kabupaten Poso tidak mampu menyelesaikan pekerjaannya. Olehnya Dinas PU Bina Marga Sulteng menganggap bahwa PT.Hafayed Perkasa Utama kehilangan kepercayaan (wanprestasi). Padahal sudah diberikan waktu perpanjangan selama 50 hari dari jadwal kontrak.
Proyek pembangunan peningkatan jalan dan drainase di dalam kota Tentena kurang lebih 4 Km itu dengan anggaran APBD Sulteng tahun anggaran 2016 diduga tidak beres pengerjaannya. Bahkan tidak mampu diselesaikan tepat waktu. Disinyalir ada timbunan pemadatan badan jalan dalam kota Tentena tidak sesuai dengan apa yang dipersyaratkan dalam kontra.
Sampai batas waktu tambahan 50 hari, pengaspalan dalam kota Tentena yang panjangnya sekitar 700 meter disisi kiri belum rampung 100 persen. Begitupun dengan saluran air (drainasenya). Bahkan sampai saat ini pengerjaan drainase belum juga rampung. Akibat keterlambatan pengerjaan proyek jalan dan drainase dengan anggaran Rp,4 miliyar lebih itu pihak rekanan mendapatkan sanksi doubel denda. Sehingga pihak PU Bina Marga memberlakukan denda dua kali lipat dari denda sebelumnya.”Dia akan dikenakan denda dua kali jika pekeraannya tidak selesai dari waktu tambahan 50 hari yang diberikan ke rekanan,”jelas Syaifullah.
Menurut Syaifullah baru 30 persen pembayaran proyek pekerjaan peningkatan jalan dan drainase dalam kota Tentena ke rekanan. Dan apabila sampai batas tambahan waktu 50 hari yang diberikan ke rekanan, belum juga mampu menyelesaikannya. Maka pembayaran berikutnya akan dihitung sesuai volume kerjanya. “Jadi nti setelah masa denda berakhir, akan dihitung masih berapa hak mereka atas pekerjaan yang telah dilaksanakan. Dan mereka masih harus membayar kewajiban denda,”tulis Syaifullah. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: