Mengenal Destinasi Wisata Kampung Penyuh Pantai Salopi

0

 

Oleh Andi Attas Abdullah

Foto Caffe Rumah Karya yang terbuat dari kayu limbah dan terbuka. Foto Bang Doel deadline-news.com

 

Walau hanya dikelola secara sederhana, namun tampak menarik perhatian para pengunjung destinasi wisata kampung Penyuh Pantai Salopi itu.

Adalah Sudirman pengelola destinasi wisata kampung penyuh Pantai Salopi Desa Binanga Karaeng Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang itu.

Lelaki berperawakan kecil dan gondrong ini sudah tiga tahun mengelola destinasi wisata Kampung Penyuh Pantai Salopi itu.

Kenapa disebut kampung penyuh? Sebab di caffe rumah karya destinasi wisata pantai Salopi ini terdapat konservasi penangkaran penyuh.

Sebanyak 3000an ekor penyuh telah dilepas liarkan ke laut setelah melalui proses penangkaran berbulan-bulan di Kampung Penyuh Pantai Salopi itu.

Kampung penyuh Pantai Salopi ini didesain sedemikian rupa oleh Sudirman bersama kawan-kawannya sejak tiga tahun lalu. Dan tampak indah dipandang mata. Pasir dan pantainya Indah dari kesan pencemaran lingkungan.

Bagaimana tidak semua ornamen dan assesoris di caffe destinasi wisata kampung Penyuh Pantai Salopi itu terbuat dari kayu limbah yang hanyut dibawa ombak lalu dipungun dan didesain dalam berbagai bentuk sehingga bernilai seni yang indah dan alami.

Semua bahannya disekeliling caffe destinasi wisata kampung penyuh pantai Salopi ini 100 persen dari kayu lumbah pantai yang dibawa ombak lalu dipungut dan dikumpulkan oleh Sudirman bersama kawan-kawannya.

Ada perhatian lingkungan, menjaga alam dan mengembang biakkan penyuh visi dan missi Sudirman dalam mengelola destinasi wisata di Kampung Penyuh pantai Salopi itu.

Padahal tidak sedikit pun keuntungan financial yang mereka dapatkan. Mereka hanya kepuasan bathin dan sekedar menyalurkan hobby mendirikan ceffe pada destinasi wisata kampung Penyuh Pantai Salopi itu.

“Kalau berbicara untung rugi dan nilai ekonomi tidak ada incam mengelola caffe pada destinasi wisata kampung penyuh pantai Salopi ini. Tapi hanya karena hobby dan kepuasan bathin tersendiri yang diperoleh,”kata lelaki lulusan salah satu Universitas di Makassar Sulsel ini menjawab deadline-news.com Senin Sore (26/7-2021).

Destinasi wisata kampung penyuh Pantai Salopi ini memang sangat Indah dipandang mata dikalah senja hari. Apalagi jika cuaca cerah.

Betapa tidak mata hari sunset yang perlahan hendak terbenam tampak kemerah-merahan seperti warnah api menyalah.

Apalagi dengan hembusan angin sepoi-sepoi sambil menyerub kopi asli asal Soppirang racikan Sudirman di Kampung Penyuh Pantai Salopi menambah suasana nyaman yang Indah.

Lokasi destinasi wisata kampung Penyuh Pantai Salopi ini jauh dari kesan pencemaran lingkungan Industri Logam. Bahkan sangat alami.

Lautnya membiru dan di daratan dikelilingi oleh pohon kelapa dan rumput hijau.

Lokasi destinasi wisata kampung Penyuh Pantai Salopi ini merupakan tempat tongkrongan anak – anak muda maupun orang dewasa bersama keluarga baik masyarakat setempat maupun dari luar daerah seperti Polman.

Dan keindahannya sangat tampak dan terasa pada petang hari.

Destinasi wisata kampung penyuh Pantai Salopi ini berada di kilometer 37 dari Kota Pinrang atau kurang lebih 300 kilometer dari Kota Makassar Sulsel dan sekitar 5 kilometer dari Polewali Mandar (Polman).

Sebab tempatnya berada di perbatasan Desa Binangan Karaeng Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang Sulsel dan Desa Paku Kecamatan Binuang Kabupaten Polman Sulbar.

Mengapa mesti sore atau senja baru menampakan Ke Indahannya destinasi wisata kampung Penyuh Pantai Salopi ini?

Sebab disenja hari dikalah cuaca cerah, sinar mata hari Sunset baru tampak.

Hanya saja di lokasi destinasi wisata kampung Penyuh Pantai Salopi ini belum ada sajian makanan khas. Tapi baru sekedar makanan ringan dan minuman hangat dan dingin.

Tapi yang pasti Sudirman bersama kawan-kawannya mengelola destinasi wisata kampung penyuh pantai Salopi itu karena peduli lingkungan dan cinta akan ke Indahan alam laut serta mengembang biakkan makhluk hidup terkhusus Penyuh.

Sayangnya pemerintah melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif baik Kabupaten maupun Provinsi belum meliriknya.

Mungkin karena ketidak tahuannya akan keberadaan destinasi wisata kampung penyuh pantai Salopi itu.

Namun yang Pasti destinasi wisata alam kampung penyuh itu tersirat akan kepedulian melestarikan penyuh, menjaga alam laut, hiburan dan kepuasan bathin.

Terima kasih pak Sudirman telah menjaga alam pantai laut Salopi dan memberi warna ornamen yang benar-benar alami, sehingga membuat pengunjung puas dan mengundang selera untuk kembali lagi menikmati Indahnya mata hari Sunset yang perlahan terbenam di kampung penyuh pantai Salopi itu. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: