Mahasiswa Minta Kajari Tolitoli Transparan Ungkap Kasus Korupsi

Aksi mahasiswa di Tolitoli bakar ban di depan kantor Kejari. Foto Mahdi Rumi/deadline-news.com
0

 

 

Mahdi Rumi (deadline-news.com)-Tolitoli-Aksi unjuk rasa dari Aliansi Berantas Korupsi HMI dan PMII cabang Tolitoli Sulawesi Tengah seruduk pintu pagar masuk kantor kejaksaan negeri tolitoli pada selasa (27/9-2022), dan merangsek masuk dalam gedung kantor kejaksaan negeri tolitoli di jalan magamu.

Aksi unjuk rasa para mahasiwa ini mendesak kepada pihak penyidik kejaksaan negeri tolitoli agar melakukan proses penganan kasus dugaan korupsi di Tolitoli secara serius, transparan dan akuntabel serta tidak pandang buluh dan tidak tertutup menyampaikan perkembangan kasusnya ke pada publik.

Seperti diketahui kejaksaan negeri tolitoli sejak menangani kasus dugaan korupsi dana penyertaan modal ini sudah dua bulan lebih dan baru menetapkan seorang TERSANGKA inisal ISA.

Isa mantan kepala bidang administrasi dan keuangan PDAM Ogomalane tolitoli, sementara direktur PDAM ogomalane Arnol Rasang sendiri belum ditetapkan sebagai TERSANGKA oleh penyidik kejaksaan negeri tolitoli.

ISA mantan kepala bagian administrasi dan keuangan merasa dirinya teraniaya, padahal proses keluar masuknya keuangan semuanya atas persetujuan direktur dan dirinya tidak pernah memegang fisik keuangan.

“Semua uang keluar masuk di PDAM apakah itu dana penyertaan atau hasil penjualan air semua atas persetujuan direktur dan beliau bertanda tangan diatasnya, namun saya sesalkan beliau tidak akui itu,”ungkap ISA.

Dana penyertaan modal sejak tahun 2017 – 2019 sekitar Rp, 5 milyar dan hasil perhitungan sementara secara internal potensi kerugian negara mencapai Rp 1 milyar lebih.

Usai menerima berkas tuntutan para mahasiswa, kepala kejaksaan negeri tolitoli Abertinus P Napitupulu, SH mengatakan bahwa pihaknya tidak akan main – main dalam menangani kasus korupsi di tolitol.

Dan untuk kasus PDAM Ogomalane tolitoli tidak akan berhenti disini saja dan tetap melakukan pendalaman siapa – siapa yang bertanggung jawab dalam kasus itu. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: