Kredit Macet Rp,12 M ke PT.MAP Diduga Libatkan Pejabat Bank Sulteng

foto salah satu rumah PT.MAP yang disegel penyidik Kejati Jum'at (29/11-2019). foto Ist/deadline-news.com
0

Bang Doel (deadline-news.com)-Palusulteng-Pemberian fasilitas kredit ke pengembang perumahan PT.Mulyatama Asri Palu (MAP) oleh PT.Bank Sulteng berujung kemacetan. Tidak tanggung-tanggung dugaan kredit macet yang melibatkan PT.MAT itu mencapai kurang lebih Rp, 12 miliyar.

Mulusnya fasilitas kredit property di bank Sulteng yang berujung macet itu, diduga melibatkan pejabat di Bank Sulteng. Padahal sudah ada tanda-tanda kredit PT.MAP itu  akan mengalami ke macetan di Bank lain, sehingga take oper ke Bank Sulteng.

Terungkapnya dugaan kredit macet di Bank Sulteng atas pembiayaan pengembang perumahan di jalan Kakatua itu, berawal dari seorang calon user bernama Abdurrahim Arif yang merasa ditipu.

Kronologisnya bermulai pada tahun 2014, dimana ada pameran property di lapangan Walikota Vatulemo, kebetulan PT.MAP saat itu developer peserta pameran itu.

PT.MAP ini mendapat fasilitas kredit di Bank Sulteng. Adalah Abdurrahim Arif selaku calon user bertemu ANSAR, HAMKA dan RAMLI Martasi dari Bank Sulteng serta dari pihak PT.MAP, lalu membicarakan mengenai perumahan yang ditawarkan itu.

“Awalnya saya sempat ragu, namun dari pihak Bank Sulteng & PT.MAP memberikan jaminan serta meyakinkan saya dikala itu,” kata Abdurrahim Arif menjawab deadline-news.com Senin (3/12-2019).

Kata Rahim dirinya diperintahkan untuk memberikan uang muka melalui Rek.di bank Mandiri, dan sebahagian di berikan secara tunai, dengan janji dari pihak Bank Sulteng berkoloborasi dengan PT.MAP akan diberikan fasilitas kredit lunak.

“Namun pada akhirnya saya disuruh untuk melunasi kredit konstruksi PT.MAP Rp,480 juta & saya setor lagi Rp,200 juta, karena mendapat persetujuan kredit Rp, 300 juta, tapi ternyata rumah tersebut telah dijaminkan lagi pada orang lain dan saya keberatan, sehingga meminta seluruh dana saya dikembalikan sesuai yang telah saya setorkan mencapai Rp,600 juta,”jelas Rahim lagi.

Menurut Rahim pihak PT.MAP & PT.BANK SULTENG berjanji akan mengembalikan uang miliknya, yang hingga kini belum terealisasi.

Sehingga pada akhirnya Rahim melaporkan PT.MAP ke KEJATI Sulteng, dan ke POLDA Sulteng di bagian Ditreskrimum yang hingga kini juga belum ada perkembangan, padahal dilaporkan pada 31 Agustus 2016 .

“Sekarang ini pihak PT. BANK SULTENG berencana mengembalikan uang saya, dan seluruh aset PT.MAP sudah disita oleh PT.BANK SULTENG,”jelas Rahim.

Terkair kredit macet di bank Sulteng itu, pihak penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah telah melakukan penyegelan terhadap salah satu rumah milik pengembang PT.MAP pada hari Jum’at (29/11-2019).

Terkait pemberian fasilitas kredit yang berujung macet itu, Direktur Utama (Dirut) Bank Sulteng Rahmat Abdul Haris sudah beberapa kali diperiksa penyidik Kejati Sulteng.

Dirut Bank Sulteng Rahmat Abdul Haris yang berusaha di konfirmasi deadline-news.com di kantornya, kata seorang pegawai di Bank Plat merah daerah itu, sedang keluar kota. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: