KPU Berlakukan Pembatasan Dalam Ruang Debat

foto debat publik terbuka empat paslon Walikota dan Wakil Walikota Palu yang diselenggarakan KPU Palu. foto ist/deadline-news.com
0

 

Ilong (deadline-news.com)-Palusulteng-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu, memberlakukan pembatasan terhadap publik di dalam ruang debat, sehingga yang hadir dalam ruangan sangat terbatas.

Pada debat pedana Selasa (27/10-2020) ini, seluruh Paslon memaparkan visi – misi masing-masing yang mendorong mereka maju pada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota tahun 2020 ini.

Setelah pemaparan visi – misi, moderator lalu memandu pendalaman visi – misi melalui panelis yang hadir pada debat itu.

Beberapa tema yang menjadi titik tekan dari para panelis adalah soal transportasi umum, revitalisasi pembangunan Kota Palu, masalah sampah dan konsep pembangunan cepat hunian tetap (Huntap) bagi korban bencana alam tahun 2018.

Namun sebelum pelaksanaan debat, Ketua KPU Kota Palu Agussalim Wahid dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak sehingga debat itu bisa terlaksana dengan baik. Agussalim juga menyampaikan bahwa pelaksanaan debat itu dilakukan dengan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat.

“Kita semua harus menjadi bagian dari upaya memutuskan mata rantai penyebaran covid-19 di Kota Palu, sehingga pemilihan serentak dapat dipastikan menjadi pemilih yang berintegritas dan sehat,”ucap Agus.

Menurut Agus, berdasarkan PKPU nomor 5 Tahun 2020 bahwa pelaksanaan kampanye di mulai dari tanggal 26 September sampai 5 Desember tahun 2020

“Bahwa pelaksaan kampaye salah satu metode yang dilaksanakan debat publik, kemudian PKPU nomor 13 tahun 2020 yaitu pelaksaan ditengah pandemi Covid-19 bahwa pelaksanaanya dilaksanakan sesuai protokol kesehatan,” terangnya.

Dia menjelaskan, debat publik diharapkan menjadi penyebaran profile visi – misi terkait program kerja paslon terhadap masyarakat untuk memilih sekaligus memberikn informasi seluas-luasnya kepada pemilih, sehingga menjadi pertimbangan pemilih untuk dapat menjatuhkan pilihannya di hari pemilihan yang dijadwalkan pada 9 Desember tahun 2020.

“Ini juga menjadi pendalaman dalam menggali tema, baik putaran pertama, kedua maupun ketiga nantinya. Kita berharap, debat ini menjadikan sosialisasi dan juga edukasi bagi kita semua,” tandasnya. (dikutip di Sultengnews).***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: