Ketua DPRD Donggala Minta Dihapus Batas Usia Honorer

foto demo sebagai bentuk protes terhadap pembatasan usia honorer untuk dapat ikutbtes CPNS 2018. foto Bang Doel/deadline-news.com
0

foto ketua DPRD Donggala Asis Rauf. foto Sunandar alias Panji/deadline-news.com
foto Kabag Hukum DPRD Donggala Arifin, SH saat membacakan surat masuk. foto Nandar Panji/deadline-news.com
foto suasana sidang di DPRD Donggala. foto Nandar alias Panji/deadline-news.com
foto salah satu agenda rapat di DPRD Donggala. foto Nandar alias Panji/deadline-news.com

Nandar Alias Panji (deadline-news.com)-Donggalasulteng-Pembatasan usia K2 35 tahun, membuat kekecewaan massal. Hal ini memicu unjukrasa di mana-mana di seantero nusantara.

Kebijakan pemerintah membatasi usia maksimal 35 tahun itu, bagai K2 untuk dapat mengikuti tes CPNS 2018, dianggap merugikan honorer K2 yang sudah mengabdi puluhan tahun.

Hal ini ditegaskan Ketua DPRD Kabupaten Donggala Azis Rauf menjawab deadline-news.com di ruang Kerjanya Jum’at (21/9-2019).

“Pembatasan umur berarti mematikan mata pencarian masyarakat, khususnya yang ada di kabupaten Donggala, karena masih banyak honorer yang sudah lama mengabdi dan mereka sudah melebih umur 35 tahun. kasihan nasib mereka jika dibatasi umurnya,”tegas Ketua DPRD Donggala Asis Rauf.

Ia mengaku sangat setujuh sekali, jika umur honorer K2 tidak dibatasi. Sebab kita tau masyarakat ingin sekali bekerja dan mengurangi angka penganguran yang ada diwilaya kabupaten Donggala.

“Jika dibatasi umur saya selaku ketua DPRD Donggala menolak,” tandas politisi Gerindra Donggala itu.

Sebelumnya Ketua Badan Legislasi DPR RI Dr.Supratman Andi Agtas,SH, MH menegaskan bahwa solusi untuk menyelesaikan masalah honorer K2 sangat gampang. Yakni hapus syarat batas usia 35 tahun.

“Kongkretnya kami minta segera diselesaikan. Batas usia itu tidak perlu, dan tidak perlu ada jalur testing, karena toh mereka sudah mengabdi,” kata Supratman seperti dikutip di JPNN, Selasa (18/9-2018). ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: