Kasatker Irfan : Sudah Dibenahi dan Sesuai SNI

foto proyek penahan bahu jalan di gunung Labean. foto dok kasatker wilayah I BPJN XIV Sulteng di Palu/deadline-news.com
0

“Bronjong Pabrikan Dengan Buatan Manual Beda Kwalitas dan Harga”

foto brojong pabrikan. foto dok google.com/deadline-news.com
bronjong buatan manual. foto google.com/deadline-news.com

Bang Doel (deadline-news.com)-Palusulteng-Kasatker Wilayah I BPJN Sulawesi Tengah di Palu Irfan menjawab chat korfirmasi deadline-news.com Rabu (22/1-2020) mengatakan bahwa proyek pengerjaan penahan bahu jalan ruas jalan Nasional Tonggolobibi-Sabang-Tambu dan Tompe, tepatnya titiknya berada di gunung Labean Pantai Barat Kabupaten Donggala sudah dibenahi pihak rekanan yakni PT.Inti Priasco.

Menurut Kasatker Wilayah I BPJN Irfan kawat bronjong yang digunakan juga sudah sesuai SNI.

“Itukan memang sudah sesuai SNI,”tulis Kasatker Irfan.

Sementara itu Taslim Bahar salah seorang dosen teknik Untad yang ahli dibidang besi bronjong menjawab deadline-news.com Kamis (23/1-2020), mengatakan besi bronjong pabrikan dengan buatan manual jauh berbeda, baik secara kwalitas maupun perbandingan harganya.

“Pabrikan jauh lebih mahal dan besi bronjong manual lebih murah, ukuran dan kwalitasnya juga berbeda,”kata Taslim.

Kata Taslim kalau untuk penggunaan proyek biasanya soal harga bronjong ada aturan tersendiri sesuai keputusan Gubernur, Walikota ataupun Bupati.

Kemudian deadline-news.com mencoba mengecek harga di google tepatnya di buka lapak harga bronjong pabrikan diatas Rp,120,000-Rp,200,000-Rp,305,000 pergulung/unit. Sedangkan bronjong buatan manual harganya dikisaran Rp, 75,000.***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: