Kantor SMPN 21 Sigi Ludes Dilalap Sijago Merah

smp neg 21 Sigi yang terbakar (foto Ardi Jafar DN/koranpedoman.com)
0

Ardi Jafar (Deadline News/koranpedoman.com)-SIGI- Kantor SMP Negeri 21 Sigi di Desa Bangga Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi terbakar Jumat (7/10-2016) Malam sekira pukul 22.30 Wita. Meski Penyebab kebarakan belum diketahui pasti,namun dugaan sementara dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK).

Berdasarkan pantauan ditempat kejadian perkara (TKP), selain kantor sekolah, jendela ditiga ruang kelas juga ikut dirusak serta ditemukan tumpukan meja dan bangku yang terbakar dengan menggunakan sapu ijuk.

Kepala Desa Bangga, Haerudin menuturkan, kebakaran diketahui setelah salah seorang warganya bernama Lukman dan Bande melintas dari arah Simoro ke Desa Bangga.

Dari kejauhan mereka berdua melihat nyala api diseputaran sekolah, keduanyapun mendekat. Setelah memastikan kebakaran itu, merekapun bergegas melaporkan kepada warga lainnya. Sontak, puluhan warga lainnya berlarian ke TKP untuk memadamkan api.

” Dengan melihat sejumlah tanda-tanda seperti pengrusakan kaca jendela serta kursi dan meja yang ditumpuk disalah satu ruang kelas yang mulai terbakar dengan menggunakan sapu ijuk, bisa diduga kebakaran ini disengaja,” tutur kades Sabtu (8/10).

Lanjut kades, di ruangan kelas juga ditemukan sejumlah bongkahan batu yang diduga sebagai alat untuk memecahkan kaca jendela. ” Diduga batu itu digunakan untuk memecahkan kaca, dengan dugaan ini, kami harap bisa ini diusut oleh pihak kepolisisn,” harapnya.

Sementara Kepala Sekolah SMP Negeri 21 Sigi Azhar mengakui, dalam kejadian itu sejumlah dokumen penting seperti Laporan Pertanggung Jawaban, Sertifikat, SK pendirian sekolah, Piagam sekolah, dan beberapa berkas lainya tak dapat diselamatkan.

” Dokumen-dokuman penting yang tidak bisa kami diselamtnkan itu adalah dokumen Laporan Pertanggung Jawaban, Sertifikat, SK pendirian sekolah, Piagam sekolah, dan beberapa berkas lainya,” jelas Azhar dengan nada sedih.

Menanggapi kejadian itu, Kapolres Sigi AKBP Agung Kurniawan S.Ik menyatakan, pihaknya saat ini masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) agar kasus tersebut dapat diketahui penyebab terjadinya. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: