Ini Cara KPU Tingkatkan Partisipasi dan Kwalitas Pemilih

foto peserta kursus singkat Pemilih di KPU Kota Palu. foto Agussalim Wahid/deadline-news.com
0

Ilong (deadline-news.com)-Palusulteng-Jelang pemilihan walikota dan wakil walikota (Pilwali/wawali) 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu membuka kursus kepemiluan.

Pembukaan kursus pemilu ini berlangsung di ruangan Rumah Pintar Pemilu (RPP) KPU Kota Palu Senin (2/12- 2019), dan diikuti oleh kelompok Pemilih Pemula dan Pemilih Muda dari Perguruan Tinggi baik Perguruan Tinggi Negeri maupun swasta.

Kursus singkat kepemiluan (Election Shortcourses) ini, merupakan salah satu cara dan gerakan sosial yang dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi dan kualitas pemilih dalam menggunakan hak pilihnya.

“Kursus singkat kepemiluan ini, merupakan cara KPU kota Palu tingkatkan partisipasi dan walitas Pemilih pada Pilwali/wawali kota Palu 2020,”kata ketua KPU Kota Palu Agussalim Wahid via chat whasappnya Senin (2/12-2019).

Menurutnya program itu melibatkan peran serta masyarakat seluas-luasnya. Mereka dibekali ilmu kepemiluan yg nantinya menjadi pelopor (pioneer) demokrasi dengan membentuk komunitas-komunitas peduli pemilu.

“Peserta kursus ini akan menjadi mitra KPU Kota Palu dalam menjalankan agenda sosialisasi dan pendidikan pemilih,”jelas Agus.

Agus mengatakan, jumlah peserta yang ikut dalam setiap kegiatan kursus singkat itu, sebanyak 22 orang. Dan kemudian dibagi kedalam 5 gelombang.

“Iktiar kami dengan kursus Pemilu ini, menjadi program pengembangan komunitas peduli pemilu dan demokrasi, sehingga melahirkan embrio komunitas yang peduli dengan isu-isu pemilu dan demokrasi,”terang Agus.

Agus berharap para peserta kursus pemilu inilah yang tumbuh dan berkembang secara mandiri, sehingga kursus singkat ini membangun kompetensi dasar kepemiluan untuk komunitas di Kota Palu.

“Kursus Singkat Kepemiluan yang digagas KPU ini, melibatkan kelompok masyarakat yang berasal dari 7 (tujuh) segmen pemilih strategis diantaranya :

  1. Pemilih pemula, 2. Tokoh agama, 3. Kelompok perempuan, 4. Penyandang disabilitas, 5. Kelompok marginal, 6. Kelompok professional, 7.Pemilih Muda.

Peserta kegiatan tersebut diharapkan akan membentuk kelompok-kelompok komunitas peduli pemilu dilingkungannya masing-masing.

“Program ini diharapkan mampu menumbuhkan kembali kesadaran positif terhadap pentingnya pemilu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga partisipasi pemilih dan kualitas Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu tahun 2020 meningkat dan lebih baik dari sebelumnya,”kata Agus penuh harapan.

Agus menegaskan bahwa adapun tujuan dari program ini adalah :

  1. Meningkatkan kualitas proses Pemilu (Pemilihan)

  2. Meningkatkan partisipasi pemilih

  3. Meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.

  4. Menjadi mitra kerja KPU Kota Palu dalam hal kepemiluan di masyarakat.

  5. Menumbuhkan komunitas-komunitas peduli pemilu ditengah masyarakat.

  6. Membangkitkan kesukarelaaan masyarakat sipil dlm agenda pemilu dan demokratisasi.

Materi yg diberikan dlm meningkatkan kompetensi:

  1. Pembukaan dan bina suasana

  2. Prinsip dasar partisipasi dalam pemilu/pemilihan

  3. Prinsip dasar pemilu yang jujur, adil dan tidak diskriminatif.

  4. Lembaga penyelenggara pemilu di Indonesia

  5. Tahapan Pemilihan

  6. Penegakan hukum Pemilu/Pemilihan.

  7. Public speaking

  8. Fieldtrip

  9. Rencana Tindak Lanjut

  10. Evaluasi penilaian pasca pelatihan

  11. Penutupan.

Pembicara dan fasiltator dalam kegiatan ini berasal dari anggota KPU Kota Palu. Selama mengitkuti kursis ini, panitia membuat kode etik peserta yang wajib dipatuhi yaitu:

  1. Bersikap independen, imparsial, dan non partisan terhadap peserta pemilu/pemilihan.

  2. Tidak melakujan tindak kekerasan

  3. Menghormati adat dan budaya setempat

  4. Tidak bertindak diskriminatif

  5. Memiliki komitmen untuk mdmbentuk komunitas-komunitas peduli dilingkungannya setelah kegiatan ini. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: