Pengusaha Keluhkan Semen Langka dan Mahal di Palu

foto Crane fasilitas bongkar muat kontener yang rubuh di Pelabuhan Pantoloan akibat Gempa dan Tsunami Jum'at petang 28/9-2018). foto dok Pelindo IV/deadline-news.com
0

“Ada Crane Rubuh di Pantoloan Akibatkan Kapal Pengangkut Bahan Bangunan Harus Antrian”

Bang Doel (deadline-news.com)-Palusulteng-Pengusahan dan masyarakat mengeluhkan tingginya harga bahan baku bangunan seperti Semen, Besi dan Atap. Bukan hanya hanya harga tinggi dari harga normal, tapi juga langka.

Adalah Jemmy Hosan salah seorang pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulteng menjawab deadline-news.com Jum’at (30/11-2018), mengeluhkan kelangkaan dan tingginya harga bahan bangunan itu.

Menurutnya ada salah satu alat bongkar muat  peti kemasa (Crane) milik pelabuhan Pantoloan (Pelindo) yang rubuh. Olehnya diminta ke PT.Pelindo selaku pengelola pelabuhan Pantoloan untuk segera membenahi Crane yang rubuh akibat gempa bumi dan tsunami 28 September 2018 itu.

“PT.Pelindu diminta segera mengusahakan perbaikan Crane yang rusak itu. Sebab Crane itu salah satu faslitas pelabuhan peti kemas di Pantoloan,”ujar Jemmy.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI H.Muhidin M Said yang dimintai pendapatnya soal Crane fasilitas pengangkat peti kemas dari Kapal ke Darat Pelabuhan Pantoloan yang rusak itu, mengatakan setelah kami melakukan kunjungan kerja ke PT.Pelindo IV Pantoloan, mereka berjanji Desember 2018 sampai Januari 2019 Crane yang rusak itu segera diganti. Sehingga diperkirakan nanti Januari 2019 baru dapat berfungsi. Sebab didatangkan dari Manado.

“Pengakuan pihak PT.Pelindo IV ke Komisi V saat kunjungan kemarin di Pelabuhan Pantoloan, mereka janji Desember ini didatangkan dari Manado, sehingga proses pemasangannya memakan waktu sampai Januari 2019 baru dapat beroperasi,”jelas ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI itu.

Disinggung soal harga bahan bangunan yang begitu mahal di Palu, seperti Semen mencapai Rp, 75 ribu – Rp, 80 ribu, dari harga norman hanya Rp, 50 ribu-Rp,60 ribu,  kata Muhidin itu sulit dihindari. Karena memang stok kurang, permintaan banyak, sedangkan kapal pengangkut peti kemas di Pantoloan antrian akibat kerusakan Crane itu.

“Sudah hukum ekonomi, permintaan banyak, barang kurang, harga menyonjak, akibat kerusakan crane fasilitas pelabuhan Peti Kemas Pantoloan rubuh diterjang gempa dan tsunami. Sehingga kapal pengangkut semen harus antrian menurunkan barangnya. Belum lagi pabrik Semen curah di Labuan juga rusak, mengakibatkan stok Semen di Palu langka,”tutur Politisi Partai Golkar itu.

Sementara itu GM PT.Pelindo IV Cabang Pantoloan I Nengah yang dikonfirmasi via chat di whatsAppnya menuliskan direncanakan kalau tidak ada halangan akhir Desember 2018 sudah ada penggantinya.

“Kita rencanakan kalau tidak ada halangan akhir Desember 2018 sudah ada penggantinya,”tulis GM PT.Pelindo Cabang Pantoloan itu.

Menurutnya walaupun container crane (CC) roboh, tapi secara umum kegiatan bongkar muat tetap bisa dilakukan di Pelabuhan Pantoloan dengan menggunakan crane kapal. Hanya saja kinerja menurun.

Kata I Nengah kalau CC bisa 18-20 container per jam. Tapi Kalo crane kapal hanya mencapai 6-7 container per jam. Diupayakan pengganti CC yang roboh datang akhir Desember 2018, sehingga kinerja bongkar muat bisa kembali normal di Pelabuhan Pantoloan.

“Saya mewakili management PT. Pelindo IV minta maaf atas penurunan kinerja ini,”ucapnya.***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: