Gubernur Cudy Bicara Investasi Bareng Luhut dan Bahlil

foto kopi pahi Bang Doel/deadline-news.com
0

 

Foto Bareng Gubernur Rusdy Mastura bersama para pejabat Pemprov Sulteng. Foto dok Haris/deadline-news.com

 

Malam ini Senin (6/12-2021), Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura yang akrab disapa Cudy itu bicara soal investasi bersama Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan serta Mentri Investasi/Kepala BKPM RI Bahlil Lahadalia di Hotel Mulia Jakarta.

Sebelum mengurai potensi sumber daya alam untuk investasi di Sulawesi Tengah, Gubernur Cudy akan meluncurkan buku dibawah judul “Mutiara di Lintas Khatulistiwa, Profil dan Peluang Investasi di Sulawesi Tengah”.

Adalah Rossi pemimpin Redaksi Kompas TV yang memandu dialog itu. Sebagai masyarakat Sulteng kita patut berbangga atas peluncuran bukan sang Gubernur Sulteng itu.

Dalam buku itu gubernur Cudy membeberkan potensi kekayaan yang terkandung dalam perut bumi Sulawesi Tengah yang memang sangat banyak.

Diantaranya tambang Nikel, Biji Besi, Emas, Galian C dan potensi pertanian, perkebunan, Kelautan dan Perikanan (Tambak).

Potensi kekayaan alam itu tentu menjadi incaran para investor, baik lokal, nasional maupun asing.

Lalu bagaimana potensi alam Sulteng itu dapat memberi dampak kesejahteraan bagi masyarakat Sulteng itu sendiri?

Jawabnya konsepnya ada dalam buku karya Gubernur Cudy yang Senin malam itu diluncurkan.

Sulteng memiliki potensi kekayaan alam yang berlimpah, namun belum mampu menjawab kemiskinan yang masih cukup besar, jika dibandingkan daerah lainnya.

Berdasarkan data BPS pada bulan Maret 2021, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Sulawesi Tengah mencapai 404,44 ribu orang (13,00 persen), bertambah sebesar 0,70 ribu orang dibandingkan dengan kondisi September 2020 yang sebesar 403,74 ribu orang (13,06 persen) per Juli 15, 2021.

Menko Luhut dan Bahlil akan menggaet investor untuk menjama potensi alam yang terkandung dalam perut bumi Sulteng itu.

Harapannya buku itu tidak hanya jadi bacaan teori saja, tapi mampu membangkitkan gairah dan perbaikan ekonomi masyarakat Sulteng lewat investasi.

Investasi tidak hanya dibicarakan, tapi dapat diwujudkan untuk kemakmuran dan kemaslahatan masyarat Sulteng.

Jangan hanya untung di Investor, tapi buntung di masyarakat. Hilirisasi pertambangan misalnya di Sulteng khususnya Morowali dan Morowali Utara sampai saat ini belum memberikan dampak positif peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bahkan sebagian tanah-tanah masyarakat “dirampas” tanpa ganti rugi yang memadai oleh Investor.

PT.Bintang Delapa Mineral yang didalamnya PT.Indonesia Morowali Industrial Part (IMIP) belum terlihat dapat memberikan kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakat Morowali secara khusus dan Sulawesi Tengah secara umum.

Bahkan kabarnya ada salah satu desa yang akan direlokasi demi investasi pertambangan di daerah itu.

Banyak petinggi Sulteng yang hadir dalam acara itu, diantaranya dua tenaga ahli Gubernur yakni Ridho Saleh, Ronny Tanusaputra, Kadis ESDM Haris Kariming, Dr.Dahri, Kadis Kelautan dan Perikanan Arif Lacuba dan sejumlah pejabat lainnya.

Selamat dan sukses peluncuran buku Bapak Gubernur Sulteng H.Rusdy Mastura. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: