Dikritik Soal Pelayanan Undata, dr.Abdullah Naik Pitam

dr Abdullah (Tengah) saat menghadiri pembukaan Taman Bacaan di
0

dr Abdullah (Tengah) saat menghadiri pembukaan Taman Bacaan di
dr Abdullah (Tengah) saat menghadiri pembukaan Taman Bacaan di

Doel (koranpedoman)-Palu-Sulteng-Beberapa hari yang lalu, pelayanan RSUD Undata baru, ramai diberitakan dimedia massa. Betapa tidak, seorang pasien rujukan asal kabupaten Tojo Unauna dengan penyakit paru-paru basah (TBC), sudah dua hari menginap, tapi disuruh keluar tanpa pelayanan yang memadai.

Tidak jelas, apa alasan pihak RSUD Undata menyuruh keluar pasien rujukan asal kabupaten Tojo Unauna itu. Adalah Ismail Lakambe pasien rujukan dari RSUD Touna itu. Dia sudah dua malam mengunap di RSUD Undata, tapi tidak mendapatkan pelayanan sebagaimana layaknya seorang pasien. Bahkan dia ditanya macam-macam oleh petugas RSUD Undata.

“Kalau pasien gratis peserta Jamkesmas, Jamkesda atau BPJS sudah tidak ada ruang untuk pasien menginap. Tapi kalau bayar masih ada ruang. Jadi silahkan keluar,”begitu bahasa keluar dari mulut petugas kesehatan yang melayani di RSUD Undata itu seperti ditirukan oleh anggota DPRD Sulteng daerah pemilihan Kabupaten Touna, Poso dan Morowali Ir.Suprapto Dg Situru.

Karena merasa masyarakat daerah pemilihannya diperlakukan begitu, spontan saja ia melontarkankritikan pedas ke Direktur RSUD Undata dr.H.Abdullah, namun kritikan pedas itu bukannya diterima sebagai masukan, malah ditanggapi dengan emosional. “Saya tidak terima dibuat begitu, sudah dikorankan. Dan itu tidak benar ada begitu (maksudnya tidak dilayani). Kapan dan dimana serta siapa pasiennya tolong pertemukan saya,”kata dr.Abdullah dengan nada emosi.

Menimpali pernyataan dr.Abdullah itu, Suprapto dengan tegas mengatakan, korbannya ada, dia adalah pasien rujukan asal Ampana, nti saya bawa ketemu dokter. Dan kalau dokter tidak senang silahkan keberatan. Ini soal keselamatan dan kesehatan masyarakat, kami di DPRD telah mendukung dan mendorong agar biaya pelayanan kesehatan di RSUD Undata lebih baik. Tapi kenyataannya justru lebih buruk,”tandas Suprapto.

Direktur RSUD Undata dr.Abdullah yang dikonfirmasi via pesan singkat menuliskan ada miskomunikasi, dia (pasien-red) disuruh pulang untuk konsultasi di Poli bedah, rupanya dia pulang ke Ampana. Ini peristiwa disesalkan karena mungkin perawat kurang komunikasi, sehingga pasien kurang mengerti maksud “pulang”. Saya selaku direktur menyesalkan kejadian ini. Tapi nasi sudah jadi bubur, tk atensinya, was, tulis Abdullah dipesan menjawab pertanyaan wartawan.***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: