Dana Stimulan Rp,820 M Lebih Sudah Masuk Kas Pemkot

foto Walikota Palu Drs.Hidayat, M.Si berpose bersama pejabat Eselon II B yang baru dilantiknya. foto humas/deadline-news.com
0

Ilong (deadline-news.com)-Palusulteng- Pemerintah Pusat saat ini sudah mengalokasikan dana stimulan untuk rumah rusak berat, rusak sedang, maupun rusak ringan sekitar Rp. 820 miliar lebih dan itu sudah berada di kas daerah.

“Saya harapkan dinas terkait segera mengambil langkah konkret terkait hal tersebut. Mana tugas yang dikoordinasikan, harus segera dilaksanakan. Tugas-tugas percepatan rehab rekon jangan ditunda. Tolong disinergikan,”demikian dikatakan Walikota Palu Drs.Hidayat, M.Si dalam sambutannya saat melantik delapa (8) orang pejabat eselon II B.

Pelantikan 8 orang pejabat pimpinan tinggi pratama eselon II.b itu, di Ruang Rapat Bantaya kantor Wali kota Palu Kamis (31/10-2019).

Adalah Yudhi Riyani Firman sebagai Staf Ahli bidang Ekonomi dan keuangan, Usman sebagai Staf Ahli bidang Sosial dan Budaya, Nawab Kursaid sebagai Kadis Pariwisata, Romy Sandi Agung sebagai Kadis Sosial.

Selain itu, dr. Husaema sebagai Kadis Kesehatan, Zulkifli sebagai Kadis Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Muliati sebagai Kadis BKPSDM, dan Trisno Yunianto sebagai Kasat Pol PP.

Dalam arahannya, Wali kota Palu menyampaikan bahwa para pejabat inilah yang mengisi kekosongan jabatan yang ada di Pemerintah kota Palu setelah melalui proses seleksi yang begitu panjang.

“Alhamdulillah 8 orang sudah terpilih. Kita berharap mereka yang baru dilantik senantiasa diberikan kekuatan maupun kesehatan untuk betul-betul melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Menurut Wali kota ada beberapa jabatan yang sangat strategis untuk memacu upaya-upaya yang harus dipercepat dalam proses pembangunan kota Palu pascabencana yang terjadi setahun silam.

“Masih ada 300 lebih pengungsi yang berada di tenda-tenda pengungsian dan sekitar 40.000 jiwa sudah berada di Huntara yang ukurannya tidaklah besar. Olehnya, Kita ingin secepatnya mereka tersebut tinggal di rumah masing-masing yaitu Hunian Tetap (Huntap),” jelasnya.

Di akhir sambutannya, Wali kota kembali memohon kepada Dinas terkait percepatan rehab rekon ini jangan lagi ada kesalahan, tolong bertanya kalau tidak paham. Jangan sampai mengambil langkah-langkah di luar mekanisme kerja. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: