Abdurrachman Kasim: Pramuka Poso Bersemangat Mengikuti Kegiatan di Cibubur

 

 

 

 

Bang Doel (deadline-news.com)-Palu- Wakil Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Provinsi Sulawesi Tengah, Abdurrachman M Kasim, SH, MH membantah bahwa rombongan Pramuka asal Kabupaten Poso terlantar saat mengikuti Raimuna Nasional XII di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta.

Kabar dan informasi itu (terlantar) sama sekali tidak benar. Itu fitnah dan pembohongan kata dia.

“Maaf saudara-saudara, berita itu tidak benar kalau rombongan Pramuka dari Poso terlantar. Apakah saudara lihat mereka di Cibubur, padahal Pramuka Poso hari ini telah mengikuti kegiatan di arena perkemahan Cibubur sebagai peserta visit,” bantah Abdurrachman Kasim yang membidangi organisasi dan hukum di Kwarda Gerakan Pramuka Sulteng, dalam klarifikasinya Rabu malam (16/8-2023).

Bahkan, mantan Ketua DPC Peradi Palu menyilahkan wartawan media ini supaya melihat langsung aktivitas Pramuka Poso di Cibubur. Jangan asal buat berita, harus cari dulu apa penyebabnya.

“Jangan langsung diberitakan melanggar kode etik wartawan dan melanggar UU Pers. Saudara dapat digugat perdata dan laporan pidana,” kritik pengacara satu ini.

“Saya merasa keberatan dengan berita yang tidak berimbang,” tegasnya lagi.

Abdurrachman Kasim bahkan mengirimkan penggalan video aktivitas rombongan Pramuka Kabupaten Poso usai ikut kegiatan Raimuna Nasional di Cibubur.

“Apakah ini terlantar? Justru adik-adik Pramuka Poso lagi bersemangat mengikuti kegiatan di Cibubur,” tulisan Abdurrachman Kasim di akhir klarifikasinya.

Diberitakan sebelumnya, rombongan Pramuka asal Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, yang ikut kegiatan Raimuna Nasional XII di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, alami nasib apes. Rombongan asal Poso terlantar di Cibubur.

Pasalnya, rombongan Pramuka asal Poso tidak diperkenankan panitia ikut kegiatan Raimuna yang dibuka Wakil Presiden RI Maruf Amin tersebut. Raimuna Nasional dijadwalkan berlangsung tanggal 14 s.d 19 Agustus 2023.

Alasan panitia tidak membolehkan peserta dari Poso, karena Kabupaten Poso saat ini tidak memiliki kepengurusan Kwarcab (Kwartir Cabang) Pramuka di daerah itu.

Informasi yang dihimpun Metrosulteng dari Bumi Perkemahan Cibubur menyebutkan, rombongan Pramuka Kabupaten Poso yang berangkat menjadi peserta Raimuna Nasional sebanyak 23 orang. Jumlah itu sudah dengan pembina.

Padahal, sebelum berangkat ke Cibubur, peserta asal Poso sudah mendaftar via online. Pendaftaran mereka diterima. Bahkan, biaya pendaftaran sebesar Rp11 juta sudah ditransfer.

“Begitu hari Jumat (11/8-2023) tiba di lokasi Perkemahan Cibubur, panitia menyampaikan bahwa Poso tidak bisa ikut. Karena kepengurusan Kwarcab-nya tidak ada,” kata Mohamad Syarif Rum Is Machmoed, salah seorang warga Kabupaten Poso yang tinggal di Jakarta, Rabu siang (16/8-2023).

Mohamad Syarif Rum Is Machmoed atau yang akrab disapa Ari Machmoed, merasa terpanggil dengan kendala yang dihadapi rombongan Pramuka dari Poso. Ia pun datang dan memberi bantuan.

Terutama membantu urusan tempat tinggal dan kebutuhan sehari-hari. Supaya kendala yang dihadapi teman-teman dari Poso sedikit ringan. ***

Rombongan Pramuka Poso Tidak Diperkenankan Ikut Raimuna di Cibubur

 

 

 

Bang Doel (deadline-news.com)-Palu-Rombongan Pramuka asal Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, yang ikut kegiatan Raimuna Nasional XII di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, alami nasib apes. Rombongan asal Poso terlantar di Cibubur.

Pasalnya, rombongan Pramuka asal Poso tidak diperkenankan panitia ikut kegiatan Raimuna yang dibuka Wakil Presiden RI Maruf Amin tersebut. Raimuna Nasional dijadwalkan berlangsung tanggal 14 s.d 19 Agustus 2023.

Alasan panitia tidak membolehkan peserta dari Poso, karena Kabupaten Poso saat ini tidak memiliki kepengurusan Kwarcab (Kwartir Cabang) Pramuka di daerah itu.

Informasi yang dihimpun Metrosulteng media partner deadline-news.com group detaknews.id dari Bumi Perkemahan Cibubur menyebutkan, rombongan Pramuka Kabupaten Poso yang berangkat menjadi peserta Raimuna Nasional sebanyak 23 orang. Jumlah itu sudah dengan pembina.

Ketua rombongannya bernama Elizabet Sipen. Elizabet diketahui pembina Pramuka asal SMA Negeri 3 Poso. Sementara peserta Raimuna Nasional yang diberangkatkan ke Cibubur, rata-rata dari SMA sederajat di Poso.

Padahal, sebelum berangkat ke Cibubur, peserta asal Poso sudah mendaftar via online. Pendaftaran mereka diterima. Bahkan, biaya pendaftaran sebesar Rp11 juta sudah ditransfer.

“Begitu hari Jumat (11/8-2023) tiba di lokasi Perkemahan Cibubur, panitia menyampaikan bahwa Poso tidak bisa ikut. Karena kepengurusan Kwarcab-nya tidak ada,” kata  Mohamad Syarif Rum Is Machmoed salah seorang warga Kabupaten Poso yang tinggal di Jakarta, Rabu siang (16/8-2023).

Mohamad Syarif atau yang akrab disapa Ari Machmoed merasa terpanggil dengan kendala yang dihadapi rombongan Pramuka dari Poso. Ia pun datang dan memberi bantuan.

Terutama membantu urusan tempat tinggal dan kebutuhan sehari-hari. Supaya kendala yang dihadapi teman-teman dari Poso sedikit ringan.

“Berhubung diminta panitia meninggalkan lokasi perkemahan, rombongan dari Posp terpaksa mencari tempat tinggal di luar. Begitu pun urusan makan dan sebagainya, mereka bayar masing-masing,” cerita Arif Mahmud prihatin.

Ada apartemen yang terpaksa disewa biayanya Rp5 juta. Dua kamar. Batas sewanya sampai tanggal 19 Agustus. Dan bisa ditempati hanya 10-11 orang.

Yang tidak tertampung di apartemen, terpaksa diinapkan di rumah kerabat Arif Mahmud yang lokasinya tidak jauh dari Perkemahan Cibubur.

“Untuk menghilangkan sedikit kekecewaan anak-anak kita dari Poso, mereka tetap ke lokasi perkemahan setiap hari. Tapi statusnya sebagai pengunjung atau tamu saja. Bukan sebagai peserta pada umumnya,” terang Arif Mahmud yang juga mantan anggota KPUD Poso.

Saat ini, Arif meminta kepedulian dari para pihak yang ada kaitannya dengan rombongan Pramuka asal Poso. Mulai dari Kwarda Pramuka Sulteng, Pemda Poso hingga Pemprov Sulteng.

Apapun yang dihadapi teman-teman dari Poso saat ini di Cibubur, tidak bisa lepas dari tanggung jawab Pemda Poso, Kwarda Pramuka Sulteng, dan pihak terkait lainnya.

“Tolong dipikirkan biaya pulang mereka, biaya makan minum selama disini, serta tempat nginap mereka. Jangan lepas tanggung jawab begini, ” sodok Arif.

Hingga saat ini, belum ada perhatian atau bantuan dari Pemda atau Kwarda Pramuka Sulteng kepada rombongan Pramuka asal Poso. Sementara kondisi teman-teman dari Poso semakin menipis persediaan dana di tangan mereka.

Sekarang ini, biaya pulang yang jadi kendala. Dana tidak cukup lagi. Sementara tiket pesawat Jakarta-Palu semakin naik, yaitu Rp2,4 juta per orang.

“Saya berharap ada solusi konkret dari Ibu Ketua Kwarda Pramuka Sulteng Vera Rompas Mastura, serta Bupati Poso Verna Inkiriwang. Seperti apa solusi untuk rombongan dari Poso yang di Cibubur saat ini,” desak Arif Mahmud.

Sementara itu, Ketua Kwarda Pramuka Sulteng Dr Vera Rompas Mastura yang berusaha dikonfirmasi pada Rabu siang (16/8/2023), tidak merespons upaya konfirmasi media ini.

Vera dihubungi via WhatsApp tak kunjung merespons hingga berita ini tayang.

Begitupun Pemda Poso. Wabup Poso Yasin Mangun yang dikonfirmasi via WhatsApp juga tidak merespons hingga berita ini tayang. ***

Hamzah : Kasi Pidsus dan Suami Bupati Poso Minta Segera Diproses Hukum

 

 

 

Bang Doel (deadline-news.com)-Palu- Korupsi alat kesehatan (alkes) di kabupaten Poso tahun 2013, Rp. 16.232.370.000 yang melibatkan masing-masing :

  1. Stenny Tumbelaka pemilik perusahaan di vonis 5 tahun.

  2. dr.Djani Moula direktur divonis 5 tahun

  3. Lody Abraham divonis 8 tahun karena tidak kooperatif.

Ketiganya telah divonis bersalah setelah Jaksa penuntut umum (JPU) kasasinya dikabulkan Mahka Agung (MA).

Hanya saja Roy Widyah Kalo suami Verna Gledis Ingkiriwang yang saat ini Bupati Poso diduga menerima aliran dana Rp, 500 jutaan dari Stennly Tumbelaka dengan dua kali transfer.

“Yakni transfer pertama Rp, 250 juta. Kemudian transfer berikutnya Rp, 250 juta, sehingga totalnya mencapai Rp, 500 juta,”kata koordinator lembaga anti korupsi indonesia (Laksi) Hamzah Pakaya kepada sejumlah media di Palu beberapa waktu lalu.

Hal itu sudah dilaporkannya Ke kejari Poso melalui Kasi Pidsus Hazairin, SH. Namun sampai saat ini belum ada proses tindak lanjut.

“Oleh karena itu kami minta Aswas Cq Jampidsus memproses Kasi Pidsus Kejari Poso itu. Dan Roy Widyah Kalo suami bupati Poso Verna Ingkiriwang segera diproses secara hukum,”ujar Hamzah yang diamini Rizal Ahmad.

Kepala seksi Pidana khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Poso Hazairin,SH mengakui suami bupati Poso Verna Ingkiriwang, Roy Widyah Kalo disebut oleh terdakwa Stenny Tumbelaka dan salah seorang saksi diduga menerima aliran dana proyek alat kesehatan tahun 2013, sebesar Rp, 500 juta.

“Benar salah seorang terdakwa yakni Stenny Tumbelaka menyebut Roy Widyah Kalo diduga menerima aliran dana proyek alkes dari PT.Prasida Ekatama,”kata Hazairin saat menjawab konfirmasi deadline-news.com via telepone di whasAppnya Jumat (28/7-2023) dari Poso.

Kata Hazairin sekalipun disebut oleh salah seorang terdakwa bahwa Roy Kalo menerima aliran dana proyek alkes, namun fakta dalam persidangannya Roy Kalo tidak terbukti ikut capur dalam penentua harga.

Ironisnya lagi Stenny Tumbelaka yang menyebut Roy Kalo menerima aliran dana dan sudah lama baku kenal, dan saat ditanya oleh Jaksa dan kawan-kawan wartawan malah mengaku tidak kenal Roy Kalo. Begitupun dua terpidana lainnya.

“Sehingga kami sangat kesulitan untuk mendapatkan bukti-bukti atas keterlibatan suami Bupati Poso Verna Ingkiriwan. Kami perlu mendalaminya sembari menunggu putusan asli kasasi dari Mahkama Agung. Karena yang ada sama kami baru amar putusannya. Kita belum tahu apakah pengakuan saksi dipersidang soal dugaan aliran dana ke pak Roy Kalo juga tercatat dalam putusan aslinya itu,”jelas Hazairin. ***

ORI Perwakilan Sulteng Membangun “Kerjasama dengan Pemkab Poso”

 

 

Antasena (deadline-news.com)-Palu-Dalam rangka Peningkatan Pelayanan Publik (PPP) yang sesuai UU No. 25 Tahun 2009 merupakan kewajiban pemerintah sebagai pemenuhan hak warga negara.

Menyikapi hal itu, Pemerintah Kabupaten Poso bertekad untuk meningkatkan Pelayanan Publiknya ditahun anggaran mendatang.

“Untuk maksud tersebut, Ombudsaman RI (ORI) Perwakilan Sulteng menjajaki peluang kerjasama dengan Pemkab Poso untuk melakukan supervisi pelayanan publik dilingkungan Pemkab,”demikian dikatakan Kepala ORI Perwakilan Sulteng Moh.Igbal Andi Magga,SH,MH melalui rilisnya yang dibagikan ke whatsApp deadline-news.com group detaknews.id Rabu (14/12-2022).

Menurutnya dalam pertemuan Rabu, (14/12-2022) di kediaman Bupati tersebut, Bupati Verna sangat berharap ombudsman dapat membantu dan mengawasi aparat pemda Poso dalam penyelenggaraan layanan publik yang lebih baik.

“Tahun lalu kami berada di zona kuning dalam penyelenggaraan pelayanan publik, semoga tahun depan kami bisa meningkatkan zona kepatuhan dengan kerjasama ini,”kata Verna seperti ditirukan Ikbal.

Kata Ikbal, Bupati Verna juga berharap aparat dilingkungan Pemda Poso bisa bekerja secara serius untuk mewujudkan pelayan prima bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan administrasi warga.

“Saya mengharapkan dengan supervisi ini, tidak ada lagi masyarakat yang mengeluhkan susahnya mendapatkan perijinan. Terutama ijin berusaha”, demikian Verna.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sulteng yang baru dilantik itu Iqbal Andi Magga, SH, MH, menjelaskan bahwa kerjasama ORI dengan Pemkab se-Sulteng merupakan program kerja yang menjadi prioritas ombudsman secara nasional.

Hal ini diperlukan sebagai bentuk tanggungjawab ORI dalam melindungi hak warga negara atas pelayanan Publik sebagaimana diatur dalam UUD 1945.

“Memang kerjasama dengan Pemkab menjadi prioritas ORI. Karena Pemkab merupakan ujung tombak pelayanan publik sekaligus juga menjadi perpanjangan tangan pemerintah yang paling dekat dengan masyarakat. Supervisi terhadap pelayanan publik tingkat kabupaten menjadi penting sebagai implementasi hak warga negara atas pelayanan publik yanh dilindungi UUD 1945,” jelas Iqbal.

Kabupaten Poso merupakan daerah kedua yang dikunjungi M. Iqbal Andi Magga sejak menjabat Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sulteng tanggal 1 Des.

“Kabupaten lain juga akan menjadi sasaran program supervisi pelayanan publik oleh ombudsman Sulteng untuk mewujudkan Sulteng sebagai daerah dengan predikat zona hijau dalam mewujudkan penyelenggaraan pelayanan publik yang prima bagi masyarakat,”mantan wartawan itu. ***

Sidang Dugaan Penyerobotan Tanah, Poso Energy Tak Mampu Hadirkan Saksi

 

 

Agus Manggona (deadline-news.com)-Poso- Sidang gugatan Perdata Nomor 58/Pdt.G/2022/PN. Poso yang menempatkan Zurnanian Kadili (48) sebagai Penggugat dan PT. Poso Energy, anak perusahaan PT. Bukaka milik keluarga Jusuf Kalla sebagai Tergugat, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kelas I B Poso, Rabu (7/12-2022), siang tadi.

Dalam agenda sidang kali ini yang mestinya mendengarkan keterangan saksi-saksi dari pihak Tergugat, oleh Kuasa Hukumnya Eka Rahendra tidak dapat menghadirkan saksi.

“Kami hanya akan menambahkan bukti-bukti surat Yang Mulia,” ujar Eka di hadapan Majelis Hakim.

Sementara itu, dikarenakan tidak adanya saksi yang dihadirkan Tergugat, Majelis Hakim yang diketuai Bakhruddin Tomajahu, SH., MH kembali mengagendakan sidang selanjutnya yakni pengajuan kesimpulan dari masing-masing pihak pada tanggal 21 Desember 2022.

Dalam berita sebelumnya, Zurnanian Kadili memiliki lahan kurang lebih seluas 6000 meter persegi yang terletak di Kelurahan Sawidago, kecamatan Pamona Utara, kabupaten Poso.

Namun sejak tahun 2000, ia tidak lagi melihat lahan perkebunan yang ditanami pohon cengkeh karena situasi konflik komunal yang melanda Poso pada saat itu.

Belakangan, Zurnanian kaget karena saat ketika ia berkesempatan melihat lahan perkebunannya telah berdiri tower Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi (Sutet) milik Poso Energy di atasnya.

Sejak itu, Zurnanian telah melakukan protes pada pihak Poso Energy secara langsung dengan cara mendatangi kantor perusahaan di desa Sulewana maupun menyurat ke beberapa instansi terkait untuk mengadukan hal tersebut.

Bahkan, pada tahun 2020, atas permasalahan tersebut, pemerintah daerah lewat pemerintah Kecamatan Pamona Utara dan Lurah Sawidago sempat melakukan mediasi kedua belah pihak, namun tidak juga berhasil menemui jalan keluar.

“Dalam pandangan kami, PT. Poso Energy telah dengan nyata melakukan Perbuatan Melawan Hukum yang diatur dalam pasal 1365 KUHAPerdata dan Undang-undang No. 51 tahun 1960 tentang larangan pemakaian tanah tanpa ijin kepada yang berhak atau kuasanya. Anehnya lagi karena sampai saat ini klien kami masih secara rutin bayar pajak atas tanah yang kini jadi objek sengketa itu,”ujar Mohamad Natsir Said,SH saat ditemui usai sidang.

Masih dalam keterangan Natsir, dalam sidang sebelumnya mereka telah menghadirkan sejumlah 4 orang saksi-saksi yang menguatkan dasar gugatan Penggugat.

“Saksi-saksi yang telah kami hadirkan adalah pemilik tanah awal yang menyerahkan pada orang tua klien kami, pekerja kebun yang diupah oleh orang tua klien kami sejak tahun 1981 serta teman-teman semasa kecil klien kami yang pada dasarnya kesaksian seluruh saksi membenarkan bahwa apa yang menjadi obyek sengketa saat ini adalah benar milik almarhum kedua orang tua Zurnanian Kadili,” jelas Natsir.

Sementara itu, Azriadi Bachry Malewa menilai bahwa tidak dapat dihadirkannya saksi-saksi oleh pihak Tergugat mengindikasikan bahwa Tergugat tidak mampu membuktikan apa yang didalilkan Tergugat dalam jawaban dan eksepsinya.

“Salah satunya bukti yang menguatkan itu adalah kehadiran saksi untuk menguatkan apa yang menjadi dalil-dalil dalam jawaban dan atau eksepsi Tergugat. Sehingga kami yakin dan optimis hak-hak klien kami akan dimenangkan oleh Majelis Hakim,” tegas Azriadi. ***

OJK Edukasi Masyarakat Melalui Jurnalis

 

Foto Kepala Cabang Bank Mandiri Poso Gladies Nelry Kambey. Foto Moh.Ismail Patta (Ilong)/deadline-news.com

 

Ilong (deadline-news.com)-Pososulteng– Untuk mengedukasi masyarakat, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mendatangkan Kepala Cabang Bank Mandiri Poso.

Kacab Mandiri Poso membawakan materi waspada terhadap Financial Crime Melalui Social engineering dan Phising.

Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak menjadi korban kejahatan melalui media online atau media sosial (Medsos) dan sebagainya.

Kepala Cabang Bank Mandiri Poso Gladies Nelry Kambey menjelaskan, jika kejahatan Phising dan  Social Engineering dapat dilakukan melalui Sms/email dan link yang mengarah ke sebuah situs serta meminta data diri seseorang untuk dikelabui dan dikuras financialnya.

“Dari pihak bank sendiri, tidak akan pernah menghubungi masyarakat melalui sms ataupun email. Tetapi kami akan menelpon dan mendatangi langsung orang yang bersangkutan tadi bila ada hal yang ingin diminta atau diberikan,”tegas Gladies.

Ia juga mengungkapkan, bahwa kejahatan financial crime ini memerlukan nomor kartu debit/kredit yang ada di kartu atm kita, itu dibutuhkan agar dapat masuk ke akun milik nasabah dan mengambil uang yang ada di dalamnya.

“Jadi jika ada orang yang meminta untuk fotokan angka di kartu atm kita, jangan berikan. Karena melalui nomor kartu tadi, akun kalian tidak akan aman, bisa jadi langsung dikosongkan saldonya oleh si pelaku tadi,” lanjutnya.

Untuk itu Gladies mengharapkan agar masyarakat tidak mudah tertipu dan mampu memfilter hal-hal yang berbau penipuan.

Penegasan Gladies disampaikannya pada acara OJK kumpul Jurnalis Rabu (24/11-2021). Program OJK melibatkan jurnalis itu adalah upaya mengedukasi masyarakat lewat tulisan atau pemberitaan di media-media baik online maupun cetak.

Kegiatan ini dipimpin langsung Kepala OJK Palu Gamal Abdul Kahar, didampingi Wahyu Krestinto, Imanuel, Risa dan Mega.

Sedangkan jurnalis dikomandai ketua PWI Sulteng Mahmud Mattangara,SH,MM, didampingi Udin Salim, Tasman Bantu, Aslam, Murtalib, Andi Attas Abdullah, M. Rusli dan sejumlah jurnalis lainnya.

Setelah menerima sejumlah materi terkait kejahatan jasa perbankan, pada hari kedua rombongan Jurnalis dan OJK mengunjungi tempat-tempat wisata diantaranya Hutan Pinus panorama Tentena, obyek wisata danau Poso di Torau Desa Siuri Kecamatan Pamona Barat dan air terjun Saluopa.

Wisata jurnalistik ini masih bagian dari agendan otoritas jasa keuangan (OJK) yang bertemakan “Kumpul Jurnalis Sulawesi Tengah tahun 2021, dengan thema Kolaborasi dan Sinergi Mewujudkan Kesejahteraan Sulawesi Tengah” yang berlangsung sejak Rabu hingga Kamis (24-25/11-2021) di Tentena Danau Poso.***

AKBP BOGIEK Kembali Ke Poso

 

Bang Doel (deadline-news.com)-Pososulteng-Ajun komisaris besar polisi (AKBP) Bogiek Sugiyarto,SH,S.I.K kembali bertugas ke Poso Sulawesi Tengah.

Foto AKBP BOGIEK SUGIYARTO BERSAMA MANTAN NAPITER MIT POSO. FOTO DUKUTIP DI TRIBUNPALU.com

 

AKBP Bogiek Sugiyarto, S.H., S.I.K. adalah seorang perwira menengah Polri yang menjabat sebagai Wadirreskrimum Polda DIY sejak tanggal 5 Juni 2020.

Bogiek merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1999 dan berpengalaman dalam bidang reserse. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Kapolres Mojokerto Kota.

Saat ini, Bogiek tergabung dalam Satuan Tugas Madago Raya yang bertugas menangkap kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso.

AKBP Bogiek tidak asing bertugas di wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng).

Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Poso.

Bahkan sebelum menjabat Kapolres Poso, Bogiek lalu lalang bertugas di beberapa Polres di Sulteng.

Pada tahun 2018 Bogiek pernah mencanangkan sebuah program untuk menjalin interaksi dengan mantan narapidana teroris (napiter).

Program tersebut adalah memberikan bantuan kepada para napiter.

Tujuanya agar mereka bisa melajutkan hidup di lingkungan masyarakat usai menjalani hukuman.

Salah satu napiter yang mendapat bantuan dari Bogiek adalah Mulyadi.
Mantan anak buah Santoso itu diberikan usaha air isi ulang di Desa Masamba, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso.

Kini empat tahun berlalu, AKBP Bogiek kembali menginjakan kaki di Poso.
Di sela-sela tugasnya menjalankan perintah negara dalam operasi Madago Raya, AKBP Bogiek meluangkan waktunya mengunjungi Mulyadi.

Setibanya di sana, ia merasa bangga dan salut karena usaha air isi ulang milik Mulyadi sudah berkembang.

“Alhamdullilah, tidak sia-sia Polres Poso dahulu memberikan bantuan usaha kepada saudara Mulyadi yang kita ketahui adalah mantan napiter,” kata AKBP Bogiek Jumat (16/7-2021).

Sebab menurutnya menyadari kesalahan masa lalu dan berjanji untuk setia dengan NKRI, sehingga kita bantu bukakan usaha air minum isi ulang.

AKBP Bogie juga mengatakan, semula tong air hanya dua buah dan saat ini menjadi empat buah. Selain itu, mesin RO semula satu saat ini sudah dua mesin.

“Dulu alat angkut yang semula hanya sepeda motor roda tiga, saat ini sudah mempunyai dua unit mobil carry pick up, bahkan rencananya akan memindahkan usahanya di lahan yang sudah dibeli,”tutur Bogiek.

Tak hanya itu, AKBP Bogie mengaku senang ketika melihat Mulyadi dapat bersosialisasi dengan baik dengan masyarakat sekitar.

“Dan belum ada informasi negatif tentang keterlibatannya kembali ke paham radikal,” kata Bogiek. (Dikutip di Tribun palu.com).***

BPJN XIV Respon Cepat 3 Titik Longsor Ruas Jalan Nasional Trans Sulawesi

 

Antasena (deadline-news.com)-Palusulteng-Satuan Kerja (Satker) wilayah 3 Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN XIV) Palu langsung merespon 3 titik longsor di ruas jalan nasional trans Sulawesi Kamis (30/4-2020).

foto alat berat milik BPJN XIV Palu sedang melakukan pembersihan material di badan jalan. foto dok BPJN XIV Palu/deadline-news.com

Ke 3 titik bencana longsor itu di wilayah Kabupaten Poso yakni daerah Tagolu, Silanca – Malei atau ruas Tagolu – Malei. Demikian informasi yang dikutip dilab face book BPJN XIV Sulteng di Palu Kamis (30/4-2020).

Respon cepat atas bencana longsor yang diakibatkan curah hujan cukup tinggi itu, sejak malam hari sebelum terjadinya tanah longsor di daerah tersebut. Satker 3 PJN Palu menurunkan alat berat sepertri Excavator untuk membersihkan material akiban longsor yang menutupi badan jalan, sehingga menimbulkan kemacetan di ruas itu.

“Balai XIV, PPK 3.1 telah melakukan penanganan dengan pembersihan badan jalan menggunakan alat berat dan jalan tersebut sudah bisa dilalui kembali,”tulis akun face book BPJN XIV Palu itu.

Dalam akun BPJN XIV Palu mengihimbau untuk masyarakat yang melewati jalur tersebut, agar mengurangi kecepatan dan tetap berhati-hati dalam berkendara. ***

Terkonfirmasi 6 Orang Positif Covid19 di Poso

 

Nanan (deadline-news.com)-Pososulteng-Gugus Tugas Pencegahan, Pengendalian dan Penanganan Covid19 Kabupaten Poso, menyebutkan ada 6 orang terkonfirmasi positif.

Hari ini Selasa 28 April 2020 pasien terkonfirmasi positif dari hasil swab bertambah sebanyak Tiga orang, sehingga total pasien covid menjadi 6 orang dari sebelumnya hanya 3 orang,” kata Juru bicara Gugus Tugas Covid19 Kabupaten Poso Sulawesi Tengah, dr. Marwan Neno seperti dilansir Brita.id Selasa (28/4-/2020) malam.

Marwan menyebutkan, 3 tambahan pasien terkonfirmasi positif itu dua diantaranya petugas kesehatan yang bekerja di IGD RSUD Poso. Sedangkan satunya masyarakat umum. Ke 3 orang itu diketahui positif Covid19, setelah hasil pemeriksaan swab PCR, mereka terkonfirmasi positif sebagaimana yang diterima dananya oleh tim gugus tugas Covid-19, Selasa (28/4- 2020).

Ke 3 pasien terkonfirmasi positif itu yakni Ny. VU (38) alamat wilayah kerja Puskesmas Lawanga, Ny. NM (33) alamat wilayah kerja Puskesmas Tangkura dan Ny. J (26) alamat wilayah kerja Puskesmas Mapane dan merupakan orang yang memiliki riwayat kontak dengan pasien 01 yang terkonfirmasi positif.

Ke 3 orang pasien positif covid19 baru itu, kata Dia, sebelumnya berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG). Dari 3 OTG itu, 2 OTG menjalani isolasi di Rumah Sakit Darurat Covid19 di Hotel Wisata yakni Ny. NM (33) dan Ny. J (26), sedang seorang lainnya menjalani isolasi mandiri yakni Ny. VU (38).

“Saat ini tiga pasien terkonfirmasi positif Covid tersebut menjalani perawatan, pemantauan dan isolasi di RSUD Poso,”katanya.

Dia menambahkan, dua petugas kesehatan yang bertugas di RSUD Poso yang terpapar Covid-19 itu yakni seorang dokter umum dan 1 orang perawat.

“Dua orang tenaga kesehatan ini terkena covid saat menangani pasien umum di IGD RSUD Poso yang sumbernya tidak diketahui pernah berkontak dengan orang yang positif dimana, ” tandasnya.

Dia mengimbau, dengan meningkatknya kasus positif covid di Poso, masyarakat diharapkan dapat mematuhi imbauan pemerintah seperti memakai masker saat keluar rumah, tetap menjaga jarak atau phisycal distancing, cuci tangan pakai sabun di air yang mengalir dan tetap di rumah, jika tidak ada keperluan mendesak di luar serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). (sumber brita.id).***

Tim Pemenangan Cudy – Ma’mun Bantu Korban Banjir Poso Barat

Bang Doel (deadline-news.com)-Palusulteng-Tim pemenang Rusdy Mastura – Ma’mun Amir (Cudy – Ma’mun) bantu korban banjir Poso Barat, tepatnya di Desa Lengkeka Kecamatan Lore Barat Provinsi Sulawesi Tengah.

Bantu yang diserahkan itu 6 karung beras, mie instan pukuhan dos, popok dan air mineral yang dibagikan ke Posko warga korban Banjir di Lore Barat itu.

“Atas perintah panglima pemenangan Cudy-Ma’mun Hj.Nilam Sari Lawira, kami turun ke lokasi korban banjir memberikan bantuan sembako dan kebutuhan anak-anak, termasuk susu dan popok,”kata ketua Garda Pemuda Nasdem Sulteng Farid Podongge menjawab deadline-news.com via sambungan whatsappnya Kamis siang (5/3-2020) dari Lore Barat.

Banjir bandang yang menerjang Desa Lengkeka, Kecamatan Lore Barat, Kabupaten Poso Sulawesi Tengah, Selasa sore (3/3-2020) sekitar pukul 14.00 wita, telah menghancurkan puluhan rumah warga. Dan sekitar 900 jiwa yang telah diunsikan di Desa itu.

Banjir tersebut, akibat meluapnya aliran sungai Lariang yang berada tepat di desa Lengkeka itu. Hasil pantauan pemerintah Kecamatan, sekitar 10 rumah warga yang rusak berat akibat terjangan banjir bandang tersebut.

Camat Lore Barat, Ruli Labulu menjawab wartawan via telephone selulernya Selasa (3/3-2020), mengungkapkan, desa Lengkeka yang diterjang banjir bandang itu, terdapat 900 jiwa. ***